Contoh Paragraf dan Jenisnya Secara Lengkap

Bahasa 0
paragraf

Contoh Paragraf

Ketika kita akan membuat sebuah karangan atau membuat suatu teks (tulisan) tidak akan lepas dari yang namanya paragraf. Setiap tulisan yang terdiri dari beberapa kalimat itulah, yang dinamakan  sebuah paragraf.  Paragraf atau alinea adalah separangkat kalimat yang membahas satu topik atau hanya mengacu pada satu gagsan pokok atau gagasan utama. Topik dituangkan ke dalam suatu kalimat yang disebut dengan kalimat topik atau kalimat utama, sedangkan kalimat yang menjelaskan kalimat utama adalah kalimat penjelas.

Di bawah ini adalah syarat pembentukan sebuah paragraf harus memiliki ketentuan-ketentuan sebagai berikut :

Kesatuan

Semua kalimat dalam paragraf tersebut harus secara bersama-sama mendukung satu ide atau mendukung satu gagasan. Jadi tidak boleh ada kalimat sumbang atau menyimpang dari pikiran utamanya.

Koherensi

Kepaduan atau kekompakan antara kalimat satu dengan kalimat lain dalam paragraf tersebut. Keterpaduan kalimat dalam suatu paragraf dapat dijalin dengan penanda hubungan baik penanda hubungan eksplisit maupun penanda hubungan implisit.

Penanda hubungan secara eksplisit ditandai dengan (1) pengulangan kata (2) kata ganti (3) kata penghubung . Sedangkan penanda hubungan secara implisit. Hubungan implisit tidak ditandai oleh alat penanda transisi tertentu, namun hubungan antraparagraf masih dapat dirasakan.

Pengembangan

Pengembangan ide atau gagasan dengan menggunakan kalimat-kalimat pendukung.

Efektif

Disusun dengan menggunakan kalimat-kalimat mudah dipahami sehingga ide bisa tersampaikan dengan tepat.

Adapun fungsi paragraf, adalah sebagai berikut ini:

  • Yang pertama mengekspresikan gagasan yang tertulis dengan memberikan bentuk suatu pikiran dan juga perasaan ke dalam serangkaian kalimat yang tersusun secara logis dalam suatu kesatuan.
  • Yang kedua untuk menandai peralihan gagasan baru bagi karangan yang terdiri beberapa paragraf, ganti paragraf berarti ganti pikiran juga.
  • Yang ketiga untuk memudahkan pengorganisasian gagasan bagi yang menulis dan memudahkan pemahaman bagi yang mbacanya.
  • Yang keempat memudahkan pengembangan topik karangan ke dalam satuan unit pikiran yang lebih kecil.
  • Yang kelima untuk memudahkan pengendalian variable, terutama pada karangan yang terdiri dari beberapa variabel.

Jenis-jenis paragraf dapat dilihat seperti di bawah ini:

  • Paragraf Narasi adalah suatu jenis paragraf yang menceritakan suatu kejadian atau suatu peristiwa berdasarkan urutan waktu. Paragraf narasi terdiri dari narasi kejadian dan narasi runtut cerita. Paragraf narasi kejadian yaitu paragraf yang menceritakan suatu kejadian ataupun suatu peristiwa, sedangkan paragraf narasi runtut cerita yaitu paragraf yang pola pengembangannya dimulai dari urutan tindakan ataupun perbuatan yang menciptakan ataupun menghasilkan sesuatu.
  • Paragraf Eksposisi adalah suatu paragraf yang bertujuan untuk memaparkan, menyampaikan informasi, mengajarkan, menjelaskan dan juga menerangkan suatu topik kepada yang membacanya dengan tujuan untuk memberikan informasi sehingga memperluas pengetahuan si pembaca. Untuk memahami paragraph ini si pembaca harus melakukan proses berpikir dan juga melibatkan pengetahuan.
  • Paragraf Agumentasi adalah suatu jenis paragraf yang mengungkapkan ide, gagasan, ataupun pendapat penulis dengan disertai bukti dan juga fakta (yang benar terjadi). Tujuannya yaitu supaya si pembaca yakin bahwa ide, gagasan, dan pendapat tersebut adalah benar adanya dan terbukti.
  • Paragraf persuasi adalah suatu bentuk atau jenis karangan yang mempunyai tujuan membujuk pembaca supaya ingin berbuat sesuatu sesuai dengan keinginan penulisnya. Supaya tujuannya bisa tercapai, penulis harus mampu mengemukakan pembuktian dengan menggunakan data dan juga fakta.

Selain itu paragraf juga terdiri dari beberapa macam berdasarkan letak kalimat utamanya yaitu (1) Paragraf deduktif yaitu paragraf  yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok kemudian diikuti dengan kalimat-kalimat penjelas. (2) Paragraf induktif yaitu paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan kemudian diakhiri dengan kalimat topik. (3) Paragraf Variatif yaitu paragraf yang dimulai dengan mengemukakan persoalan pokok atau kalimat topik kemudian diikuti kalimat-kalimat penjelas dan diakhiri dengan kalimat topik. Kalimat topik pada akhir paragraf merupakan penegasan dari awal paragraf. (4) Paragraf Deskriftif/Naratif yaitu paragraf yang tidak memiliki kalimat utama . Pikiran utamanya menyebar pada seluruh paragraf atau secara tersirat pada kalimat-kalimat penjelas.

Sedangkan pola pengembangan paragrafnya adalah (1) Umum-Khusus yaitu paragraf yang dimulai dengan pikiran pokok kemudian diikuti oleh pikiran-pikiran penjelas. (2) Khusus-Umum yaitu paragraf yang dimulai dengan pikiran-pikiran penjelas kemudian diikuti oleh pikiran pokok atau kesimpulan. (3) Sebab Akibat yaitu paragraf yang didahului dengan sebab terjadinya sesuatu dan diikuti rincian-rincian sebagai akibatnya atau sebaliknya. Sebab sebagai pikiran utama dan akibat sebagai pikiran penjelasnya. (4) Perbandingan yaitu paragraf yang mengungkapkan persamaan dan perbedaan dua objek atau lebih.

Itulah pembahasan mengenai jenis-jenis paragraf semoga bermanfaat dan menjadi referensi bagi siapapun yang membaca artikel ini.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply