Inilah Lima Tempat Penenggelaman Kapal Pelaku Ilegal Fishing

Berita 0

30 Kapal di Tenggelamkan Hari ini Secara Serentak

Inilah Lima Tempat Penenggelaman Kapal Pelaku Ilegal Fishing

Salah Satu Proses Penenggelaman Kapal Pelaku Ilegal Fishing Beberapa Waktu Lalu (foto:Istimewa)

(Cikancah-Cyber) – Hari ini Pemerintah Indonesia akan menenggelamkan 30 Kapal  yang melakukan pelanggaran berupa ilegal fishing dan dilakukan oleh Satgas 115 di 5 tempat yang berbeda dalam waktu yang sama yaitu pukul. 10.00 WIB.

“Prosesi penenggelaman dipimpin langsung oleh Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti selaku Komandan Satgas 115 melalui live streaming dari Kantor Kementerian Kelautan dan Perikanan, Jakarta, yang diledakkan secara serentak pada Senin (22/2/2016), tepat pada pukul 10.00 WIB,” ujarnya.

Berikut lokasi dan jumlah kapal yang akan ditenggelamkan adalah :
1. Pontianak, Kalimantan Barat; delapan kapal Vietnam.
2. Bitung, Sulawesi Utara; 10 kapal (enam Filipina, empat Indonesia)
3. Batam, Kepulauan Riau; 10 kapal (tujuh Malaysia, tiga Vietnam)
4. Tahuna, Sulawesi Utara; satu kapal Filipina
5. Belawan, Sumatera Utara; satu kapal Malaysia.

Proses penenggelaman kapal pelaku illegal fishing mengacu pada Pasal 76A UU Nomor 45/2009 tentang Perubahan Atas UU No 31/2004 tentang Perikanan, yaitu benda dan/atau alat yang digunakan dalam dan/atau yang dihasilkan dari tindak pidana perikanan dapat dirampas untuk negara atau dimusnahkan setelah mendapat persetujuan Ketua Pengadilan Negeri. “Serta berdasarkan putusan pengadilan yang telah memiliki kekuatan hukum tetap (inkracht) sebagaimana diatur dalam Kitab Hukum Acara Pidana,” ujar Tyas Budiman (Direktur Pengawasan Sumber Daya Perikanan Direktorat Jenderal Pengawasan Sumberdaya Kelautan dan Perikanan).

Dalam pelaksanaanya mendapat dukungan penuh dari TNI Angkatan Laut (AL), Kepolisian Republik Indonesia (Polri), Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla), Kejaksaan Agung dan instansi terkait lainnya.

Total Kapal yang telah di tenggelamkan mencapai 151 kapal yang terdiri dari 50 kapal Vietnam, 43 kapal Filipina, 21 kapal Thailand, 20 kapal Malaysia, dua kapal Papua Nugini, 1 kapal Tiongkok dan 14 kapal berbendera Indonesia.

Pemerintah berharap semoga dengan proses penenggelaman kapal-kapal pelaku ilegal fishing ini dapat menekan atau meminimalisir kegiatan ilegal fishing di perairan Indonesia.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply