Pemerintah : Lindungi Petani Padi dengan Asuransi

Bahasa, Berita, Sastra 0

Terobosan Kementerian Pertanian

Lahan Pertanian Padi (foto:Istimewa)

(Cikancah-Cyber) – Kementerian Pertanian akan menggulirkan program asuransi bagi petani padi untuk melindungi dan menjaga kelangsungan petani di masa yang akan datang dalam menghadapi setiap musim tanam tiba.Selama ini petani padi merasakan kendala yang cukup besar apabila saat tanam tiba tidak ada modal cadangan karena kegagalan pada panen sebelumnya. Kegagalan panen padi bisa ditimbulkan karena Cuaca, Baik Kemarau atau kena banjir dan yang paling sering adalah terkena serangan hama pada tanaman padi.

Program tersebut dinamakan AUTP (Asuransi Usaha Tani Padi) yang bertujuan untuk memberikan perlindungan kepada petani jika terjadi gagal panen sebagai akibat resiko banjir, kekeringan, dan serangan organisme pengganggu tumbuhan.  Mengalihkan kerugian akibat resiko banjir, kekeringan dan serangan OPT (organisme perusak tanaman) melalui pihak lain yakni pertanggungan asuransi.Sasaran penyelenggaraan AUTP adalah terlindunginya petani dengan memperoleh ganti rugi jika mengalami gagal panen.

Untuk besaran Premi Asuransi Usaha Tani Padi saat ini 3 %.  Berdasarkan biaya input usaha tani padi sebesar enam juta rupiah per hektar per musim tanam, yaitu sebesar 180 ribu rupiah per hektar per musim tanam. Sedangkan bantuan pemerintah saat ini sebesar 80% sebesar 144 ribu rupiah per hektar per musim tanam, dan saat ini petani harus membayar premi swadaya 20 % proporsional, sebesar 36 ribu rupiah per hektar per musim tanam.

Kelompok tani membayar premi swadaya sebesar 20% proporsional sesuai luas area yang diasuransikan. Bukti transfernya akan diperoleh, untuk kemudian diserahkan kepada petugas asuransi yang akan mengeluarkan bukti asli pembayaran premi swadaya dan sertifikat asuransi kepada kelompok taniK ketentuan dalam polis klaim akan diperoleh jika, intensitas kerusakan mencapai 75% berdasarkan luas petak alami tanaman padi. Pembayaran klaim untuk luas lahan satu hektar sebesar enam juta rupiah.

Pembayaran ganti rugi atas klaim dilaksanakan paling lambat 14 hari kalender sejak Berita Acara Hasil Pemeriksaan Kerusakan. Pembayaran ganti rugi dilaksanakan melalui pemindah bukuan ke rekening.

Dengan pogram ini diharapkan kelangsungan petani dapat teratasi dan Indonesia bisa mewujudkan sebagai negara swasembada pangan dan dapat menjadi jalan keluar  atas persoalan para petani yang selama ini selalu merugi akibat bebagai kendala yang dihadapi. (sumber Kementerian Pertanian)

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply