Contoh Puisi Baru : Soneta

Sastra 0

 

Soneta

Puisi Baru Soneta

Soneta berasal dari bahasa Italia yaitu Sonetto yang terbentu dari bahasa Latin Sono yang berarti bunyi atau suara. Soneta  merupakan bentuk Kesusastraaan Italia yang menyebar ke sekuruh dunia termasuk ke Indonesia. Soneta masuk ke Indonesia dibawa oleh para pemuda yang belajar di Belanda.

Pelopor pujangga soneta di Indonesia adalah Muhammad Yamin. Selain itu banyak pujangga-pujangga soneta yang terkenal di indonesia yakni : J.E. Tatengkeng, Rustam Effendi, dan STA.

Fungsi dari soneta itu sendiri sebagai alat komunikasi untuk menyatakan curahan hati. Sekarang soneta berkembang sebagai alat mencurahkan perasaan-perasaan tentang kerinduan terhadap tanah air, kemajuan kebudayaan, perasaan keagamaaan dan lain sebagainya.

Jika ingin menulis sebuah soneta maka harus memenuhi syarat-syarat soneta itu sendiri yakni : jumlah baris ada 14 baris, keempat belas  baris terdiri dari 2 Quatrain dan 2 buah Terzina (2×4 dan 2×3), kedua Quatrain merupakan kesatuan Stanza dan Octav, kedua Terzina merupakan kesatuan Sextet, jumlah suku kata tiap baris biasanya antara 9-14 suku kata, sajak akhinya a-b-b-a, a-b-b-a, c-d-c, d-c-c.

Tetapi lama kelamaan para pujangga Soneta tidak mengiku syarat-syarat di atas. Yang tetap dipatuhi hanya jumlah barisnya saja yang 14 baris. Contoh Soneta Muhammad Yamin :

Gembala

Perasaan siapa takan nyala

Melihat anak berlagu dendang

Seorang saja ditengah padang

Tiada berbaju buka kepala

 

 

Beginilah nasib anak gembala

Bertenduh di bawah kayu nan rindang

Semenjang pagi meninggalkan kandang

Pulang ke rumah di senja kala

 

 

Jauh sedikit sesayup sampai

Terdengar olehku bunyi serunai

Melagukan alam nan molek permai

 

 

Wahai gembala di segara hijau

Mendengarkan puputmu menurutkan kerbau

Maulah aku menurutkan dikau

 

Sanusi Pane :

 

Candi

Engkau menahan empasan kala

Tinggal berdiri indah permai

Tidak mengabaikan serangan segala

Megah kuat tidak terperai

 

 

Engkau berita masa yang lalu

Masa Indonesia masyur maju

Dilayan putra bangsawan kalbu

Dijunjung tinggi penaka ratu

 

 

Aku memandang suka dan duka

Berganti-ganti di dalam hati

Terkenang dulu dan waktu nanti

 

 

Apa gerangan masa di muka

Jadi bangsa yang kucinta ini

Adakah tanda megah kembali?

Jumlah yang empat belas baris itu dirasa kurang oleh para pejungga maka sering ditambah beberapa baris menurut kehendak pengarang. Tambahan baris dalam Soneta disebut Cauda yang berarti ekor.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Contoh Puisi Baru : Soneta,4.50 / 5 ( 2votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply