Pengertian Novel Indonesia, Jenis dan Unsur-unsurnya

Artikel, Sastra 0
novel indonesia

Pengertian Novel

Sebuah karangan prosa yang panjang mengandung rangkaian cerita kehidupan seseorang dengan orang lain di sekelilingnya dengan menonjolkan watak dan sifat pelakunya  itu yang dinamakan Novel. Sebagai sebuah karya sastra novel berbeda dengan cerpen, masalah yang ingin ditampilkan dalam novel ruang lingkupnya lebih luas. Novel dapat mengungkapkan seluruh episode perjalanan hidup tokohnya.

Siti Nurbaya merupakan salah satu contoh novelnya, karena pengarang tidak hanya menampilkan masalah pokoknya saja yaitu masalah percintaan (Siti Nurbaya dan Syamsulbahri), tetapi menampilkan permasalahan lain yaitu adat istiadat tempat kedua tokoh itu hidup. Cerita mengenai hal terakhir inilah  yang disebut sebagai digresi (permasalahan sampingan dalam sebuah cerita).

Di Indonesia juga mengenal istilah Roman. Secara hakiki kedua istilah itu pada dasarnya tidak berbeda, baik dilihat dari tekhnik penceritaannya maupun dari segi isi yang ingin diungkapkan pengarang. Roman lebih dahulu dikenal di Indonesia karena bentuk cerita tersebut berakar dari tradisi sastra Belanda (lebih dahulu masuk ke Indonesia). Sedangkan Novel baru kemudian dikenalnya secara bersamaan ketika masuknya kebudayaan Amerika.

Berdasarkan isi dan tujuan serta maksud pengarang novel yang ditulis, dapat dibedakan menjadi :

1.Novel bertendens

Novel ini sering juga disebut orang dengan istilah novel bertujuan. Artinya novel ini berisikan untuk mendidik, untuk membukakan mata pembaca tentang kepincangan dalam kehidupan.

Contoh : Salah Asuhan karangan Abdul Muis

2.Novel sejarah

Isi novel ini berkaitan dengan peristiwa sejarah yang terjadi. Tokoh cerita dan latar belakang cerita diambil berdasarkan peristiwa sejarah. Walaupun mengandung unsur kesejarahan, novel ini tidak dapat disamakan dengan sejarah. Contoh : Untung Surapati karangan Abdul Muis.

3.Novel adat

Masalah adat merupakan masalah pokok tempat pengarang mengembangkan imajinasinya. Tokoh cerita merupakan alat pengarang mempermasalahkan adat yang menjadi perhatiannya. Pembaca dapat memperoleh informasi mengenai adat istiadat suatu daerah diamana tempat cerita itu bermain. Contoh : Siti Nurbaya karangan Marah Rusli.

4.Novel anak-anak

Novel ini menceritakan tentang kehidupan anak-anak. Karena tujuan novel ini untuk anak-anak, segalah sesuatunya disesuaikan dengan daya pikir anak-anak. Sedangkan pelaku ceritanya tidak mesti selalu anak-anak. Contoh : Si Dul Anak Betawi karangan Aman Dt. Majoindo.

5.Novel politik

Novel yang beralatar belakang masalah politik. Novel ini lahir sebagai sarana pengarang dalam memperjuangkan gagasan politiknya atau bisa sebagai pembakar semangat berjuang masyarakat dalam mencapai cita-cita politiknya. Contoh : Mata-mata karangan Suparto Broto

6.Novel psikologis

Novel jenis ini berhubungan dengan perkembangan jiwa para tokohnya. Dengan novel ini pembaca akan mengetahui tentang sifat dan manusia pada umumnya. Contoh : Belenggu karangan Armyn Pane

7.Novel percintaan

Novel yang berisikan tentang masalah-masalah percintaan antara laki-laki dan perempuan. Umumnya novel ini hanya sebagai novel hiburan saja. Di masyarakat novel ini disebut dengan novel pop. Contoh : Cintaku di Kampus Biru, Kugapai Cintamu, Terminal Cinta Terakhir (Karya Trilogi) karangan Ashadi Siregar.

Unsur-unsur Novel

Unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik novel pada dasarnya sama seperti unsur prosa yang lainnya, dimana kedua unsur itu sangat berpengaruh dalam penciptaan novel.

Unsur Intrinsik Novel

1. Tema

Tema adalah gagasan pokok yang mendasari sebuah cerita. Tema-tema pada umumnya yang terdapat dalam sebuah novel biasanya ada yang tersurat dan ada pula yang tersirat.

2. Alur (Plot)

Plot adalah jalan cerita sebuah karya sastra. Secara garis besarnya urutan tahapan alur dalam sebuah cerita antara antara lain: (1) perkenalan (2) peningkatan konflik (5) puncak konflik atau klimaks (4) penurunan konflik (5) penyelesaian. Alur Novel itu bisa berupa alur maju, alur mundur, atau gabungan antara alur maju dan alur mundur.

3. Setting atau latar

Latar atau setting berkaitan dengan tempat, waktu, dan suasana dalam sebuah cerita tersebut.

4. Tokoh

Yaitu pelaku pada sebuah cerita. Setiap tokoh biasanya mempunyai watak , sikap, sifat dan juga kondisi fisik yang disebut dengan perwatakan atau karakter. Dalam cerita terdapat tokoh protagonis (tokoh utama dalam sebuah cerita), antagonis (lawan dari tokoh utama atau protagonis) dan tokoh tritagonis  (tokoh pelerai).

5. Penokohan

Penggambaran sifat pada tokoh atau pelaku cerita. Sifat yang telah diberikan akan tercermin pada pikiran, ucapan, serta pandangan tokoh terhadap sesuatu. Cara penggambaran penokohan ada 2 (dua) macam diantaranya:

Metode analitik adalah metode penokohan yang menyebutkan sifat tokoh secara langsung, misalnya seperti: penakut, sombong, pemalu, pemarah, keras kepala, dll.

Metode dramatik adalah suatu metode penokohan secara tidak langsung memaparkan atau menggambarkan sifat tokoh melalui: Penggambaran fisik (Misalnya berpakaian, postur tubuh, bentuk rambut, warna kulit, dll), penggambaran melalui percakapan yang dilakukan oleh tokoh lain, Teknik reaksi tokoh lain (berupa pandangan, pendapat, sikap, dsb).

6. Sudut Pandang (Point of View)

Sudut pandang adalah pandangan pengarang dalam memandang suatu peristiwa di dalam cerita. Ada beberapa macam sudut pandang, diantaranya yaitu sudut pandang orang pertama (aku), sudut pandang orang ke-3 (Dia), dan sudut pandang campuran.

7. Amanat

Amanat adalah pesan yang ingin disampaikan oleh pengarang melalui karyanya kepada pembaca atau pendengar. Pesan bisa berupa harapan, nasehat, dan sebagainya.

8. Gaya Bahasa

Gaya dan bahasa yang digunakan pengarang dalam menciptakan sebuah karya atau tulisan yang merupakan ciri khas pengarang dalam pemilihan diksi atau gaya bahasa.

Unsur Ekstrinsik Novel

1.Latar belakang masyarakat

Yaitu pengaruh dari kondisi latar belakang masyarakat sangatlah berpengaruh besar terhadap terbentuknya sebuah cerita khususnya cerpen. Pemahaman itu bisa berupa pengkajian Ideologi negara, kondisi politik negara, kondisi sosial masyarakat, sampai dengan kondisi ekonomi masyarakat.

2.Latar belakang pengarang

Ini bisa meliputi pemahaman kita terhadap sejarah hidup dan sejarah hasil karangan yang sebelumnya. Latar belakang pengarang biasanya terdiri dari biografi, kondisi psikologis, dan aliran sastra.

Dengan demikian jelaslah bahwa yang dinamakan novel merupakan karya sastra yang berupa prosa yang jumlah pengembangan tokonya memiliki ruang lingkup yang luas. Semoga  bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply