Puisi lama : Kumpulan Pantun

Sastra 0
pantun

Kumpulan Pantun

Pantun dalam kesusastraan Indonesia merupakan jenis puisi lama yang telah lama tersebar dan mendarah daging pada masyarakat, yang menyebar dari mulut ke mulut sebelum kebudayaan Hindu masuk ke Indonesia. Di bawah ini ada beberapa contoh Pantun :

 

Dibawa itik pulang petang

Dapat di rumput bilang-bilang

Melihat ibu sudah datang

Hati cemas jadi hilang                                     (Pantun Bersuka Cita)

 

Lurus jalan ke Payakumbu

Kayu jati bertimbal jalan

Dimana hati tidaklah rusuh

Ibu mati bapak berjalan                                                (Pantun Berduka Cita)

 

Unggas undan si raja burung

Terbang ke desa suka menanti

Wahai badan apalah untung

Senantiasa bersusah hati                              (Pantun Nasib)

 

Darimana hendak kemana

Dari Jepang ke Bandar Cina

Kalau boleh kami bertanya

Bunga yang kembang siapa yang punya (Pantun Perkenalan)

 

Kalau tuan jalan ke hulu

Carikan saya daun kemboja

Kalau tuan mati dahulu

Nantikan saya di pintu sorga                       (Pantun Berkasih-kasihan)

 

Jika jadi tuan ke pekan

Padi mana ditunggalkan

Jika jadi tuan berjalan

Kami dimana ditinggalkan                             (Pantun Perceraian)

 

Dari mantuk ke Batu kampar

Saya tidak ke Jawa lagi

Bumi ditepuk langit ditampar

Saya tidak percaya lagi                                   (Pantun Beriba Hati)

 

Elok rupanya pohon belimbing

Tumbuh dekat pohon mangga

Elok rupanya berbini sumbing

Biar marah ketawa juga                                 (Pantun Jenaka)

 

Baca Juga : Contoh Seloka Sebuah Puisi Lama

 

Kalau puan, puan cerana

Ambil gelas di dalam peti

Kalau tuan bijak laksana

Binatang apa tanduk di kaki                         (Pantun Teka-teki)

 

Kayu pantai di Kota Alam

Rantainya sendi bersendi

Jika engkau pandai di alam

Patah tumbuh hilang berganti                    (Pantun Adat)

 

Asam kandis asam gelugur

Kedua asam siang riang

Menangis mayat di dalam kubur

Teringat badan tidak sembahyang            (Pantun Agama)

 

Buat apa beli pemancar

Kalau tidak punya tivi

Buat apa punya pacar

Kalau tidak saling mengerti                          (Pantun Remaja)

 

 

 

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply