Jenis Puisi Baru dan Contohnya

Sastra 0
jenis puisi baru

puisi baru & jenisnya

Ragam sastra itu ada beberapa macam, salah satunya adalah puisi. Katagori puisi banyak dijadikan bahan pembelajaran di sekolah-sekolah, baik puisi lama, puisi baru, maupun puisi modern. Yang tergolong puisi baru diantaranya adalah distichon, terzina, quatrain, quint, sextet, septima, stanza, dan soneta.

Sedangkan isi dari puisi baru merupakan penjelmaan cita-rasa para penggubahnya. Dimana mereka mencurahkan perasaannya lewat untaian kata-kata yang indah untuk dinikmati.

Distichon

Distichon adalah sajak atau puisi yang terdiri dari dua seuntai. Jumlah baris tiap baitnya yakni dua baris, biasanya bersajak sama (a-a). Contoh distichon :

Berkali kita gagal

Ulangi lagi dan cari akal

Berkali-kali kita jatuh

Kembali berdiri jangan mengeluh.

                                                (Or. Mandank)

Terzina

Terzina adalah sajak atau puisi tiga seuntai. Artinya puisi yang terdiri dari tiga baris dalam tiap baitnya. Contoh :

Cinta

Dalam ribaan bahagia datang.

Tersenyum bagai kencana

Mengharum bagi cendana

Dalam bah’gia cinta tiba melayang

Bersinat bagai matahari

Mewarna bagaikan sari.

                                                (Madah Kelana : Sanusi Pane)

Quatrain

Quatrain adalah jenis puisi atau sajak empat seuntai. Tiap baitnya terdiri dari empat baris. Contoh :

Mendatang-datang jua

Mendatang-datang jua

Kenangan lama lampau

Menghilang muncul jua

Yang dulu sinau silau

Membayang rupa jua

Adi kanda lama lalu

Membuat hati jua

Layu lipu rindu-sendu.

                                                ( A. M. Daeng Myala)

Quint

Quint adalah sajak atau puisi yang terdiri dari lima seuntai. Jumlah baris tiap baitnya yakni lima baris. Contoh :

Hanya kepada Tuan

Satu-satu perasaan

Yang saya rasakan

Hanya dapat saya katakan.

Kepada Tuan

Yang pernah merasakan.

Satu-satu kegelisahan

Yang saya rasakan

Hanya dapat saya kisahkan

Kepada Tuan

Yang pernah diresah gelisahkan.

Satu-satu kenyataan

Yang bisa dirasakan

Hanya dapat saya nyatakan

Kepada Tuan

Yang enggan menerima kenyataan.

(Or. Mandank)

Sextet

Sextet adalah sajak atau puisi enam seuntai. Artinya puisi yang terdiri dari enam baris dalam tiap baitnya. Contoh :

Merindukan Bagia

Jika hari’lah tengan malam

Angin berhenti dari bernafas

Alam seperti dalam samadhi

Sukma jiwaku rasa tenggelam

Dalam laut tidak terwatas

Menangis hati diiris sedih

(Ipih)

Septima

Septima adalah jenis puisi atau sajak tujuh seuntai. Tiap baitnya terdiri dari tujuh baris. Contoh :

Indonesia Tumpah Darahku

Duduk di pantai tanah yang permai

Tempat gelombang pecah berderai

Berbuih-buih di pasir terderai

Tampaklah pulau di lautan hijau

Gunung gemunung bagus rupanya

Ditimpa air mulia tampaknya

Tumpah darahku Indonesia namanya.

(Moh. Yamin, S.H.)

Stanza

Stanza atau dikenal juga dengan Octav adalah adalah jenis puisi atau sajak delapan seuntai. Tiap baitnya terdiri dari delapan baris. Contoh :

Awan

Awan datang melayang perlahan

Serasa bermimpi, serasa berangan

Bertambah lama, lupa di diri

Bertambah halus akhirnya seri

Dan bentuk menjadi hilang

Dalam langit biru gemilang

Demikian jiwaku lenyap sekarang

Dalam kehidupan teguh tenang.

(Sanusi Pane)

Puisi baru merupakan pancaran masyarakat baru dan banyak dihasilkan oleh para sastrawan, terutama Ankatan Balai Pustaka dan Pujangga Baru. Sudah barang tentu puisi baru masih terpengaruh adat Melayu, sehingga bahasa digunakan sebagai medianya juga terpengaruh oleh Bahasa Melayu atau ke-Melayu-melayuan. Semoga bermanfaat.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply