Contoh Sinopsis Novel Sastra Indonesia

Sastra 0

Cikancah-Cyber – Sinopsis Novel adalah ringkasan cerita atau ikhtisar cerita dari novel. Ringkasan novel adalah bentuk dari pemendekan sebuah novel dengan tetap memperhatikan unsur-unsur intrinsik novel tersebut. Membuat sebuah sinopsis merupakan suatu cara yang efektif untuk menyajikan karangan (novel) yang panjang dalam bentuk yang singkat atau pendek.

Dalam membuat sinopsis, keindahan gaya bahasa, ilustrasi, dan penjelasan-penjelasan dihilangkan, tetapi tetap mempertahankan isi dan gagasan umum dari  pegarangnya tetap dipertahankan.

Membuat sinopsis biasanya dibatasi oleh jumlah halaman, dua atau tiga halaman, seperlima atau sepersepuluh dari panjang karangan yang asli.

Langkah-langkah membuat sinopsis

  • Sebelum membuat sinopsis, membaca naskah asli terlebih dahulu untuk mengetahui kesan, substansi dan esensi umum penulis.
  • Mencatat gagasan utama dengan menggaris bawahi gagasan – gagasan yang paling penting.
  • Menulis ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan utama sebagaimana dicatat pada langkah kedua. Gunakan kalimat yang padat, efektif, dan menarik untuk merangkai jalan cerita menjadi sebuah karangan singkat yang menggambarkan karangan asli.
  • Dialog dan monolog tokoh cukup ditulis isi atau dicari garis besarnya saja.
  • Ringkasan atau sinopsis novel tidak boleh menyimpang dari jalan cerita dan isi dari keseluruhan novel.

Di bawah ini adalah contoh sinopsis novel sastra Indonesia :

AKI

aki

Novel Aki : Idrus

 

Novel Aki merupakan buah karya Idrus yang diterbitkan pertama kali oleh Balai Pustaka pada tahun 1949. Pengarang novel tersebut (Idrus) merupakan seorang pengarang yang suka melontarkan cemoohan dan ejekkan halus, dan selalu tepat mengenai sasarannya.

Tema                     : Semangat hidup dan kemauan hidup yang tinngi

Setting                  : Jakarta

Tokoh                   :

  1. Aki : seorang lelaki pengidap penyakit TBC
  2. Sulasmi : isteri Aki yang setia
  3. Akbar dan Lastri : anak pasangan Aki  dan Sulasmi

Ringkasan Cerita               :

Aki adalah seorang lelaki yang berumur 29 tahun yang menderita penyakit TBC. Dia sangat kuring kering, badannya bongkok, dan wajahnya tampa lebih tua dari umur yang sebenarnya. Karena penyakitnya itu ia sering tidak masuk kantor. Setiap orang yang melihat tubuhnya pasti akan mengolok-olok. Namun tidak dengan rekan satu kantornya. Mereka sangat menghormati karena lelaki itu selalu meperlakukan mereka dengan baik. Sebagai atasan Aki tidak pernah mengabaikan bawahannya, bahkan selalu memperhatikan kepentingan mereka. Pimpinan tempat Aki bekerja sangat sangat menghormatinya dan menyayanginya. Ia menaruh kepercayaan besar kepadanya karena hasil pekerjaan Aki selalu memuaskan.

Suatu hari penyakit yang diderita Aki semakin parah, bahkan selama beberapa saat, denyut nadinya tidak terdengar sama sekali. Ia tidak bernafas. Hal itu menyebabkan Sulasmi isterinya sangat sedih. Ia takut kehilangan orang yang dicintainya. Ia terus menangis. Namun tiba-tiba suaminya sadar dan tersenyum kepadanya. Bahkan suaminya mengatakan bahwa ia akan meninggal tepat pada tanggal 16 Agustus tahun depan. Ia meminta isterinya menyiapkan segala sesuatunya menjelang kematiannya.

Setelah kejadian itu kekauatan Aki pulih kembali. Badannya tidak kurus lagi, bahkan menjadi gemuk. Ia mencukur habis rambutnya. Kemudian mengajukkan berhendi bekerja kepada pimpinannya dengan alasan bahwa ia akan meninggal dunia pada tanggal 16 Agustus tahun mendatang.

Mendengar pembicaraan Aki yang tidak masuk akal rekan-rekannya menganggap Aki sudah gila. Kepala kantornya akan menaikkan gaji dan pangkat Aki. Ia tidak mempercayai omongan Aki. Ia selalu memperhatikan Aki tidak ada hal yang aneh bahkan hasil pekerjaan Aki tidak ada kesalahan sama sekali.

Tibalah tanggal 16 Agustus yang dikabarkan sebagai tanggal kematian Aki. Anaka-anak Aki, Akbar dan Lastri tidak masuk sekolah. Seluruh penghuni kantor menjadi sibuk. Mereka menghiasi mobil kantor dengan bunga-bungaan, bahkan kepala kantor secara terus menerus menghafal pidato yang akan dibacakan pada saat penguburan. Salah satu pegawai kantor mengarang sebuah puisi yang berjudul Lagu Aki untuk mengenang Aki. Semua penghuni kantor menyanyikan lagu Aki dengan diiringi orkes beringin. Karena lagu itu sipengarang dijebloskan ke penjara, da di penjara ia menggembor-gemborkan bahwa ia adalah pengarang hebat, karena hanya orang hebatlah yang akan dimasukkan ke penjara karena karangannya.

Aki sendiri mengenakan baju terbagus yang dimilikinya untuk menghadap malaikat maut yang akan mendatanginya pada pukul 3 nanti. Sebelum pukul 3, ia menyuruh Akbar dan Lastri untuk menyuruh ke luar kamar dan menyuruh isterinya untuk tidur di dekatnya. Sulasmi diperintahkan untuk membelakanginya agar ia tidak melihat perjuangan ketika menghadapi maut.

Pukul 3 lewat 20 menit, Sulasmi memberanikan diri melihat keadaan suaminya. Ketika dilihat suaminya tidak bernafas lagi, ia masih mencoba memanggil nama suaminya berulang-ulang, namun sang suami diam tak bergeming. Ia pun menangis meraung-raung meratapi kepergian suaminya. Kemudian ia keluar kamar dan memberitahukan kepada orang bahwa suaminya sudah tiada.

Sebagian orang sibuk menyiapkan kereta jenazah, sedangkan sebagian lainnya berebutan ingin melihat jenazah Aki. Namun tak berapa lama kemudian, orang-orang yang memasuki kamar Aki tanpak berteriak berlarian ke luar. Sulasmi merasa heran melihat mereka berhamburan lari ke luar tanpa menjelaskan apapun kepadanya.

Bahkan orang-orang yang merasakan penasaran menjulurkan kepalanya ke kamar suaminya pun berklarian keluar. Sulasmi kemudian memasuki kamar dan melihat suaminya sedang merokok. Tampanya suaminya belum mati. Ia hanya tertidur dan kemudian terbangun mendengar keributan orang-orang di sekitarnya. Sulasmi bersyukur kepada Tuhan karena suaminya masih hidup. Bahkan suaminya berkata bahwa ia tidak mau mati sebelum ia mencapai 60 tahun.

Sejak peristiwa itu, Aki tampak sehat dan kehidupan rumah tangganya diliputi kebahagiaan. Aki tampak lebih muda dari usianya.  Pada usia 42 tahun ia tampak seperti berusia 29 tahun.

Ia kemudian menggantikan posisi kepala kantornya karen atelah meninggal dunia 3 tahun yang lalu. Ia juga melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum dan sekelas dengan orang-orang yang usianya jauh di bawahnya. Semangat hidupnya telah bangkit kembali. Ia mengatakan kepada isterinya bahwa ia ingin hidup lebih lama lagi, sampai usia seratus tahun.

ANAK DAN KEMENAKAN

anak kemenakan

IAnak dan Kemenakan : Marah Rusli

Anak dan Kemenakan merupakan novel ankatan Balai Pustaka yang ditulis oleh Marah Rusli dan diterbitkan oleh Balai Pustaka pada tahun 1956. Novel ini bercerita tentang perkawinan dan adat-istiadat.

Tema                     : Pernikahan sepasang muda-mudi yang mendapat halangan.

Setting                  : Padang

Tokoh                   :

  1. Yatim : anak angkat pasangan Sutan Alam Sah dan Siti Mariana.
  2. Puti Bidasari : sepupu dari Yatim yang dibesarkan pasangan Sutan Alam Sah dan Siti Mariana
  3. Sutan Alam Sah : seorang bangsawan di kota Padang
  4. Siti Mariana : ibu Yatim, seorang yang terpelajar
  5. Sutan Baheran : ayah dari Puti Bidasari
  6. Puti Renosari : ibunya Puti Bidasari
  7. Baginda Mais : seorang yang kaya yang ingin mengangkat Puti Bidasari menjadi mantunya.
  8. Sutan Malik : anak kandung Baginda Mais.
  9. Malim Batuah : orang tua kandung Yatim seorang tukang pedati.

Ringkasan cerita               :

Yatim adalah anak angkat Sutan Alam Sah dan Siti Mariana. Sedangkan Puti Bidasari adalah saudara sepupu Yatim yang dibesarkan oleh keluarga Sutan untuk menghindarkan bencana yang menimpa keluarganya karena orang tuanya sudah dua kali dikaruniai anak, tetapi kedua anak yang dilahirkannya meninggal.

Agar bencana tidak terulang kembali, kedua orang tua Puti Bidasari menitipkan anak semata wayangnya kepada keluarga Sutan Alam Sah. Baik Yatim maupun Puti Bidasari dibesarkan bersama dalam satu atap dan keduanya mendapat perlakuan yang baik. Keduanya layaknya kakak beradik, hidup bahagia dan saling menyayangi.

Ketika bernajak remaja, yatim sekolah di sekolah Hukum Tinggi di Belanda. Beberapa tahun kemudian ia berhasil meraih gelar master. Saat itulah ia merasakan perasaan cinta terhadap Puti Bidasari telah berubah bukan sebagai kakak pada adiknya melainkan cinta seorang pria kepada wanita pujaan hatinya. Kemudia ia mendekati Puti Bidasari dan menyatakan cinta kepadanya. Ternya ia tidak bertepuk sebelah tangan karena Puti Bidasari pun secara diam-diam mencintainya.

Lama kelamaan hubungan cinta kasih keduanya diketahui oleh Sutan Alam Sah dan isterinya. Mereka sepakat untuk menikahkan keduanya. Suatu hari, keluarga Sutan Alam Sah kedatangan tamu seorang bangsawan Padang Baginda Mais yang ingin menikahkan putranya dengan Puti Bidasari. Ia menceritakan maksudnya, namun permintaaan itu ditolak karena ia dan isterinya telah sepakat untuk menikahkan Puti Bidasri dengan Yatim.

Mendengar penolakan itu, Baginda Mais tidak putus asa. Ia mendatangi orang tua Puti Bidasari yaitu Sutan Baheram danPuti Renosari, untuk menceritakan keinginannya. Bahkan mencerita Puti Bidasari dan Yatim dijodohkan oleh Sutan Alam Sah dan isterinya. Mendengar hal itu ia terkejut karena tidak diajak berunding. Mereka menginginkan putrinya menikah dengan Sutan Malik putra Baginda Mais.

Kedua orang tua Puti Bidasari mendatangi Sutan Alam Sah dan isterinya dan meminta untuk membatalkan pernikahan tersebut. Mereka menegaskan ingin menikahkan putrinya dengan Sutan Malik. Saking marahnya , mereka menceritakan ihwal Yatim bahwa ia bukanlah anak kandung Sutan Alam Sah. Melainkan anak seorang tukang pedati yang bernama malim Batuah.

Mendengar cerita tersebut Puti Bidasari dan Yatim terkejut.  Kemudian Yatim mengurungkan niatnya untuk menikahi gadis itu karena merasa tidak sederajat dengannya. Dengan berat hati kedua berpisah dan harus menuruti keinginan kedua orang tuanya .

Setelah kejadian itu, Yatim dijodohkan dengan Siti Nurmala. Yatim merasa bimbang karena dalam hatinya ia tidak bersedia menikahi Siti Nurmala. Namun demi mempertahankan kehormatan ayahnya ia pun menerima Siti Nurmala sorang gadis yang telah menjadi kekasih dr. Azis salah satu sahabat Yatim.

Rencana pernikahan Puti Bidasari dan Sutan Malik dan pernikahan Ytim dengan Siti Nurmala sudah ditentukan. Namun dr. Azis tidak menginginkan kekasihnya menikah dengan Yatim. Ia berhasil menemukan bukti-bukti kejahatan yang dilakukan Sutan Malik terhadap Sutan Pamean, mamaknya Sutan Malik. Dr. Azis menemukan Sutan Malik telah membunuh Marah Udin, beberapa saat sebelum ijab kobul dilaksanakan. Kesaksian dr. Azis berhasil membatalkan pernikahan tersebut. Dan akhirnya Siti Nurmala menikah dengan dr. Azis sedangkan Yatim  diperbolehkan menikah dengan Puti Bidasari, karena kedua orang tua itu menginginkan menantu seorang bangsawan.

Suatu hari Sutan Alam Sah kedatangan tamu, yaitu Sutan Ali Akbar dari Indrapura yang bermaksud mencari kakak kandungnya. Ia terkejut ketika melihat cincin yang dipakai Yatim sama persis seperti cincin yang dipakainya. Kemudia ia menanyakan perihal Yatim Kepada Sutan Alam Sah. Dengan panjang lebar menceritakan bahwa Yatim anak angkatnya yang dipungut dari seorang tukang pedati.

Mendengar cerita itu Sutan Ali Akbar merasa lega karena dengan mudah dapat menemukan kakaknya yang telah lama menghilang. Setelah ditelusuri, ternyata Yatim adalah cucu  dari Sutan Ali  Rasyid, kakanya yang selama ini dicarinya. Ibu Yatim bernama Puti Nuriah, ia meninggal dunia dua hari setelah melahirkan Yatim. Sedangkan ayah Yatim yaitu Sutan Pamean meninggalkan isterinya tanpa alasan.

Asal-usul Yatim segera diketahui oleh kedua orang tua Puti Bidasari. Mereka pun menyetujui pernikahanputrinya dengan Yatim. Setelah pernikahin itu Yatim dan Puti Bidasari meninggalkan Padang Manuju Ke Jakarta. Meninggalkan lingkungan yang masih menerapkan adat yang usang dan meninggalkan orang-orang yang masih terkungkung dengan keusangan tersebut.

Demikian cara menulis sinopsis  dan contoh sinopsis novel sastra Indonesia semoga menjadi tambahan wawasan dan pengetahuan bagi kita semua khususnya bagi para pembaca.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply