Contoh Silogisme

Bahasa 0
silogisme

Silogisme

Pengertian Silogisme

Silogisme adalah merupakan proses berpikir yang bertolak dari satu atau lebih premis, yakni pernyataan-pernyataan yang mendahului untuk ditarik suatu kesimpulan menurut prinsip-prinsip logis perlawanan atau pendasaran yang mencukupi.

Dalam silogisme terdapat dua premis dan satu kesimpulan. Kedua premis itu adalah premis umum dan premis khusus atau biasa disebut dengan premis mayor dan premis minor.

Premis Umum (=PU) menyatakan bahwa semua anggota golongan tertentu (= semua A) memiliki sifat atau hal tertentu (=B). Premis Khusus (=PK) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang (=C) adalah anggota golongan tertentu itu (=A).

Simpulan (=S) menyatakan bahwa sesuatu atau seseorang itu (=C) memiliki sifat atau hal tersebut pada B (=B). Dari uraian tadi dapat dirumuskan menjadi :

PU : semua  A = B

PK : C = A

S : C = B

Contoh :

PU         : Semua pemilik sepeda motor wajib membayar pajak.

PK          : Pak Andi memiliki sebuah sepeda motor.

S             : Pak Andi wajib membayar pajak.

Jenis Silogisme

Silogisme dapat dibedakan menjadi dua jenis,yakni :

Silogisme Negatif

Silogisme negatif ditandai  dengan menggunakan kata bukan atau tidak pada premis dan simpulan. Apabila satu premis dalam silogisme bersifat negatif, simpulannya pun bersifat negatif pula.

Contoh :

PU    : Semua penderita penyakit lever tidak boleh makan makanan yang berlemak.

PK    : Paman mengidap penyakit lever.

S       : Paman tidak boleh makan makanan yang berlemak

Silogisme Salah

Dalam suatu argumentasi harus berhati-hati menggunakan penalaran silogisme. Jika tidak berhati-hati dapat timbul masalah ketika menarik simpulan. Dalam merumuskan premis harus dengan cermat sebab kesalahan sering pada penyusunan premis. Untuk menhindari kesalahan perlu diperhatikan peringatan dibawah ini :

1. Dari dua premis khusus tidak dapat ditarik simpulan yang dapat dipercaya

PK      : A=B : Tono diterima sebagai mahasiswa Unigal.

PK      : A=D : Tono remaja yang taat beribadah (bukan C)

S         : D=B(?) : Remaja yang taat beribadah ditrima sebagai mahasiswa Unigal?

Dari contoh tersebut di atas tidak terdapat PU.

2. Dalam PK, A tidak menjadi predikat. C tidak dihubungkan dengan A, tetapi dengan B. Jadi, baik PU maupun PK dihubungkan dengan B. B menjadi predikat. Dari silogisme demikian, tidak dapat ditarik simpulan yang dipercaya. Contoh :

PU     : Semua A=B : Semua siswa SMK adalah wanita.

PK      : C=B : Rindu seorang wanita.

K         : C=A(?) Rindu seorang siswa SMK?

3. Dari dua premis yang negatif tidak dapat ditarik simpulan yang dipercaya.

PU             : semua AǂB : Semua kura-kura tidak menyusui anaknya.

PK              : CǂA : Buaya bukan kura-kura.

K                 : C=B(?) : Jadi buaya menyusui anaknya?

4. Jika PU tidak menyebutkan seluruh anggota golongan, tetapi hanya beberapa anggota golongan itu saja, tidak dapat ditarik simpulan.

PU     : tidak semua A=B : Tidak semua orang Bali penganut agama Hindu.

PK      : C=A : Budi orang Bali.

K         : C=B(?) : Budi Penganut agama Hindu?

Demikian pembahasan singkat mengenai artikel  silogisme semoga dapat menambah wawasan dan bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Contoh Silogisme,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply