Contoh Makalah Evaluasi Diri

Pendidikan 0

 

Makalah Evaluasi Diri

(Cikancah-Cyber) – Di bawah ini adalah merupakan salah satu contoh makalah evaluasi diri dalam pemilihan guru berprestasi.

BAB I

Latar Belakang

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis edukatif, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang kokoh sehingga dapat menjadi sosok panutan bagi siswa, keluarga, maupun masyarakat, dalam menciptakan pendidikan yang bermutu.

Pemilihan guru berprestasi dimaksudkan untuk mmemberikan dorongan motivasi, dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme guru yang diharapkan akan berpengaruh positif pada kinerja dan prestasi kerja.

Dengan ikut pada pemilihan guru berprestasi ini saya menghendaki sesuatu yang berbeda dalam hidup saya. Apa yang diperoleh dari kegiatan ini akan lebih menambah pengalaman dan pengetahuan  yang sangat berharga dalam hidup saya terutama dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai seorang mendidik. Keberhasilan dalam melaksanakan tugas, secara  nyata mampu meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dalam rangka mencerdaskan anak bangsa.

Untuk menjadi seorang guru yang professional harus memiliki berbagai macam kompetensi , yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalan  dan menghasilkan karya kreatif atau inovatif dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan serta menghasilkan karya kreatif atau inovatif.

Dengan adanya pemilihan dan ikut sertanya menjadi peserta guru berprestasi ini,  saya  ingin lebih meningkatkan kinerja guru khususnya saya sendiri  dengan catatan peningkatan kinerja ini harus berdasarkan pada kualifikasi pendidikan yang dimiliki yang merupakan tujuan  dan cita-cita saya selama ini. Selain itu saya memiliki tujuan atau misi yang lain ingin memberikan pelayanan yang optimal bagi anak  sehingga dapat mandiri dan dapat berperanserta dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Kalau tujuan itu telah tercapai , maka mutu pendidikan akan lebih maju dan tidak ketinggalan oleh Negara lain. Hal yang paling penting dari meningkatnya kinerja itu akan terciptanya  tunas-tunas bangsa  yang berkualitas. Sehingga kelak di kemudian hari   mereka mampu menerapkan apa yang diperoleh selama menuntut ilmu. Kalau kinerja itu meningkat  dapat dijadikan panutan oleh siswa, rekan sejawat, maupun masyarakat sekitarnya. Serta  dapat mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan, dan  membiasakan berperilaku yang baik, itu merupakan misi dan tujuan saya dalam meningkat kinerja demi anak bangsa yang berkualitas lahir dan batin.

Oleh karena itu maka saya akan selalu belajar dan belajar , bekerja dan bekerja mencari hal-hal yang baru demi kemajuan dunia pendidikan terutama untuk kepentingan anak didik. Selalu terus menggali kemampuan diri dari berbagai segi untuk kepentingan dunia pendidikan dan saya selalu mencari berbagi pengetahuan dari berbagai sumber terutama dari sumber-sumber yang berbasic kemajuan tekhnologi yang sangat pesat perkembangannya.

BAB II

Prestasi yang Layak Menjadikan Saya sebagai Guru SMP Berprestasi

Kalau dilihat dari arti Guru Berprestasi itu sendiri yaitu guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional serta menghasilkan karya kreatif dan inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler. Maka saya sangatlah jauh untuk mencapai semua itu.

Prestasi yang sudah diperoleh berdasarkan evaluasi diri sendiri sudah melampaui criteria standar sebagai seorang guru berprestasi. Itu semua dikarenakan pengalaman atau cukup memiliki jam terbang yang tinggi. Maka dari itu saya terus belajar kepada mereka yang sudah banyak pengalaman untuk meningkatkan posisi saya sebagi guru berprestasi sehingga dapat mendekati kesempurnaan. Lambat laun mulai ada perubahan dalam diri dan karier saya. Dan akhirnya akan menjadi seorang guru yang lebih professional.

Semenjak saya  menjadi pendidik sudah dipercaya oleh pimpinan untuk menduduki jabatan sebagai salah satu pembantu kepala. Awalnya memang terasa menjadi beban tapi lama kelamaan  menjadi terbiasa karena selalu bertanya dan bertanya. Sampai sekarang kedudukan itu masih dipegang namun sudah beralih sebagai pembantu kepala dalam urusan kesiswaan yang tadinya hanya menjadi humas.

Dalam urusan kesiswaan sangat menyita waktu dan menguras pikiran dan tenaga karena banyak berbagai permasalahan siswa yang dihadapi sangat kompleks. Tapi semua itu dinikmati dan disyukuri untuk menambah berbagai pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, sehingga tujuan keprofesional itu dapat tercapai dengan cepat. Sehingga walaupun telah bebarapa kepala sekolah berganti saya masih tetap menduduki jabatan itu. Itu merupakan pandangan dari kepala sekolah yang menilai bahwa saya layak dan pantas menjabat dan memegang jabatan tersebut. Sebagai bukti nyata saya selalu dekat dengan siswa dan selalu bisa membantu siawa dalam memacahkan masalah, baik masalah pribadinya maupun permasalahan organisasi yang ada di sekolah.

Buah dari hasil tersebut dan  seiring waktu berjalan saya aktif atau giat berorganisasi di luar sekolah sendiri yang salah satunya ikut dalam kepengurusan kepramukaan walaupun sekupnya baru tingkat kecamatan. Dan ikut juga dalam musyawarah guru mata pelajaran baik tingkat komisariat maupun tingkat kabupaten.  Selain itu saya juga aktif diberbagai kegiatan di luar atau di lingkungan sekolah. Dan akhirnya saya terpilih untuk  mengikuti kegiatan guru berprestasi  tingkat kabupaten dengan serangkaian proses penilaian berbagai aspek dan seleksi di tingkat satuan pendidikan dengan selektif yang dilakukan oleh kepala sekolah. Yang walaupun persiapanya sangat mepet hanya diberikan beberapa hari, namun semua disikapi dengan lapang dada untuk menjadi seorang guru yang berprestasi dari berbagai segi untuk mencapai keprofesionalan yang sempurna.

Dalam pengembangan profesi saya menulis dan mencoba membuat atau melakukan penelitian  dan mencari alternative lain dalam memecahkan permasalahan dalam pembelajaran. Salah satunya dengan membuat Penelitian Tindakan Kelas  dimana anak mengalamami kesulitan dalam pembelajaran, dari hasil penelitian saya itu dapat ditemukan metode yang tepat untuk pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Dan hasil dari penilitian itu bisa dijadikan alternative oleh orang lain yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Sekolah merupakan tempat memberikan pengajaran dan pendidikan. Dalam mendidik anaklah yang paling sulit daripada mengajar. Tingkat kemampuan dan kecerdasan bahkan tingkah laku anak berbeda-beda, perlu kesabaran dalam mengarahkan  terutama bagi anak yang mempunyai sifat yang jelek. Sebagai seorang pendidik saya harus mampu mengarahkan anak ke arah yang lebih baik lagi yang nanti akan ada perubahan pola hidup dan kehidupannya. Pelatihan dan pendidikan kepada anak harus secara terus menerus untuk tercapai tujuan Pendidikan Nasional semua itu saya lakukan.

Dalam membimbing anak, saya selalu melakukan pendekatan-pendekatan yang bisa menjadikan anak tersebut berprestasi dalam pendidikan. Sebagai hasil dari latihan anak tersebut diikutsertakan dalam berbagai lomba dan kegiatan, sebagai bekal dan pengalaman anak tersebut.

Ada  beberapa hal  yang dapat saya  kebanggaan, anak didik saya tidak ketinggalan jauh dengan mereka yang sekolah di kota dengan fasilitas super lengkap. Anak didik saya ketika mengikuti berbagai kegiatan atau perlombaan masih bisa bersaing dan tidak menjdi minder ketika berlomba dengan siswa dari sekolah lain semua itu berkat latihan dan bimbingan yang terus menerus atas dasar dorong dan semangat dari guru dan yang tak kalah penting karena adanya kemauan yang keras dari diri siswa tersebut.

Sebagai contoh ketika saya ditugaskan untuk membina ekstrakurikuler kepramukaan anak didik saya ada yang mampu untuk ikut serta dalam Jambore Daerah Jawa Barat  yang diselenggarakan pada bulan Desember 2010. Yang Alhamdulillah ilmu yang diperolehnya dapat diterapkan bagi rekan-rekannya. Bahkan untuk di tingkat kwaran atau kecamatan  mampu mencapai juara tiga walau belum maksimal.

Dalam kegiatan yang lainnya pun saya selalu melakukan bimbingan dalam menerapkan karakter pada anak. Mereka diikutsertakan dalam berbagai lomba, yang baru-baru ini dilaksanakan dengan mengirimkan siswa berprestasi tingkat kabupaten yang dalam persyaratannya ada membuat karya tulis tentu saja karya tersebut perlu bimbingan agar mendekati kesempurnaan. Dan akhirnya dengan bimbingan karya tulis tersebut anak memiliki pengetahuan yang cukup dalam cara membuat karya tulis tersebut.

Selain itu anak dikirimkan mengikuti kegiatan rutin olimpiade sains, saya memberangkat beberapa anak mengikuti kegiatan tersebut dan tentu saja dengan arahan dan bimbingan saya selaku Pembina Kesiswaan dan bekerjasama dengan guru mata pelajaran bersangkutan, memang dalam mengikuti kegiatan saya selalu menekan pada anak agar selalu berusaha dan berusaha semaksimal mungkin untuk berprestasi. Dan saya selalu menekankan kepada anak untuk menunjukkan seluruh kemampuan yang dimiliki dan tentu saja saya tidak hanya menyuruh tapi dengan memberikan contoh yang positif dalam melakukan sesuatu dengan penuh kebanggaan dan kedisiplinan.

Dalam bidang menulis cerpenpun baru-baru ini saya menugaskan anak untuk ikut serta pada kegiatan tersebut. Sebelum berangkat anak diarahkan dan diberikan bimbingan dan dicoba membuat beberapa cerpen. Kemudian cerpen yang terbaik dan sesuai dengan tema yang ditentukan maka cerpen tersebut yang diikutkan dalam  lomba. Berkat bimbingan anak tidak canggung lagi mengikuti lomba tersebut. Dan saya selalu menekan pada anak agar membiasakan diri untuk selalu menulis terutama dalam menulis cerpen yang didasari dari pengalaman anak tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Puncak mencapaian anak dapat mewakili menulis cerpen dari komisariat ke tingkat kabupaten.

BAB III

Prestasi dalam Berkeluarga dan Bermasyarakat

Sebagai seorang guru yang selalu mendidik, membina, dan melatih anak di sekolah ke arah yang lebih baik tidak pernah melupakan keluarga dan hidup bermasyarakat. Karena keluarga dan masyarakat sangat memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang karier dan kehidupan saya di dunia pendidikan.

Saya menjadi seorang pendidik tentu saja berawal dari dorongan dan motivasi keluarga. Kebetulan basic keluarga saya adalah guru, orang tua, keluarga dan saudara saya pun banyak yang menjadi guru. Dengan dasar itulah  saya termotivasi untuk menjadi seorang guru yang professional dalam berbagai aspek.

Dengan terus memacu kinerja sebagai guru yang berdedikasi tinggi, maka dalam lingkungan keluarga menjadi panutan dari berbagi aspek. Setiap langkah, perbuatan, perkataan, dan gerak-gerik saya tidak lepas dari akhlak yang baik yang didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh swt, sehingga selalu ditiru dan dicontoh sebagai acuan untuk melangkah seluruh anggota keluarga terutama oleh anak-anak, dengan demikian saya selalu menberikan contoh hal-hal yang positif untuk memacu perkembangan psikologis anak-anak dan selalu menanamkan nilai-nilai karakter pada anak-anak. Terkadang anak-anak selalu bertanya kepada hal-hal yang semestinya belum layak dipahami, tapi saya selaku guru selalu menjawab dengan bijaksana dan selalu memberikan contoh-contonya. Sehingga anak-anak menjadi lebih memahami permasalahan atau persoalan yang menjadi pertanyaan.

Begitu pula anggota keluarga yang lain sangat bangga kepada profesi saya selaku guru. Apapun yang dilakukan merupakan gambaran pribadi yang baik. Ketika  di dalam keluarga ada hal atau permasalahan yang menghambat, maka mereka selalu meminta pandangan dan pendapat mana yang baik dan buruk, dan mana juga yang mesti dilakukan atau tidak. Dengan dimikian saya jadi seorang guru yang teladan di mata keluarga. Saya selalu menekankan kepada keluarga saya agar segala persoalan hidup itu disikapi dengan tenang dan jangan pernah melupakan doa kepada Alloh swt yang merupakan obat yang paling mujarap dari segala macam obat. Sehingga banyak saudara saya bercita-cita ingin menjadi guru seperti saya yang selalu aktif, kreatif, inovatif, dan berdedikasi tinggi untuk memajukan dunia pendidikan ini. Dan banyak pula yang bertanya bagaimana  untuk mencapai semua itu, dan mereka semua ingin mencontoh keberhasil yang diperoleh selama ini.

Sebagai seorang guru yang hidup di lingkungan masyarakat, saya selalu  bertingkah laku yang baik agar menjadi panutan dan teladan. Sehingga masyarakat memberikan kesan bahwa saya itu sebagai pribadi yang penuh cinta kasih, menyenangkan dan membanggakan. Masyarakat selalu mendukung segala ide atau gagasan yang dilontarkan untuk kepentingan umum.

Dalam hidup bersosial, saya selalu membayangkan hal yang baru saya menjadi guru bukan hanya mengajar di depan kelas saja. Tapi saya selalu ingin menyenangkan dan membangggakan bagi masyarakan di sekeliling saya. Saya harus menjadi teladan masyarakat yang mampu menghidupkan nilai rasa yang tumbuh dan berkembang  dalam masyarakat. Kehadiran saya di tengah masyarakat harus menjadi kebanggan.

Kebanggaan yang didapat bukan hanya sebatas memandang namun harus mampu menembus dinding hati yang paling dalam. Saya selalu ingin berbakti  di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan tantangan  dan ujian sebagai bukti pengabdian. Pengabdian yang bukan hanya 24 jam, tetapi pengabdian yang tiada henti sampai akhir kehidupan.

Keuntungan yang didapat pun tidaklah hanya sebatas kepuasan materi semata, melainkan kepuasan batin yang dapat menengkan hidup saya sampai akhirat kelak. Sebagai bukti bahwa saya sungguh-sungguh menyatu padu dengan masyarkat dapat dibuktikan dengan banyak orang berlomba-lomba menjadi guru karena benar adanya saya menjadi guru itu menjadi seorang yang bahagia. Maka dari itu saya tidak hanya digugu dan ditiru tapi saya menjadi insane yang memang benar-benar  dicinta banyak orang terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan saya.

Masyarakat beranggapan bahwa profesi saya menjadi guru merupakan orang nomor satu dalam hidup dan kehidupan manusia dimanapun berada. Di mata masyarakat saya adalah pembuka jalan hidup untuk meraih kemenangan.

Baca juga : Contoh Laporan Pertanggungjawaban Mutlak

BAB IV

Harapan dan Rencana Masa Datang

Harapan dan rencana saya masa datang untuk meningkatkan mutu pendidikan harus bisa menjadi pemimpin yang bisa membuat suatu perubahan, yakni saya harus mampu mempersiapkan siswa untuk bisa  menghadapi tantangan  global di luar sekolah. Dengan mutu pendidikan yang meningkat maka siswa akan lebih bertanggungjawab. Saya akan berusaha mengarahkan masa depan siswa agar siap menghadapi tantangan zaman. Memberikan semangat dan menjadi penyemangat kepada siswa.

Selain itu saya ingin menciptakan managemen pendidikan yang lebih baik lagi dari sekarang. Akan menciptakan managemen yang modern dan professional yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dalam dunia pendidikan. Dan saya akan merubah paradigma hubungan siswa dengan guru memiliki hubungan kemitraan.

Di sini antara guru dan siswa saling mendukung dan saling menyemangati proses pembelajaran yang saling membutuhkan diantara semua komponen.  Apabila siswa tidak dapat menghindar dari bahaya yang mengancam keselamatannya saya akan turun membantu memecahkan masalanya. Itu merupakan salah satu bukti hubungan kemitraan antara guru dan siswa. Sehingga akan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif. Itu semua merupakan harapan saya dan rencana masa depan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply