Arti Imbuhan

Bahasa 0
imbuhan kata

Arti Imbuhan

Pengertian Imbuhan Bahasa Indonesia

Dalam bahasa indonesia mengenal apa yang namanya afiks. Afiks atau imbuhan adalah bunyi yang ditambahkan pada sebuah kata baik di awal, di akhir, di tengah, atau gabungan dari antara ketiganya itu, yakni untuk membentuk kata baru yang artinya berhubungan dengan kata yang pertama.

Afiks atau Imbuhan dapat digolongkan berdasarkan posisi penambahannya menjadi sebagai berikut, yakni (1) awalan, (2) sisipan, (2) akhiran, dan (4) gabungan awalan akhiran

Prefiks atau Awalan

Awalan atau prefiks adalah sebuah afiks yang dibubuhkan atau diletakkan pada awal sebuah kata dasar. Kata prefiks sendiri berasal dari kata prefix yang terdiri dari kata dasar fix yang berarti membubuhi dan prefiks pre-, yang berarti sebelum.

Di bawah ini adalah contoh prefiks dalam bahasa Indonesia :

  1. berjalan: ber- adalah prefiks yang memiliki arti melakukan
  2. sebuah : se-adalah prefiks yang memiliki arti satu
  3. mahakuasa : maha- adalah prefiks serapan yang memiliki arti paling

Macam-macam Prefiks

1. Prefiks di-

Prefiks di- berfungsi membentuk kata kerja atau verba, dan menyatakan makna yang pasif. Contoh: diambil, diketik, ditulis, dijemput, dikelola.

2. Prefiks me-

Prefiks me- berfungsi membentuk kata kerja atau verba. Prefiks ini mengandung arti struktural. Prefiks me- ini mengandung beberapa arti yaitu :

  1. ‘melakukan tindakan seperti tersebut dalam kata dasar’. Contoh: menari, melompat, mengarsip, menanam, menulis, mencatat
  2. ‘membuat jadi atau menjadi’. Contoh: menggulai, menyatai, menjelas, meninggi, menurun, menghijau, menua
  3. ‘mengerjakan dengan alat’. Contoh: mengetik, membajak, mengail, mengunci, mengetam
  4. ‘berbuat seperti atau dalam keadaan sebagai’. Contoh: membujang, menjanda, membabi buta
  5. ‘mencari atau mengumpulkan’. Contoh: mendamar, merotan

3. Prefiks ber-

Prefiks ber- berfungsi membentuk kata kerja (biasanya dari kata benda, kata sifat, dan kata kerja sendiri) Prefiks ini mengandung arti :

  1. ‘mempunyai’. Contoh: bernama, beristri, beruang, berjanggut
  2. ‘memakai’. Contoh: berbaju biru, berdasi, berbusana.
  3. ‘melakukan tindakan untuk diri sendiri (refleksif)’. Contoh: berhias, bercukur, bersolek
  4. ‘berada dalam keadaan’. Contoh: bersenang-senang, bermalas-malas, berpesta-ria, berleha-leha
  5. ‘saling’, atau ‘timbal-balik’ (resiprok). Contoh: bergelut, bertinju, bersalaman, berbalasan

4. Prefiks pe-

Prefiks pe- berfungsi membentuk kata benda dan kata kerja, kata sifat, dan kata benda sendiri. Prefiks ini mendukung makna gramatikal:

  1. ‘pelaku tindakan seperti tersebut dalam kata dasar’. Contoh: penguji, pemisah, pemirsa, penerjemah, penggubah, pengubah, penatar, penyuruh, penambang.
  2. ‘alat untuk me…’. Contoh: perekat, pengukur, penghadang, penggaris
  3. ‘orang yang gemar’. Contoh: penjudi, pemabuk, peminum, pencuri, pecandu, pemadat.
  4. ‘orang yang di …’. Contoh: petatar, pesuruh
  5. ‘alat untuk …’. Contoh: perasa, penglihat, penggali

5. Prefiks per-

Prefiks per- berfungsi membentuk kata kerja imperatif. Mengandung arti:

  1. ‘membuat jadi’ (kausatif). Contoh: perbudak, perhamba, pertuan
  2. ‘membuat lebih’. Contoh: pertajam, perkecil, perbesar, perkuat
  3. ‘menbagi jadi’. Contoh: pertiga, persembilan

6. Prefiks ter-

Prefiks ter- berfungsi membentuk kata kerja (pasif) atau kata sifat. Arti yang dimiliki antara lain ialah :

  1. ‘dalam keadaan di’. Contoh: terkunci, terikat, tertutup, terpendam, tertumpuk, terlambat
  2. ‘dikenai tindakan secara tak sengaja’. Contoh: tertinju, terbawa, terpukul
  3. ‘dapat di-‘. Contoh: terangkat, termakan, tertampung
  4. ‘paling (superlatif)’. Contoh: terbaik, terjauh, terkuat, termahal, terburuk.

7. Prefiks ke-

Dan prefiks ke- berfungsi membentuk kata bilangan tingkat dan kata bilangan kumpulan, kata benda, dan kata kerja. Sebagai pembentuk kata benda, prefiks ke- bermakna gramatikal ‘yang di … i’, atau ‘yang di … kan’, seperti pada kata kekasih dan ketua.

Infiks atau Sisipan

Infiks atau sisipan adalah afiks yang dibubuhkan pada tengah-tengah kata. Beberapa bahasa yang memiliki infiks misalnya bahasa Jawa, bahasa Indonesia dan beberapa bahasa lainnya.

Penurunan nomina dengan memakai infiks tidaklah produktif lagi dalam bahasa Indonesia. Kita temukan kini beberapa contoh yang sudah membatu dan oleh banyak orang dianggap sebagai kata yang monomorfemis. Berikut daftar kata dalam bahasa Indonesia yang memiliki atau dapat diberi sisipan:

(1) Sisipan -el- (Jajah -> jelajah, Geber -> geleber, Gembung -> gelembung, Getar -> geletar, Gigi -> geligi, Gogok -> gelogok, Gosok -> gelosok, Luhur > leluhur, Maju -> melaju, Patuk -> pelatuk, Sidik -> selidik, Tapak -> telapak, Tunjuk -> telunjuk, Tangkup/tungkup -> telangkup/telungkup),

(2) Sisipan -er- (Sabut -> serabut, Suling -> seruling, Gendang -> gerendang, Gigi -> gerigi, Kudung -> kerudung, Runtuh -> reruntuh(an), Panjat -> peranjat, Cerita -> ceritera), dan

(3) Sisipan -em- (Cerlang -> cemerlang, Jari -> jemari, Kuning -> kemuning, Kelut -> kemelut, Kilau -> kemilau, Serbak -> semerbak, Tali -> temali, Turun -> temurun, Kata berawalan huruf “g” Gembung -> gelembung, Gebyar -> gemebyar, Geletuk -> gemeletuk/gemeretuk/gemertuk/gemeretup, Gelugut -> gemelugut, Geretak -> gemeretak/gemeletak, Gerencang -> gemerencang, Gerincing -> gemerincing, Gerisik -> gemerisik, Gerlap -> gemerlap, Gertak -> gemertak, Getar/gentar -> gemetar/gementar, Gilang -> gemilang, Gilap -> gemilap, Girang -> gemirang, Gulung -> gemulung, Guntur -> gemuntur, Guruh -> gemuruh). Bedakan dengan kata berawalan “p” yang dilekati awalan “pe-” yang keduanya luluh menjadi “pem-“, misalnya “pemimpin” bukan “pimpin” yang diberi infiks “-em-” melainkan “pimpin” yang diberi awalan “pe-“.

Selain itu sisipan atau infiks ada jenis yang lain yakni (1) sisipan -in- (Kerja -> kinerja, Sambung -> sinambung, Tambah -> tinambah (2) Sisipan -ah- ( Bagian -> bahagian, Baru -> baharu, Basa -> bahasa, Cari -> cahari (dalam “mata pencaharian”), Dulu -> dahulu, Rayu -> rahayu, Saja -> sahaja, Saya -> sahaya (dalam “hamba sahaya”), Tadi -> tahadi, Asmaradana -> asmaradahana

Sufiks atau Akhiran

Sufiks atau akhiran adalah afiks yang dibubuhkan pada akhir sebuah kata. Dalam bahasa Indonesia, “-nya”, sebagai contoh adalah sebuah sufiks.

Ada beberapa sufiks dalam bahasa Indonesia baik yang berupa akhiran dalam bahasa Indonesia seperti (-an, -i, -kan, -ku, -mu, -nya, -kah, -lah, -tah ) maupun akhiran dalam bahasa asing ( -a/-i, -at, -in, -gara, -gari, -is, -{is)asi, -isme, -log, -logi, -man, -wan, -wati, -tas, -tor, -us ).

Konfiks atau Gabungan Prefiks – Sufiks

Konfiks adalah afiks yang terdiri dari prefiks dan sufiks yang ditempatkan di antara kata dasar. Kata “konfiks” berasal dari bahasa Latin con- (dengan), dan -fix (tambahan). Afiks ini sering dijumpai di dalam bahasa Indonesia dan bahasa-bahasa daerah di Indonesia. Contoh di dalam bahasa Indonesia: “bersenang-senanglah”, “dibagikan”, “mempertanggungjawabkan”, dll.

Konfiks dalam bahasa Indonesia yakni per-an, pe-an, pe-an. Sedangkan yang berupa gabungan awalan dan akhiran atau konfiks yaitu ke-an, pe-an, per-an

Demikian artikel tentang afiks atau imbuhan dalam bahasa Indonesia beserta macam-macamnya, semoga artikel ini bisa menambah wawasan dan pengetahuan kita tentang afiks yang beragam di dalam khazanah bahasa Indonesia.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Arti Imbuhan,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply