Kalimat Introgatif (Kalimat Tanya)

Artikel, Bahasa 0
kalimat tanya

Kalimat Tanya (Kalimat Introgatif)

Kalimat tanya  atau kalimat introgatif adalah kalimat yang isinya menanyakan sesuatu atau seseorang. Jika seseorang itu ingin mengetahui jawaban terhadap suatu masalah atau keadaan, maka menanyakannya dan kalimat yang dipakai adalah kalimat tanya.

Ada lima cara untuk membentuk kalimat tanya :

  1. Menambahkan kata apakah;
  2. Membalikkan urutan kata;
  3. Memakai kata bukan atau tidak;
  4. Mengubah intonasi kalimat;
  5. Memakai kata tanya.

Kalimat berita dengan bentuk apapun dapat diubah menjadi kalimat tanya dengan menambahkan kata apa pada kalimat tersebut. Partikel –kah dapat ditambahkan pada kata tanya itu untuk sedikit memperhalus dan lebih formal. Intonasi yang dipakai dapat sama dengan intonasi kalimat berita. Contoh : a. Dia istri Pak Ade. b. Apa dia isteri Pak Ade?

Partikel –kah hanya dapat diletakkan pada kata tanya apa, dan seluruh bentuk ini ditempatkan pada permulaan kalimat.

 

Cara kedua untuk membentuk kalimat tanya adalah dengan mengubah urutan kata dari kalimat berita. Ada beberapa kaidah yang perlu diperhatikan :

  1. Jika dalam kalimat berita terdapat kata bantu seperti dapat, bisa, harus, sudah,mau, maka kata itu dapat dipindahkan ke depan kalimat dan ditambah partikel –kah.

Contoh           : (a) Dia dapat segera pergi. (b) Dapatkah  dia pergi sekarang?

  1. Dalam kalimat yang predikatnya nomina atau adjektiva, urutan subjek dan predikatnya dapat dibalikkan dan kemudian partikel –kah ditambahkan pada predikat.

Contoh           : (a) Lela pacar Roby. (b) Pacar Robykah Lela?

  1. Jika predikat kalimat adalah verba taktransitif, ekatransitif, atau semitransitif, maka verba dapat dipindahkan ke awal kalimat dan kemudian ditambah partikel –kah.

Contoh           : (a)  Anang menangis kemarin. (b) Menangiskah Anang kemarin ?

 

Cara ketiga untuk membentuk kalimat tanya adalah dengan menempatkan kata bukan, belum, atau tidak. Kata tersebut ditempatkan di akhir kalimat dan diselingi tanda koma. Contoh                  : (a) Paket itu dikirim. (b) Paket itu dikirim, (apa) tidak?

 

Cara keempat yang dipakai untuk membentuk kalimat tanya adalah dengan mempertahankan urutan kalimatnya seperti kalimat berita, tetapi dengan intonasi yang berbeda yakni intonasi yang naik maka berubah menjadi kalimat berita.

  1. Pencuri itu belum tertangkap?
  2. Neneng kuliah di perhutani UGM?

Cara terakhir untuk membentuk kalimat tanya adalah dengan memakai kata tanya seperti siapa, kapan, dan mengapa. Sebagian dari kata tanya itu dapat menanyakan unsur inti dalam kalimat, sebagian lain menggantikan unsur bukan inti. Contoh :

  1. Dia mencari Pak Raden.
  2. Dia mencari siapa?

(unsur inti dalam kalimat).

  1. a. Minggu depan mereka akan berangkat ke China.
  2. Kapan mereka akan berangkat ke China?

(unsur bukan inti)

 

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply