Contoh Majas Bahasa Indonesia

Bahasa 0
Majas Bahasa Indonesia

Majas Bahasa Indonesia

Pengertian

Dalam menulis untuk menjelaskan gagasan-gagasan bisa memanfaatkan bahasa kias atau majas. Majas merupakan bahasa kias yakni bahasa yang indah yang digunakan untuk meninggikan serta meningkatkan efek dengan jalan memperkenalkan serta memperbandingkan suaru benda dengan benda lain yang lebih umum. Penggunaan majas tertentu dapat merubah serta menimbulkan nilai rasa atau konotasi tertentu.

Menurut Warriner (et al); 1977: 606 majas atau figurative language adalah bahasa yang digunakan secara imajinatif, bukan dalam pengertian  yang benar-benar secara kalamiah saja.

Macam-macam Majas

Majas itu beraneka ragam dalam kehidupan kita. Majas yang beraneka ragam itu dapat dikelompokkan menjadi (1) perbandingan, (2) pertentangan, (3) pertautan, dan (4) perulangan.

1. Majas Perbandingan

Perumpamaan (asosiasi)

Majas perumpaan adalah perbandingan dua hal yang pada hakekatnya berlainan dan yang sengaja kita anggap sama. Perbandingan itu dengan menggunakan kata keterangan perbandingan: umpama, seperti, ibarat, laksana, bak, bagai dan sebagainya.

Contoh :

  1. Mukanya pucat pasi bagai mayat.
  2. Dia tidak pernah mau akur bagai kucing dengan anjing.
  3. Anak itu kebingungan seperti rusa masuk kampung.
  4. Pendirian Ani seperti air di atas daun talas.
  5. Keadaan keluarganya seperti telur di ujung tanduk.

Kiasan (metafora)

Majas kiasan adalah majas perbandingan secara langsung  dua hal itu dibandingkan dengan tidak menggunakan kata-kata perbandingan seperti tersebut di atas pada majas perumpamaan. Perbandingan langsung ini disebut metafora.

Contoh :

  1. Jangan dekati buaya darat
  2. Si jago merah telah melalap sebuah rumah
  3. Pemuda adalah tulang punggung
  4. Semangatnya membaja untuk mencapai cita-cita.
  5. Nina jinak-jinak merpati.

Penginsanan (personifikasi)

Majas penginsanan adalah majas dengan cara membandingkan antara benda tak bernyawa dengan benda bernyawa. Majas cara ini disebut personifikasi (pengorangan).

Contoh :

  1. Malam mendekap tubuh kami.
  2. Padi merunduk, menghormat petani.
  3. Ombak menuju pantai.
  4. Bulan bersembunyi di balik awan.
  5. Sawah dan ladang merindukan hujan.

Sindiran (alegori)

Majas sindiran adalah majas yang berupa cerita singkat yang mengandung kiasan.  Gaya bahasa atau majas ini sering disebut majas metafora yang mengalami perluasan atau alegori.

Contoh :

  1. Setiap insan di dunia akan mengalami topan dan badai dalam kehidupan.
  2. Saya ucapkan selamat mendayung bahtera hidup. Semoga kelak mencapai pulau kehidupan yang bahagia.
  3. Bunga desa itu sedang berkembang. Banyak kumbang mengintainya.  Akan tetapi, bunga itu selalu menjaga keasriannya.
  4. Roda kehidupan manusia selalu berputar. Kadang berada di atas kadang di bawah. Oleh karena itulah, kita sebagai makhluk Allah harus pandai-pandai bersyukur.
  5. Waspada dalam menempuh roda kehidupan. Banyak gelombang yang harus kau arungi dan tebing yang harus kau daki.

Antitesis

Antitesis adalah jenis majas  yang mengadakan komparasi atau perbandingan antara dua antonim.

Contoh :

  1. Dia bergembira ria atas kegagalan dalam ujian itu.
  2. Setelah ditodong, pemilik rumah itu malah menolong penjahat itu.
  3. Segala fitnahan itu dibalasnya dengan budi bahasa yang baik.
  4. Kecantikan gadis itulah yang membuatnya sengsara, bukan senang.
  5. Kekayaan Pak Aji justru yang membuat perselisihan dalam keluarganya.

2. Majas Pertentangan

Hiperbola

Hiperbola adalah majas yang mengandung pernyataan yang berlebih-lebihan (jumlahnya, ukurannya, sifatnya) dengan maksud memberi penekanan pada suatu pernyataan atau situasi untuk memperhebat, meningkatkan kesan dan pengaruhnya.

Contoh :

  1. Sampah-sampah bertumpuk setinggi gunung di muka rumah itu.
  2. Hasil panen itu berlimpah-ruah berlumbung-lumbung.
  3. Wanita itu sempurna sekali tiada kekuarangan suatu apapun.
  4. Pak Amir tabungannnya bermiliar-miliar, emasnya berkilo-kilo menumpuk di rumahnya.
  5. Siapa berani mengganggu anak gadisnya itu akan dipenggal serta diremukan redamkan tulang-tulangnya hingga menjadi bubur.

Litotes

Litotes adalah majas yang di dalam pengungkapannya menyatakan sesuatu yang positif dengan bentuk yang negatif atau bentuk yang bertentangan. Litotes merupakan kebalikan hiperbola adalah majas yang mengandung yang dikecil-kecilkan, misalnya untuk merendahkan diri.

Contoh :

  1. Anak itu sama sekali tidak bodoh.
  2. Kelakuan Deden tidak mengecilkan hati orang tuannya.
  3. Wiliam Shakespeare bukan dramawan picisan.
  4. B Yassin bukan kritikus murahan.
  5. Kami disuguhi dengan makanan yang tidak membosankan.

Ironi

Ironi adalah majas yang menyatakan makna yang bertentangan dengan maksud mengolok-olok, dengan cara mengemukakan makna yang berlawanan dengan makna yang sebenarnya.

Contoh :

  1. Aduh bersihnya kamar ini puntung rokok dan sobekan kertas bertebaran di lantai.
  2. Bersih benar hatimu, semua orang kamu caci dan kamu fitnah.
  3. Alangkah harumnya kamar mandi ini, bau petai dan bau jengkol.
  4. Bukan main rajinmu, sudah tujuh hari kamu bolos bulan ini.
  5. Bagus benar rapor Andi, banyak benar angka merahnya.

Oksimoron

Oksimoron adalah majas yang mengandung penegakan atau pendirian sesuatu hubungan sintaksis antara dua antonim.

Contoh :

  1. Perkawinan dapat mendatangkan kebahagian tetapi terkadang dapat juga mencelakan pasangan tersebut.
  2. Nuklir dapat dipakai kesejahteraan manusia tetapi juga dapat memusnahkannya.
  3. Siaran televisi dapat dipakai sebagai sarana perdamaian tetapi dapat juga sebagai penghasut perselisihan.
  4. Bahasa dapat dijadikan sebagai alat pemersatu bangsa namun dapat juga sebagai alat pemecah-belah.
  5. Olah raga mendaki gunung memang menarik perhatian walaupun sangat berbahaya.

Paronomasia

Paranomasia adalah majas yang berisi penjajaran kata-kata yang berbunyi sama tetapi bermakna lain atau kata-kata yang sama bunyinya tetapi berbeda maknanya.

Contoh :

  1. O adinda sayang, akan kutanam bunga tanjung di pantai tanjung
  2. Awas bisa ini bisa membahayakan kesehatan kita.
  3. Kemabang yang kutanam itu kini telah berkembang.
  4. Di samping menyukai susunan indah, saya pun mendambakan susu nan indah.
  5. Ketika sibuk mengukur kelapa, burung tetangga terdengar sedang mengukur bersahut-sahutan.

Paralipsis

Paralipsis adalah majas yang merupakan suatu formula yang dipergunakan sebagai sarana untuk menerangkan bahwa seseorang tidak mengatakan apa yang tersirat dalam kalimat itu sendiri.

Contoh :

  1. Pilihlah buah yang masak (e…)yang saya maksud bukan buah yang busuk.
  2. Tidak ada orang yang menyenangi kamu (maaf) yang saya maksud membenci kamu di desa ini.
  3. Semoga nenek mendengarkan permintaaan kalian (maaf) bukan maksud saya menolaknya.
  4. Biarlah masyarakat mendengar wasiat itu, yang (maafkan saya) saya maksud bukan membacanya.
  5. Pak guru sering memuji anak itu, yang (maafkan saya) saya maksud memarahinya.

Zeugma

Zeugma adalah majas yang merupakan koordinasi atau gabungan gramatis dua kata yang mengandung ciri-ciri semantis yang bertentangan.

Contoh :

  1. Bibi saya bersif sosial dan egois dalam kehidupan sehari-hari.
  2. Anak itu memang rajin dan juga malas belajar di sekolah.
  3. Jauh atau dekat sama saja ongkos kendaraan tetap 1.500 rupiah seorang.
  4. Tua dan muda semua akan mati kelak tanpa kecuali.
  5. Kita harus berbuat baik di dunia dan di akhirat.

Demikian artikel tentang macam-macam majas dan contoh-contohnya. Semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply