Contoh Dongeng dan Pengertian Dongeng

Sastra 0
dongeng

Pengertian Dongeng

Pengertian Dongeng

Salah satu jenis prosa lama dalam kesusastraan Indonesia adalah dongeng, atau sekarang lebih dikenal dengan nama Cerita Rakyat. Dongen dalam kesusastraan lama beredar dari mulut ke mulut sehingga pengarangnya tidak dituliskan alian anonim.

Dongeng adalah cerita yang tidak benar-benar terjadi (terutama tentang kejadian zaman dulu yang aneh-aneh). Dongeng biasanya bersifat menghibur dan mengandung nilai pendidikan. Misalnya, pada dongeng Malin Kundang selain untuk menghibur dengan kesuksesan Malin Kundang yang bisa menjadi saudagar yang kaya raya, hidup mewah di kapal, dan mempunyai istri yang cantik. Juga cerita Malin Kundang juga mengandung pendidikan moral, yaitu jika sudah menjadi orang yang berhasil, janganlah  pernah menyia-nyiakan orang tua yang telah mengandung kita, karena akan menjadi anak yang durhaka.

Jenis-jenis Dongeng

Pada dasarnya dongeng ada beberapa jenis, yakni :

  1. Fabel, yaitu dongeng yang berisi atau bercerita tentang tokoh-tokohnya dari dunia binatang. Contoh: Dongeng Kancil dengan Buaya. Dongeng Kancil Mencuri Mentimun.
  2. Legenda, yaitu dongeng yang berhubungan dengan keajaiban alam, biasanya berisi tentang kejadian suatu tempat atau asal-usul terjadinya suatu tempat. Contoh: Dongeng Gunung Tangkuban Perahu. Dongeng Terjadinya Danau Toba. Dongeng Situ Bagendit.
  3. Mite, yaitu dongeng yang berhubungan dengan dewa-dewa dan makhluk-makhluk Isi ceritanya tentang kepercayaan atau ajaran animisme. Contoh: Dongeng Nyi Roro Kidul.
  4. Sage, yaitu dongeng yang banyak mengandung unsur-unsur Karena diceritakan dari mulut ke mulut, lama-kelamaan terdapat tambahan cerita yang bersifat khayal. Contoh: Dongeng Jaka Tingkir.
  5. Parabel, yaitu dongeng yang banyak mengandung nilai-nilai tentang ajaran pendidikan atau cerita pendek dan sederhana yang mengandung ibarat atau hikmah sebagai pedoman dan pandangan Contoh: Dongeng Si Malin Kundang.

Unsur-unsur Dongeng

Unsur-unsur yang membangun dongeng adalah sebagai berikut :

  1. Tema, yaitu pokok pembicaraan atau pokok pikiran yang mendasari cerita yang disampaikan dalam cerita dongeng.
  2. Tokoh, yaitu para pelaku yang mendukung cerita dalam dongeng.
  3. Watak tokoh atau penokohan, yaitu gambaran perilaku atau karakter para pelaku dalam cerita dongeng.
  4. Latar, yaitu tempat terjadinya, waktu terjadinya, dan suasana yang terjadi dalam cerita dongeng
  5. Alur, yaitu rangkaian kisah sebuah cerita yang disusun secara logis sebagai jalan cerita dalam sebuah dongeng.
  6. Amanat, yaitu pesan yang ingin disampaikan kepada pembaca tentang cerita dongeng yang mengandung ajaran atau nilai-nilai moral.

Berdasarkan unsur-unsur dongeng di atas, kita dapat menentukan hal-hal menarik dari dongeng tersebut. Sebagai contoh hal yang menarik pada dongeng tersebut  adalah tentang ajaran atau nilai-nilai yang ditanamkan atau disematkan oleh pengarang. Kelicikan, keserakahan, dan kebusukan serta akibat-akibatnya digambarkan secara menarik sehingga dapat memberi pelajaran bagi pembacanya. Semoga bermanfaat. (cikancah-cyber).

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply