Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik

Artikel, Sastra 0

Pengertian Cerpen

Cerpen Beserta Unsur Intrinsik dan Ekstrinsik РDalam kesusastraan Indonesia ada beberapa genre sastra yang berkembang, di antaranya ada yang berjenis puisi, drama, dan prosa.  Salah satu yang termasuk dalam prosa adalah cerpen.

Cerpen merupakan genre sastra yang penting dalam sastra Indonesia. Karya sastra yang berupa cerpen banyak diterbitkan orang. Pada dewasa ini hampir setiap majalah atau koran menyediakan rubrik khusus yang memuat cerpen. Dalam sejarahnya cerpen itu berkembang lebih kemudian daripada lahirnya novel.

Pada pertumbuhannya cerpen tidak lepas dari pengaruh dongeng dalam masyarakat lama. Yang ditulis dalam cerpen masa itu adalah peristiwa-peristiwa kecil yang membuat orang tertawa, yang merupakan kegiatan sampingan. Pada masa itu cerpen berfungsi sebagai teman duduk atau sebagai kawan bergurau belaka.

OptiMind supplement restores your brain health and offer you razor sharp brain OptiMind free trial It improves your memory recall power and offers you long term benefits like enhanced learning capabilities

Cerita pendek sekarang ini lebih dikenal umum dengan singkatan cerpen. Predikat pendek pada cerita pendek bukan ditentukan oleh banyaknya halaman, melainkan lebih disebabkan oleh ruang lingkup permasalahan yang ingin disampaikan kepada pembaca. Jadi sebuah cerita yang pendek belum tentu dikatagorikan cerpen jika ruang lingkup permasalahan yang diungkapkan tidak memenuhi pesyaratan yang dituntut oleh cerita pendek. Sebagai contoh cerita pendek yang bukan cerpen yaitu sketsa (tidak terdapat pelaku utama), fabel, parabel, dan cerita rakyat.

Kita mengenal istilah long short story dan short short story. Istilah ini populer di dalam satra Amerika. Kemudian di Indonesia istilah tersebut diterjemahkan menjadi cerita pendek yang panjang dan cerita pendek yang pendek.

Pengertian cerpen telah banya ditulis dalam berbagai buku teori sastra atau buku pelajaran sastra atau bahkan ditulis oleh para ahli sastra. Kita ambil pengertian cerpen itu berdasarkan ciri-ciri pokok yang terdapat dalam cerita. Cerpen memiliki ciri-ciri pokok : (1) cerita fiksi, (2) bentuk singkat dan padat, (3) ceritanya berpusat pada satu peristiwa/konfliks, (4) jumlah dan pengembangan pelaku terbatas, (5) keseluruhan isi memberikan satu kesan tunggal.

Dari ciri-ciri pokok di atas dapat disimpulkan bahwa cerpen adalah cerita fiksi berbentuk prosa yang singkat padat, yang unsur ceritanya berpusat pada satu peristiwa pokok sehingga jumlah dan pengembangan pelaku terbatas dan keseluruhan cerita memberikan kesan tunggal.

cerpen

Pengertian Cerpen dan Unsurnya

Macam-macam Cerpen

Macam-macam cerpen dapat dilihat dari berbagai segi :

1.Berdasarkan panjang pendeknya cerita (Kuantitas)

Cerpen singkat : kurang dari 2.000 kata

Cerpen umum : 2.000 s.d. 5.000 kata

Cerpen panjang : lebih dari 5.000 kata

2. Berdasarkan nilainya (kualitas)

  1. Cerpen hiburan yaitu cerpen yang umumnya bertemakan cinta kasih kaum remaja dengan menggunakan bahasa aktual.
  2. Cerpen sastra yaitu cerpen yang menggunakan bahasa baku dan bertemakan kehidupan manusia dengan segala persoalannya.

3. Berdasarkan corak unsur struktur ceritanya

  1. Cerpen konvensional yaitu cerpen yang struktur ceritanya sesuai dengan konvensi yang ada.
  2. Cerpen kontemporer yaitu cerpen yang struktur ceritanya menyimpang atau bahkan bertentangan dengan konvensi yang ada.

Dalam perkembangan sastra Indonesia modern pada dewasa ini cerpen merupakan genre sastra yang sangat penting. Karya sastra cerpen banyak diterbitkan dengan corak dan latar belakang yang beragam. Minat baca masyarakat terhadap cerpen cukup besar, sehingga genre ini perlu diajarkan di sekolah dan mendapatkan perhatian. Dengan demikian akan lahirlah penerus-penerus baru yang mau menulis cerpen.

Unsur Intrinsik Cerpen

A. Tema

Tema adalah gagasan pokok yang mendasari sebuah cerita. Tema-tema pada umumnya yang terdapat dalam sebuah cerita pendek biasanya ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat.

B.`Alur (Plot)

Plot adalah jalan cerita sebuah karya sastra. Secara garis besarnya urutan tahapan alur dalam sebuah cerita antara antara lain: (1) perkenalan (2) peningkatan konflik (5) puncak konflik atau klimaks (4) penurunan konflik (5) penyelesaian. Alur cerpen itu bisa berupa alur maju, alur mundur, atau gabungan antara alur maju dan alur mundur.

C. Setting atau latar

Latar atau setting berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah cerita tersebut.

D. Tokoh

Yaitu pelaku pada sebuah cerita. Setiap tokoh biasanya mempunyai watak , sikap, sifat dan juga kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan atau karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita), antagonis (lawan dari tokoh utama atau protagonis) dan tokoh tritagonis  (tokoh pelerai).

E. Penokohan

Penggambaran sifat pada tokoh atau pelaku cerita. Sifat yang telah diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, serta pandangan tokoh terhadap sesuatu. Cara penggambaran penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

Metode analitik adalah metode penokohan yang menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misalnya seperti: penakut, sombong, pemalu, pemarah, keras kepala, dll.

Metode dramatik adalah suatu metode penokohan secara tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui: Penggambaran fisik (Misalnya berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit, dll), penggambaran melalui percakapan yang dilakukan oleh tokoh lain, Teknik reaksi tokoh lain (berupa pandangan, pendapat, sikap, dsb).

F. Sudut Pandang (Point of View)

Sudut pandang adalah pandangan pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Ada beberapa macam sudut pandang, diantaranya yaitu sudut pandang orang pertama (aku), sudut pandang orang ke-3 (Dia), dan sudut pandang campuran.

G. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya.

H. Gaya Bahasa

Gaya dan bahasa yang digunakan pengarang dalam menciptakan sebuah karya atau tulisan yang merupakan ciri khas pengarang dalam pemilihan diksi atau gaya bahasa.

Unsur ekstrinsik cerpen

Unsur ekstrinsik cerpen adalah unsur yang membentuk yang terdapat di luar cerpen itu sendiri. Unsur-unsur ekstrinsik dari cerpen tidak bisa terlepas dari keadaan masyarakat saat cerpen itu dibuat oleh si penulis. Unsur ini sangat memiliki banyak pengaruh pada penyajian amanat maupun latar belakang dari cerpen itu sendiri. Di bawah ini adalah unsur ekstrinsik dari cerpen di antaranya:

1. Latar belakang masyarakat

Yaitu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat sangat lah berpengaruh besar terhadap terbentuknya sebuah cerita khususnya cerpen. Pemahaman itu bisa berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik negara, kondisi sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

2. Latar belakang pengarang

Ini bisa meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang sebelumnya. Latar belakang pengarang biasanya terdiri dari biografi, kondisi psikologis, dan aliran sastra.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply