Contoh Kalimat Tunggal dan Macam Kalimat Tunggal

Artikel, Bahasa 0
kalimat tunggal

Contoh Kalimat Tunggal

Kalimat yang terdiri atas satu klausa adalah kalimat tunggal. Hal itu untuk setiap unsur kalimat seperti subjek dan predikat hanyalah satu atau satu kesatuan. Dalam kalimat tunggal tentu saja terdapat semua unsur inti yang diperlukan. Di samping itu mungkin saja ada pula yang bukan unsur inti seperti keterangan tempat, waktu, alat.

Dengan demikian, kalimat tunggal tidak selalu dalam wujud yang pendek tetapi dapat pula dalam wujud yang panjang . Contoh :

  1. Guru bahasa Indonesia kami akan dikirim ke luar negeri.
  2. Kami mahasiswa Universitas Ahmad Dahlan.
  3. Dia sedang makan.

Kalimat Tunggal Berpredikat Nomina

Kalimat yang predikatnya nomina sering pula disebut kalimat persamaan atau kalimat ekuatif. Kalimat persamaan terdiri atas subjek dan predikat. Pada urutannya adalah frasa nomina yang pertama adalah subjek, sedangkan yang kedua adalah predikat. Akan tetapi jika frasa nomina pertama dibubuhi partikel –lah, maka frasa nomina pertama itu menjadi predikat, sedangkan frasa nomina kedua menjadi subjek. Contoh :

  1. a. Dia guru saya.

         b. Dialah guru saya.

    2. a. Orang itu pencurinya

         b. Orang itulah pencurinya.

Pada kalimat pertama tiap nomornya subjeknya masing-masing dia dan orang itu. Pada kalimat kedua tiap nomornya justru sebaliknya dialah dan orang itulah tidak lagi berfungsi sebagai subjek, melainkan sebagai predikat. Hal ini disebabkan bahwa partikel –lah umumnya menandai predikat.

Kalimat Tunggal Berpredikat Adjektiva

Predikat kalimat tunggal dalan bahasa Indonesia ada yang berupa adjektiva. Contoh :

  1. Ayahnya
  2. Pernyataan orang itu benar.

Dari kedua kalimat di atas subjek kalimatnya adalah ayanhnya dan pernyataan orang itu, sedangkan predikatnya adalah sakit dan benar. Kalimat yang predikatnya adjektiva dinamakan kalimat statif. Kalimat statif kadang-kadang memanfaatkan verba adalah atau ialah untuk memisahkan subjek dari predikatnya.

Predikat dalam kalimat statif kadang-kadang diikuti oleh kata atau frasa lain. Seperti contoh di bawah ini :

1.Warna bajunya biru laut.

2.Ibu saya sakit mata.

Dari dua contoh tersebut, kita lihat sesudah predikat biru dan sakit terdapat kata atau frasa tambahan yaitu laut dan mata. Kata atau frasa yang berdiri sesudah predikat dalam kalimat statif dinamakan pelengkap.

Kalimat Tunggal Berpredikat Verba

Verba sangat berpengaruh terhadap semua macam kalimat yang memakainnya. Oleh karena verba ada beberapa macam yaitu verba taktransitif, verba semitransitif, dan verba transitif ( ekatransitif dan dwitransitif).

Kalimat yang berpredikat verba yang bukan pasif ada empat macam : (1) kalimat taktransitif, (2) kalimat ekatransitif, (3) kalimat dwitransitif, dan (4) kalimat semitransitif. Begitu pula ada kalimat yang berpredikat verba pasif.

Kalimat Taktransitif

Kalimat taktransitif adalah kalimat yang tidak memiliki objek dan tak memiliki pelengkap, artinya hanya memiliki unsur inti saja yaitu subjek dan predikat. Walau demikian dapat diiringi dengan keterangan baik keterangan tempat, alat, waktu, dan cara. Contoh :

1.Pak Lurah sedang bekerja.

2. Pak Anan belum tiba.

3. Dina berjalan (dengan tongkat).

Kalimat Ekatransitif

Kalimat ekatransitif adalah kalimat yang memiliki objek dan tidak memiliki pelengkap. Unsur kalimatnya ada subjek, predikat, objek. Contoh :

  1. Gubernur akan memasok semua kebutuhan Lebaran.
  2. Nilai Ujian Nasional menentukan nasib peserta didik.
  3. Dion mengemudikan bus itu terlalu cepat.

Kalimat Dwitransitif

Kalimat Dwitransitif adalah kalimat yang  yang secara semantis memiliki subjek, objek, dan pelengkap. Contoh :

  1. Elin sedang mencari pekerjaan.
  2. Elin mencarikan pekerjaan.
  3. Elin mencarikan adiknya pekerjaan.

Kalimat Tunggal Berpredikat Frasa Preposisional

Yang termasuk ke dalam frasa preposisional bisa menjadi predikat di dalam kalimat. Contoh :

  1. Tinggalnya di Ciamis.
  2. Album foto itu dari pamannya.
  3. Kiriman dari Jakarta ini untu dia.

Kalimat Tunggal yang Berpredikat Frasa Lain

Dalam bahasa Indonesia ada pula kalimat yang memiliki predikat yang menyimpang dari pola yang baku (nomina,verba, adjektiva). Contoh :

  1. Dingin, ya, di di Puncak.
  2. Ayamnya banyak.

Predikat dalam contoh di atas beragam , ada yang berupa kata bilangan, dan ada yang mengacu pada keadaan cuaca. Kalimat ini mempunyai ciri khas yaitu bahwa dengan kata itu sebagai predikat, kalimat tersebut lengkap secara semantis.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply