Makalah : Percaya Diri Memacu Prestasi

Pendidikan 0
makalah

Makalah Percaya Diri Memacu Prestasi

BAB I

LATAR BELAKANG

 

 

Guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Untuk melaksanakan tugasnya secara profesional, guru tidak hanya dituntut memiliki kemampuan teknis edukatif, tetapi juga harus memiliki kepribadian yang kokoh sehingga dapat menjadi sosok panutan bagi siswa, keluarga, maupun masyarakat, dalam menciptakan pendidikan yang bermutu.

 

Dalam dunia pendidikan dan pengajaran peran Guru di dalam kelas adalah sebagai fasilitator dan dinamisator dalam pembelajaran yang berlangsung di dalam kelas. Sebagai fasilitator dan dinamisator guru harus bisa mengubah suatu pandangan terhadap pembelajaran dari yang awalnya pembelajaran itu berpusat pada guru harus menjadi pembelajaran itu berpusat pada peserta didik.

 

Pandangan tersebut harus dipikirkan  lagi bahwa guru bukanlah satu-satunya sumber belajar di dalam kelas. Sumber belajar itu sangat banyak sekali seperti belajar dari lingkungan, belajar dari internet, buku-buku, dan sumber-sumber yang lainnya.

 

Sebagai seorang fasilitator dan dinamisator seorang guru harus mampu atau bisa menyediakan sumber belajar yang dibutuhkan dalam pembelajaran, harus mendampingi peserta didik dalam pengetahuan dan wawasan, memberikan umpan balik dari hasil pembelajaran peserta didik, dan secara bersama-sama membuat suatu kesimpulan terhadap pembelajaran yang telah dilaksanakan.

 

Perlu adanya motivasi untuk guru  dalam mengembangkan metode pembelajaran yang disesuaikan dengan keburuhan peserta didik. Motivasi itu harus timbul dari diri sendiri sebagai seorang guru. Harus menggunakan metode yang baru dengan melakukan inovasi. Dengan adanya metode pembelajaran yang sesuai dan motivasi yang tinggi maka peserta didik tidak akan merasa jenuh dan bosan dalam belajar dan prestasi peserta didik akan meningkat apabila menggunakan metode yang tepat.

 

Pemilihan guru berprestasi dimaksudkan untuk mmemberikan dorongan motivasi, dedikasi, loyalitas, dan profesionalisme guru yang diharapkan akan berpengaruh positif pada kinerja dan prestasi kerja.

 

Dengan ikut pada pemilihan guru berprestasi ini saya menghendaki sesuatu yang berbeda dalam hidup saya. Apa yang diperoleh dari kegiatan ini akan lebih menambah pengalaman dan pengetahuan  yang sangat berharga dalam hidup saya terutama dalam menjalankan tugas sehari-hari sebagai seorang mendidik.

 

Keberhasilan dalam melaksanakan tugas, secara  nyata mampu meningkatkan mutu proses dan hasil pembelajaran dalam rangka mencerdaskan anak bangsa. Untuk menjadi seorang guru yang professional harus memiliki berbagai macam kompetensi , yakni kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesionalan  dan menghasilkan karya kreatif atau inovatif dalam pengembangan keprofesian berkelanjutan serta menghasilkan karya kreatif atau inovatif.

Dengan adanya pemilihan dan ikut sertanya menjadi peserta guru berprestasi ini,  saya  ingin lebih meningkatkan kinerja guru khususnya saya sendiri  dengan catatan peningkatan kinerja ini harus berdasarkan pada kualifikasi pendidikan yang dimiliki yang merupakan tujuan  dan cita-cita saya selama ini. Selain itu saya memiliki tujuan atau misi yang lain ingin memberikan pelayanan yang optimal bagi anak  sehingga dapat mandiri dan dapat berperanserta dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

 

Kalau tujuan itu telah tercapai , maka mutu pendidikan akan lebih maju dan tidak ketinggalan oleh Negara lain. Hal yang paling penting dari meningkatnya kinerja itu akan terciptanya  tunas-tunas bangsa  yang berkualitas. Sehingga kelak di kemudian hari   mereka mampu menerapkan apa yang diperoleh selama menuntut ilmu.

 

Kalau kinerja itu meningkat  dapat dijadikan panutan oleh siswa, rekan sejawat, maupun masyarakat sekitarnya. Serta  dapat mengembangkan kehidupan anak didik dan siswa sebagai pribadi sekurang-kurangnya mencakup upaya untuk memperkuat keimanan dan ketaqwaan, dan  membiasakan berperilaku yang baik, itu merupakan misi dan tujuan saya dalam meningkat kinerja demi anak bangsa yang berkualitas lahir dan batin.

 

Oleh karena itu maka saya akan selalu belajar dan belajar , bekerja dan bekerja mencari hal-hal yang baru dan terobosan-terobosan demi kemajuan dunia pendidikan terutama untuk kepentingan anak didik. Selalu terus menggali kemampuan diri dari berbagai segi untuk kepentingan dunia pendidikan dan saya selalu mencari berbagi pengetahuan dari berbagai sumber terutama dari sumber-sumber yang berbasis kemajuan tekhnologi yang sangat pesat perkembangannya.

 

Menjadi seorang guru merupakan cita-cita saya sejak masih dibangku sekolah dasar, dengan alasan yang cukup sederhana yaitu:  “orang  yang mengajarkan ilmu keabaikan kepada orang lain  akan mendapatkan derajat yang tinggi disisi Alloh”. Jika ilmu yang saya ajarkan diajarkan ke orang lain lagi dan akan memberi manfaat, maka akan mendapatkan pahala dan derajat semakin tinggi. Dengan inilah saya mencintai profesi.

 

Untuk mewujudkan cita-cita saya itu, saya harus belajar dengan disiplin dan bisa membagi waktu serta berjuang mati-matian.  Bagimana tidak? saya dilahirkan dari keluarga sederhana, kedua orang tua saya harus kerja keras mencari nafkah supaya bisa bertahan hidup saja sudah suatu anugerah. Setiap hari sehabis pulang sekolah saya makan, sholat, dan istirahat sebentar terus membantu orang tua untuk bekerja

 

Saya tinggal di daerah pedesaan, yang jauh dari dari pusat kota dan keramaian, setiap pagi saya harus berangkat menuju  ke tempat kerja yang jaraknya cukup jauh. Sungguh perjuangan yang berat harus dilalui.  Karena itu adalah pilihan hidupku, saya  tidak  boleh merasa terbebani oleh keputusanku sendiri menjadi guru.  Setiap setengah enam pagi saya sudah bersiap- siap untuk berangkat supaya tidak terlambat sampai di sekolah. Dalam kondisi apapun saya berusaha agar tidak terlambat, supaya anak bisa mencontoh guru yang disiplin dan tepat waktu.

 

Mungkin ini cobaan saya agar berlatih sabar. Sebagai manusia biasa  saya juga ingin dekat dengan tempat bekerja namun karena pengganti saya jurusannya belum tepat, saya belum tega untuk melepaskan karena terbayang nilai anak-anak tidak sesuai harapan jika diajar  oleh guru yang bukan jurusannya.  Kadang-kadang saya merasa kurang semangat kalau mau berangkat hujan deras, Karena ingat tugas, tanggung jawab dan ingat guru adalah keputusanku  saya  tetap  berangkat dengan senang hati dan penuh semangat.

 

Sebagai tuntutan guru yang harus memiliki kualifikasi akademik dan agen pembelajaran, sehat jasmnai dan  rohani, serta memiliki kemampuan untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan  Nasional ( permendiknas no. 16 tahun 2007)  jauh sebelumnya saya berusaha untuk belajar. Saya selalu berusaha untuk meningkatkatkan kinerja saya agar nasib saya  semakin  membaik   di tahun mendatang. Syukur alhamdulillah saya sudah  lulus sertifikasi dan memperoleh sertifikat pendidik sebagai agen pembelajaran, sehat jasmnai dan  rohani, serta memiliki kemampua saya untuk mewujudkan Tujuan Pendidikan  Nasional.

 

Pada saat rapat persiapan Ujian Sekolah tahun pelajaran 2012/2013 kepala sekolah membacakan surat edaran dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yang berisi pemilihan guru berprestasi. Dan akhir rapat dibentuklah panitaia seleksi pemilihan guru berprestasi tingkat sekolah yang terdiri atas kepala sekolah unsur komite, guru senior dan  pengawas. Selama kurun waktu beberapa hari terpilihlah 4 kandidat yang akan diseleksi administrasi, dokumen portofolio dan  mengikuti tes wawancara. Dan alhamdulillah saya mendapat nilai  tertinggi terpilih mewakili sekolah untuk maju ke tingkat kabupaten.

 

Atas motivasi dan dorongan, ucapan selamat dan semangat dari teman- teman, ketua komite dan  perwakilan OSIS saya  harus segera menyiapkan segala persyaratan untuk maju ketingkat kabupaten. Inilah yang mendasari mengapa saya mengikuti pemlihan guru berprestasi. Saya berbekal semangat dan bersungguh-sungguh karena diberi amanat menjalankan tugas untuk membawa nama baik saya dan sekolah. Padahal sebelumnya saya belum ada gambaran mengikuti lomba guru berprestasi tersebut.

 

Saya memiliki prinsip hidup yang diajarkan orang tua yaitu  menjadi orang yang berguna bagi diri sendiri, keluarga dan lebih besar lagi masyarakat bangsa dan negara. Visi saya sebagai guru adalah: “Menjadi guru professional yang dicintai  dan disegani siswa” . Selama saya menjadi siswa hingga menjadi guru selama itu saya selalu mengamati pola pikir  para siswa. Seorang siswa akan  mengidolakan dan senang pada guru apabila nilai ulangan  siswa bagus, mengajarnya mudah diterima, memberi motivasi siswa untuk maju, membimbing siswa dengan sabar, guru bisa memberi rasa aman saat suasana belajar (smart). Untuk itu saya berusaha mewujudkan keinginan siswa itu dengan penuh tanggung jawab.

 

Untuk  mewujudkan visi itu saya memiliki missi yaitu: 1) selalu disiplin menjalankan tugas. 2) memberikan pengajaran yang menarik berganti-ganti metode dan model pembelajaran sesuai materi, 3) memberi penghargaan ( reward ) pada anak yang berhasil memecahkan masalah 4) menamkan kejujuran saat ulangan dan berperilaku 5) menanmakan sopan santun saat berbicara dan bersikap. Saya terinspirasi oleh guru yang lain dengan kegigihanya bisa menjadi guru panutan. Dengan usaha yang keras pasti  akan diberi jalan, itulah kata-kata yang pernah saya dengar.

 

BAB II

Prestasi yang Layak Menjadikan Saya sebagai Guru SMP Berprestasi

 

Kalau dilihat dari arti Guru Berprestasi itu sendiri yaitu guru yang memiliki kinerja melampaui standar yang ditetapkan oleh satuan pendidikan, mencakup kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, dan profesional serta menghasilkan karya kreatif dan inovatif yang diakui baik pada tingkat daerah, nasional dan/atau internasional; dan secara langsung membimbing peserta didik hingga mencapai prestasi di bidang intrakurikuler dan/atau ekstrakurikuler. Maka saya sangatlah jauh untuk mencapai semua itu.

 

Prestasi yang sudah diperoleh berdasarkan evaluasi diri sendiri sudah melampaui kriteria standar sebagai seorang guru berprestasi. Itu semua dikarenakan pengalaman atau cukup memiliki jam terbang yang tinggi. Maka dari itu saya terus belajar kepada mereka yang sudah banyak pengalaman untuk meningkatkan posisi saya sebagi guru berprestasi sehingga dapat mendekati kesempurnaan. Lambat laun mulai ada perubahan dalam diri dan karier saya. Dan akhirnya akan menjadi seorang guru yang lebih professional.

 

Dengan bekal mencintai profesi saya sebagai guru  berusaha untuk bisa memenuhi tugas saya : 1)memiliki pemahaman wawasan pendidikan 2) memahami peserta didik 3)merencanakan pembelajaran 4)melaksanakan pembelajaran, mendidik dan dialogis 5)mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa. Dengan usaha yang keras dan semangat yang tinggi pasti akan membuahkan hasil yang baik. Semangat itulah yang menyulut kembali saat saya sedang kurang bergairah untuk mengajar mendidik dan membimbing.

 

Hasil kerja keras  saya dan rekan guru lain yang satu mata pelajaran ternyata menghasilkan nilai yang lumayan baik.  Nilai siswa yang diperoleh selalu meningkat. Nilai ini tidak kalah jika dibandingkan dengan sekolah favorit, namun kalau dilihat dari segi perjuangan saya jauh lebih susah. Bagi guru di sekolah-sekolah favorit nilai seperti yang saya capai, biasa saja karena input di sekolah favorite sudah tinggi, setelah lulus punya harapan besar untuk melanjutkan. Selain input  siswa bagus, siswa kota sering masih mengadakan les privat di luar sekolah.

 

Sedang siswa saya adalah siswa di daerah pinggiran yang kalau disuruh sekolah gratis  saja susah. Ini semua karena keterbatasan pengetahuan orang tua siswa yang kurang tentang pentingnya pendidikan bagi anaknya. Malahan ada sebagian orang tua yang tidak menyadari betapa berharganya sebuah pendidikan itu.

 

Di sekolah tempat saya mengajar terletak di desa yang jauh dari perkotaan kebanyakan siswa yang sekolah hanya dari lingkungan setempat. Dan kebanyakan setelah lulus sekolah langsung bekerja di kota-kota besar menjadi pelayan toko, pembantu rumah tangga,  bahkan jadi kuli bangunan. Ada sebagian siswa lulusan dari sekolah saya yang melanjutkan ke jenjang lebih tinggi lagi. Itu semua karena terbentuk masalah perekonomian.

Mengajar ditempat seperti ini sulit sekali untuk membangkitkan motivasi apalagi orang tua kurang begitu mendukung. Masalah penampilan mungkin tidak ketinggalan dengan siswa perkotaan. Mulai HP canggih, perhiasan, motor, tetapi kalau urusan belajar susahnya minta ampun. Anak yang dibesarkan hanya dengan uang bukan kasih sayang lebih sukar diatur dibandingkan dengan siswa yang dibesarkan dengan motivasi, dorongan orang tua, pengawasan dan kasih sayang.

 

Sekolah merupakan tempat memberikan pengajaran dan pendidikan. Dalam mendidik anaklah yang paling sulit daripada mengajar. Tingkat kemampuan dan kecerdasan bahkan tingkah laku anak berbeda-beda, perlu kesabaran dalam mengarahkan  terutama bagi anak yang mempunyai sifat yang jelek. Sebagai seorang pendidik saya harus mampu mengarahkan anak ke arah yang lebih baik lagi yang nanti akan ada perubahan pola hidup dan kehidupannya. Pelatihan dan pendidikan kepada anak harus secara terus menerus untuk tercapai tujuan Pendidikan Nasional semua itu saya lakukan.

 

Mengembangkan peserta didik untuk mengaktualisasikan berbagai potensi yang dimiliki siswa, saya berusaha membimbing siswa untuk mengikuti lomba yang sesuai dengan bidang yang saya ampu.

 

Dalam membimbing anak, saya selalu melakukan pendekatan-pendekatan yang bisa menjadikan anak tersebut berprestasi dalam pendidikan atau pembelajaran. Sebagai hasil dari latihan anak tersebut diikutsertakan dalam berbagai lomba dan kegiatan, sebagai bekal dan pengalaman anak tersebut.

 

Ada  beberapa hal  yang dapat saya  kebanggaan, anak didik saya tidak ketinggalan jauh dengan mereka yang sekolah di kota dengan fasilitas super lengkap. Anak didik saya ketika mengikuti berbagai kegiatan atau perlombaan masih bisa bersaing dan tidak menjdi minder ketika berlomba dengan siswa dari sekolah lain semua itu berkat latihan dan bimbingan yang terus menerus atas dasar dorong dan semangat dari guru dan yang tak kalah penting karena adanya kemauan yang keras dari diri siswa tersebut.

 

Sebagai guru yang professional saya  dituntut  untuk membuat karya ilmiah sekalipun ini pekerjaan  yang sulit, sudah  beberapa tahun berjalan  saya baru mampu membuat beberapa Penelitian Tindakan Kelas yang saya rasa sangat bermanfaat dalam melakukan pembelajaran di sekolah.

 

Dalam pengembangan profesi saya menulis dan mencoba membuat atau melakukan penelitian  dan mencari alternativ lain dalam memecahkan permasalahan dalam pembelajaran. Salah satunya dengan membuat Penelitian Tindakan Kelas  dimana anak mengalamami kesulitan dalam pembelajaran, dari hasil penelitian saya itu dapat ditemukan metode yang tepat untuk pembelajaran yang menyenangkan bagi anak. Dan hasil dari penilitian itu bisa dijadikan alternative oleh orang lain yang mengalami kesulitan dalam pembelajaran.

Semenjak saya  menjadi pendidik sudah dipercaya oleh pimpinan untuk menduduki jabatan sebagai salah satu pembantu kepala. Awalnya memang terasa menjadi beban tapi lama kelamaan  menjadi terbiasa karena selalu bertanya dan bertanya. Sampai sekarang kedudukan itu masih dipegang namun sudah beralih sebagai pembantu kepala dalam urusan kesiswaan yang tadinya hanya menjadi humas.

 

Dalam urusan kesiswaan sangat menyita waktu dan menguras pikiran dan tenaga karena banyak berbagai permasalahan siswa yang dihadapi sangat kompleks. Tapi semua itu dinikmati dan disyukuri untuk menambah berbagai pengalaman dalam menghadapi berbagai persoalan hidup, sehingga tujuan keprofesional itu dapat tercapai dengan cepat. Sehingga walaupun telah bebarapa kepala sekolah berganti saya masih tetap menduduki jabatan itu.

 

Itu merupakan pandangan dari kepala sekolah yang menilai bahwa saya layak dan pantas menjabat dan memegang jabatan tersebut. Sebagai bukti nyata saya selalu dekat dengan siswa dan selalu bisa membantu siawa dalam memacahkan masalah, baik masalah pribadinya maupun permasalahan organisasi yang ada di sekolah.

 

Buah dari hasil tersebut dan  seiring waktu berjalan saya aktif atau giat berorganisasi di luar sekolah sendiri yang salah satunya ikut dalam kepengurusan kepramukaan walaupun sekupnya baru tingkat kecamatan. Dan ikut juga dalam musyawarah guru mata pelajaran baik tingkat komisariat maupun tingkat kabupaten.  Seiring berjalannya waktu maka saya dipercaya lagi memegang satu jabatan baru yakni menjadi ketua PGRI di ranting. Selain itu saya juga aktif diberbagai kegiatan di luar atau di lingkungan sekolah. Dan akhirnya saya terpilih untuk  mengikuti kegiatan guru berprestasi  tingkat kabupaten dengan serangkaian proses penilaian berbagai aspek dan seleksi di tingkat satuan pendidikan dengan selektif yang dilakukan oleh kepala sekolah. Yang walaupun persiapanya sangat mepet hanya diberikan beberapa hari, namun semua disikapi dengan lapang dada untuk menjadi seorang guru yang berprestasi dari berbagai segi untuk mencapai keprofesionalan yang sempurna.

 

BAB III

Prestasi dalam Berkeluarga dan Bermasyarakat

 

Sebagai seorang guru yang selalu mendidik, membina, dan melatih anak di sekolah ke arah yang lebih baik tidak pernah melupakan keluarga dan hidup bermasyarakat. Karena keluarga dan masyarakat sangat memiliki peranan yang sangat penting dalam menunjang karier dan kehidupan saya di dunia pendidikan.

 

Saya menjadi seorang pendidik tentu saja berawal dari dorongan dan motivasi keluarga. Kebetulan basic keluarga saya adalah guru, orang tua, keluarga dan saudara saya pun banyak yang menjadi guru. Dengan dasar itulah  saya termotivasi untuk menjadi seorang guru yang professional dalam berbagai aspek.

 

Pendidikan keteladanan di mulai dari keluarga dan diajarkan pula di sekolah. Anak sudah harus diarahkan untuk mengikuti hal-hal baik yang dilakukan oleh para orang dewasa agar mereka mendapatkan contoh konkrit dari apa yang dilihatnya.

 

Seorang anak adalah mesing foto copy yang canggih, apapun yang diperbuat oleh bapak dan ibunya maupun lingkungan keluarga akan di contoh oleh si anak, sekarang kemana si anak akan di arahkan? Oleh karena itu saya sebagai guru bijaklah dalam berbicara maupun bertindak, ingatlah dalam keluarga ada yang sedang menjiplak anda.

Pendidikan anak diawali dari rumah. Oleh karenanya semakin besar anak, sebagai guru harus semakin berhati-hati bertingkah laku dan berkata-kata, takut anak meniru yang buruk. Anak-anak adalah peniru yang baik.

 

Pendidikan keteladanan sebenarnya ada dalam rumah-rumah kita. Dia bersemayam dalam hati kita masing-masing, karena pada hakekatnya keteladanan muncul dari dalam diri.

 

Dengan terus memacu kinerja sebagai guru yang berdedikasi tinggi, maka dalam lingkungan keluarga menjadi panutan dari berbagi aspek. Setiap langkah, perbuatan, perkataan, dan gerak-gerik saya tidak lepas dari akhlak yang baik yang didasari keimanan dan ketaqwaan kepada Alloh swt, sehingga selalu ditiru dan dicontoh sebagai acuan untuk melangkah seluruh anggota keluarga terutama oleh anak-anak. Anak-anak saya dalam perkembangan karakternya selalu mencontoh dari orang tuanya,  dengan demikian saya selalu menberikan contoh hal-hal yang positif untuk memacu perkembangan psikologis anak-anak dan selalu menanamkan nilai-nilai karakter pada anak-anak. Terkadang anak-anak selalu bertanya kepada hal-hal yang semestinya belum layak dipahami, tapi saya selaku guru selalu menjawab dengan bijaksana dan selalu memberikan contoh-contonya. Sehingga anak-anak saya menjadi lebih memahami permasalahan atau persoalan yang menjadi pertanyaan.

 

Hal itu terlihat dari bagaimana saya sebagai seorang guru yang melindungi anak-anaknya dengan sepenuh hati dan sepenuh jiwa. Bagaimana seorang guru yang menyayangi anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan belaian lembut seorang ibu. Semua itu mereka lakukan demi keberlangsungan hidup anak-anaknya.

 

Mereka yang muda tentu akan mengikuti gaya orang tuanya. Bila kita sebagai orang tua yang baik, maka anak pun akan cenderung baik. Ketika orang tuanya jahat, maka anak pun akan berkecenderungan jahat pula.

 

Ketika orang tua mengajak anaknya untuk beribadah, maka orang tuanya itu harus memberikan keteladanan lebih dulu. Jangan sekali-kali mengajak anak untuk beribadah, ketika orang tua tak melakukannya. Sebab bila itu terjadi anak akan protes dan cenderuang memaki dan mengumpat. Puji syukur anak-anak dan istri saya selalu taat dan menuruti apa yang dikatakan oleh saya.

 

Begitu pula anggota keluarga yang lain sangat bangga kepada profesi saya selaku guru. Apapun yang dilakukan merupakan gambaran pribadi yang baik. Ketika  di dalam keluarga ada hal atau permasalahan yang menghambat, maka mereka selalu meminta pandangan dan pendapat mana yang baik dan buruk, dan mana juga yang mesti dilakukan atau tidak.

 

Dengan dimikian saya jadi seorang guru yang teladan di mata keluarga. Saya selalu menekankan kepada keluarga saya agar segala persoalan hidup itu disikapi dengan tenang dan jangan pernah melupakan doa kepada Alloh swt yang merupakan obat yang paling mujarap dari segala macam obat. Sehingga banyak saudara saya bercita-cita ingin menjadi guru seperti saya yang selalu aktif, kreatif, inovatif, dan berdedikasi tinggi untuk memajukan dunia pendidikan ini. Dan banyak pula yang bertanya bagaimana  untuk mencapai semua itu, dan mereka semua ingin mencontoh keberhasil yang diperoleh selama ini.

 

Manusia sebagai makhluk ciptaan Tuhan Yang Maha Esa mempunyai peranan yang unik dalam kehidupan terlebih yang berkaitan dengan keberadaan dirinya. Di sekitar kehidupan tempat anda tinggal mungkin ada saja orang yang sering menilai hitam dan putih seseorang berdasarkan perilaku yang ditampilkannya, baik secara individu maupun sosial. Peranan guru mendapatkan perhatian luas dari masyarakat, semua ini menuntut dedikasi yang tinggi dari orang-orang yang berkecimpung di dunia keguruan.

 

Di masyarakat, guru berperan sebagai Pembina masyarakat (social developer),agen masyarakat (socil masyarakat).Peranan guru dalam masyarakat tergantung pada gambaran masyarakat tentang kedudukan guru dan status sosialnya di masyarakat. Kedudukan sosial guru berbeda di Negara satu dengan Negara lain dan dari satu zaman ke zaman lain pula. Sebenarnya peranan itu juga tidak terlepas dari kualitas peribadi guru yang bersangkutan serta kompetensi mereka dalam bekerja. Jika seorang guru tidak memiliki kecakapan dan kompetensi di bidangnya. Ia akan tersisih dari persaingan dengan guru-guru lainnya. Apalagi guru-guru yang tidak bisa memberikan keteladanan bagi para muridnya, dan itu pasti menjadi bahan pembicaraan orang banyak.

 

Guru  mempunyai peranan yang sangat penting dalam memperbaiki kehidupan masyakat dengan jalan memecahkan berbagai masalah yang dihadapi oleh masyarakat dengan ikut serta dalam kegiatan-kegiatan pembangunan yang sedang dilakukan masyarakat.

 

Guru sebagai pembina masyarakat baik secara pribadi maupun tugas profesi dapat menggunakan sikap kesempatan yang ada untuk membantu berhasilnya rencana pembangunan dalam masyarakat, seperti turut serta dalam kegiatan keluarga berencana, bimbingan masyarakat, koprasi, PKK, dan sebagainya. Partisipasi seorang guru akan dapat memotifasi masyarakat untuk membangun.

 

Banyak hal yang terjadi dalam kehidupan masyarakat baik yang bersifat posif maupun negatif. Sebagai seorang guru sudah seyogianya dapat mengajarkan kepada siswanya tentang pengarung- pengaruh lingkungan yang positif serta dapat memberikan benteng bagi siswanya dari pengaruh negatif. Guru dikatakan sebagai penemu masyarakat karena melalui tangan guru akan dibentuk pribadi-pribadi yang kemudian akan hidup dan berkembang serta dapat berguna dalam masyarakat.

Peranan guru dan sekolah berdiri diantara dua lapangan, yakni pertama mengemban tugas menyampaikan dan mewariskan ilmu, teknologi dan kebudayaan yang terus bekembang dan yang kedua yaitu dapat sebagai sarana menampung aspirasi, masalah, kebutuhan, minat serta tuntutan masyarakat. Dari dua lapangan ini guru mempunyai peranan agen penampung aspirasi masyarakat serta dapat menjadi penghubung antara masyarakat dan pemerintah khususnya dalam dunia pendidikan.

 

Sebagai agen dalam masyarakat banyak cara yang dapat dilakukan oleh Guru misalnya berkunjung secara langsung kemasyarakat, mengadakan pertemun-pertemuan guna membahas masalah-masalah dalam pendidikan, mengadakan pameran dan banyak lagi.

 

Oleh karena itu sebagai seorang guru yang hidup di lingkungan masyarakat, saya selalu  bertingkah laku yang baik agar menjadi panutan dan teladan. Sehingga masyarakat memberikan kesan bahwa saya itu sebagai pribadi yang penuh cinta kasih, menyenangkan dan membanggakan. Masyarakat selalu mendukung segala ide atau gagasan yang dilontarkan untuk kepentingan umum.

 

Dalam hidup bersosial, saya selalu membayangkan hal yang baru saya menjadi guru bukan hanya mengajar di depan kelas saja. Tapi saya selalu ingin menyenangkan dan membangggakan bagi masyarakan di sekeliling saya. Saya harus menjadi teladan masyarakat yang mampu menghidupkan nilai rasa yang tumbuh dan berkembang  dalam masyarakat.

Kehadiran saya di tengah masyarakat harus menjadi kebanggan. Kebanggaan yang didapat bukan hanya sebatas memandang namun harus mampu menembus dinding hati yang paling dalam. Saya selalu ingin berbakti  di tengah kehidupan masyarakat yang penuh dengan tantangan  dan ujian sebagai bukti pengabdian.

 

Pengabdian yang bukan hanya 24 jam, tetapi pengabdian yang tiada henti sampai akhir kehidupan. Keuntungan yang didapat pun tidaklah hanya sebatas kepuasan materi semata, melainkan kepuasan batin yang dapat menengkan hidup saya sampai akhirat kelak. Sebagai bukti bahwa saya sungguh-sungguh menyatu padu dengan masyarkat dapat dibuktikan dengan banyak orang berlomba-lomba menjadi guru karena benar adanya saya menjadi guru itu menjadi seorang yang bahagia.

 

Maka dari itu saya tidak hanya digugu dan ditiru tapi saya menjadi insan yang memang benar-benar  dicinta banyak orang terlepas dari segala kelebihan dan kekurangan saya. Masyarakat beranggapan bahwa profesi saya menjadi guru merupakan orang nomor satu dalam hidup dan kehidupan manusia dimanapun berada. Di mata masyarakat saya adalah pembuka jalan hidup untuk meraih kemenangan dan kebahagian.

 

Sebagai makluk sosial apapun yang bermanfaat bagi orang lain dengan dasar   perintah dari Alloh swt yang tertuang di dalam ayat-ayat-Nya dan memerintahkan sebagian dari rejekimu infaqkan  ( sodakoh-kan ),  maka dengan dasar ayat Alloh  tesebut saya tersentuh untuk ikut infaq dan sodakoh dan membantu orang duafa dan papa.

 

Di sekolah saya juga ikut infak untuk membantu siswa yang perlu dibantu, seperti menbelikan pakaian, sepatu, buku dan lain sebagainya. Infak yang dikelola sekolah dipotong langsung dari gaji diserahkan ke badan amal zakat dan sodakoh tingkat kabupaten dan  yang dikelola  sendiri untuk kebutuhan masyarakat sekitar sekolah dan siswa yang berhak menerima. Sehingga banyak siswa yang bisa ditolong melalui infak tersebut.

 

Semua ketauladan itu tidak lepas dari tuntunan ketauladan Rosulloh yang jadi panutan kita semua, sebagai pedoman dalam hidup di dunia maupun di akhiran nanti dikemudian hari.

 

BAB IV

Harapan Dan  Rencana Masa Datang

 

Harapan dan rencana saya masa datang untuk meningkatkan mutu pendidikan harus bisa menjadi pemimpin yang bisa membuat suatu perubahan, yakni saya harus mampu mempersiapkan siswa untuk bisa  menghadapi tantangan  global di luar sekolah. Dengan mutu pendidikan yang meningkat maka siswa akan lebih bertanggungjawab. Saya akan berusaha mengarahkan masa depan siswa agar siap menghadapi tantangan zaman. Memberikan semangat dan menjadi penyemangat kepada siswa.

 

Karena kita tahu Indonesia adalah negara yang kaya raya, mulai hasil bumi, hasil laut, kekyaan laut, tambang mineral, hasil hutan, plora fauna, adat budaya yang tinggi, kesenian yang indah sampai dikagumi oleh dunia, semua bisa di jadikan modal untuk membangun dan membesarkan bangsa ini. Kekayaan itu dapat dikelola oleh orang yang tepat yaitu memiliki: integritas, ketaqwawaan, cerdas, terampil, jujur  dan ahli sesuai dengan keahlia masing-masing.  Banyak potensi siswa Indonesia terbukti bisa berbicara di tingkat dunia atau tingkat Internasional.

 

Banyak mahasiswa Indonesia yang kuliah di luar negeri dan di sana bisa sukses dan menonjol dalam kemampuannya itu semua adalah modal yang bisa digunakan untuk membangun dan membesarkan bangsa seperti ketika jaman Majapahit yang jaya dan bersatu padu. Seperti sumpah maha patih Gajah Mada tidak akan makan gula sebelum nusantara bersatu. Jiwa seperti itu bisa kita tumbuhkan kembali. Seperti para pahlawan yang rela berjuang mati berkalang tanah asal  Indonesia merdeka bebas dari belenggu penjajahan yang merongrong negeri kita.

 

Bila jiwa-jiwa seperti ini tumbuh di hati para siswa maka Indonesia akan bangkit kembali. Tidak ada lagi cerita tawuran pelajar, tidak ada pelajar terjerat narkoba, tidak ada pelajar tertangkap berpesta minum minuman keras,  tidak ada pelajar pesta sex, dan sebagainya.

 

Untuk menjadikan, atau mengubah  siswa menjadi lebih baik lagi agaknya susah, karena melihat tayangan di TV, internet, dan media masa yang semakin canggih dan cepat menjadi guru mereka. Namun sebagai guru harus selalu yakin jika kita bisa dijadikan contoh dan panutan yang baik bisa untuk menangkis itu semua. Dalam melaksanakan pembelajaran saya selalu menekankan bahwa ilmu akan dicapai melalui proses, dengan proses yang baik akan meningkatkan kualitas siswa.

 

Untuk mencapai peningkatan mutu pendidikan saya merencanakan beberapa program yaitu:

  1. Dalam mengajar membuat RPP yang memiliki bobot karakter, ketaqwaan, kejujuran, disiplin, kerjasama, bertanggung jawab, kemandirian, berpikir kritis logis dan sebagainya.
  2. Mengajar dengan memanfaatkan tehnologi, media pembelajaran, dan model pembelajaran yang bervariasi.
  3. Mengajar  dengan  melakukan  proses Contextual Teaching and Learning.
  4. Tidak membedakan antara siswa pria dan wanita, kaya miskin, ras keturunan, suku, budaya, dan agama.
  5. Mengadakan evaluasi diri untuk memperbaiki kinerja yang akan datang, melalui penelitian tindakan kelas, sharing dengan sesama guru, guru BK, tenaga TU, unsur komite , kepala sekolah dan orang tua melalui home visit atau kunjungan.

 

Dengan 5 langkah tersebut saya berharap mutu pendidikan akan meningkat baik dari segi pembelajaran, kepribadian, ketreampilan, aklaq mulia, dan kualitas hasil belajar. Sehingga diharapkan siswa dapat memiliki keterampilan, kecakapan hidup, untuk dirinya sendiri, masyarakat, bangsa, dan negara.

 

Selain itu saya ingin menciptakan managemen pendidikan yang lebih baik lagi dari sekarang. Akan menciptakan managemen yang modern dan professional yang disesuaikan dengan kurikulum yang berlaku dalam dunia pendidikan. Dan saya akan merubah paradigma hubungan siswa dengan guru memiliki hubungan kemitraan.

 

Di sini antara guru dan siswa saling mendukung dan saling menyemangati proses pembelajaran yang saling membutuhkan di antara semua komponen.  Apabila siswa tidak dapat menghindar dari bahaya yang mengancam keselamatannya saya akan turun membantu memecahkan masalanya. Itu merupakan salah satu bukti hubungan kemitraan antara guru dan siswa. Sehingga akan terciptanya sumber daya manusia yang berkualitas dalam menghadapi berbagai tantangan dan tuntutan yang bersifat kompetitif. Itu semua merupakan harapan saya dan rencana masa depan untuk kepentingan dan kemajuan pendidikan khusnya di lingkungan saya sendiri dan umumnya di Indonesia.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply