Mempercayai atau Memercayai?

Bahasa 0
memercayai

Mempercayai atau Memercayai?

Dalam keseharian kita sering mendengar pengucapan kata mempercayai dan bentuk penulisan mempercayai, tetapi seiring waktu kita juga mendengar pengucapan kata memercayai dan menemukan bentuk penulisan memercayai. Memang dalam pemakian bahasa dalam kehidupan sehari-hari, sering dijumpai bentuk atau cara penulisan dan pengungkapan kata mempercayai (p tidak luluh) dan memercayai (p luluh). Timbul pertanyaan dalam benak kita apakah mempercayai telah berubah menjadi memercayai? Keadaan semacam itu menunjukkan belum adanya keseragaman di antara para pemakai bahasa.

Luluh tidaknya bunyi seperti di atas  disebabkan oleh dua hal, yakni (1) karena disangka banyak orang  bahwa suku pertama pada kata itu sama dengan imbuhan atau tidak. Jika p-e-r imbuhan, bunyi p tidak diluluhkan sehingga dipakai bentuk seperti (mempercayai, memperkarakan, memperkosa. Sebaliknya jika p-e-r dipandang bukan sebagai imbuhan bunyi p diluluhkan sehingga digunakan (memercayai, memergoki, memerlukan), (2) anggapan orang bahwa bentuk dasarnya masi asing atau tidak. Jika bentuk dasar dianggap asing bunyi p cenderung tidak diluluhkan sehingga muncul bentuk seperti mempermutasikan, mempersentasekan, mempermanenkan. Dapat ditambahkan, jika bentukanyang dihasilkan akan terasa mengaburkan bentuk dasar, cenderung tidak meluluhkan bunyi p itu, seperti mempascasarjanakan, mempanglimakan.

Bunyi p pada imbuhan per- seperti pada pertemukan dan pertandingkan memang tidak luluh pada bentukan mempertemukan dan mempertandingkan. Namun perlu diketahui bahwa p-e-r pada percaya, perkarakan, perkosa bukanlah imbuhan. Jika bentukan yang akan dihasilkan itu disesuaikan dengan kaidah penggabungan bunyi seharusnya bentukan itu menjadi memercayai, memerkarakan, memerkosa.

Demikian halnya masalah asing atau tidaknya bentuk dasar ataupun bentukan yang dihasilkan, dapat dikesampingkan jika kaidah itu akan diakui. Pada praktinya, batas asing atau tidaknya sebuah kata sulit ditentukan, kecuali kata itu baru diperkenalkan untuk pertama kali.

Jika hal itu dapat membingungkan pembaca, pada pemakaian yang pertama dalam tulisan ilmiah dapat ditambahkan bentukan yang hendak dijauhi, seperti memercayai (mempercayai), memersentasekan (mempersentasekan), memanglimakan (mempanglimakan). Demikian semoga bisa menambah wawasan kita.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply