Pengertian dan Unsur-unsur Puisi

Sastra 0
poem

Pengertian dan Unsur-unsur Puisi

Pengertian

Puisi adalah ragam sastra yang bahasanya terikat oleh rima, irama, matra, serta penyusunan larik dan baris. Berbeda dengan karya sastra prosa, karya sastra puisi bersifat konsentratif dan intensif. Pengarang tidak menjelaskan secara terperinci  apa yang ingin diungkapkannya.

Dalam memilih kata pengarang puisi tidak hanya mendasarkannya pada arti atau maknanya saja, tetapi memperhatikan pula rasanya, yaitu pengaruh yang mungkin dapat ditimbulkan oleh unsur-unsur bunyi bahasa tersebut.

Unsur-unsur Puisi

1. Tema

Tema merupakan pokok permasalahan. Seperti karya sastra prosa, puisi pun memiliki tema untuk mengungkapkan pikiran dan perasaan pengarangnya. Bedanya tema dalam puisi dinyatakan pengarangnya dengan cara tersirat. Tanpa kemampuan menafsirkan lambang-lambang atau kiasan-kiasan tersebut, akan sulit untuk mengetahui tema puisi yang dibaca.

2. Daya Bayang

Puisi bukan sekedar alat untuk memberitahukan apa yang dilihat atau apa yang dirasakan, melainkan sebagai alat untuk mengajak pembaca untuk ikut merasakan apa yang dirasakan, melihat apa yang dilihat, dan mendengar apa yang didengar. Dengan kata lain puisi yang semula abstrak menjadi konkrit. Jadi daya bayang adalah kemampuan menciptakan citra (citraan) dalam benak pembaca. Daya bayang dalam puisi sangan penting keberadaannya. Dalam menciptakan daya bayang ada beberapa cara yang ditempuh oleh pengarang puisi, antara lain :

a. Menggunakan kata-kata kias

Kata kias adalah kata yang mempunyai arti samar-samar. Walau samar namun kata tersebut sangat berpengaruh kuat, karena dibalik kata tersebut terkandung makna yang jelas, gampang ditangkap oleh panca indera.

b. Menggunakan lambang-lambang

Lambang adalah sesuatu yang mewakili sesuatu yang lain. Melalui perlambangan sesuatu yang semula kabur, tidak jelas, dan sulit ditangkap menjadi nyata dapat dilihat, didengar, diraba dan sebagainya.

c. Menggunakan pigura-pigura bahasa

Pigura bahasa di sini adalah menggunakan gaya bahasa tertentu untuk mengungkapkan perasaan pengarang. Diantara pigura bahasa yang sering digunakan pengarang puisi adalah metafora, metonimia, personifikasi, dan yang lainnya.

3. Rima dan Irama

Rima adalah persajakan atau persamaan bunyi. Sedangkan irama adalah ritme yakni tinggi rendah, panjang pendek, keras lembut, cepat lambat kata atau baris puisi apabila puisi tersebut dibacakan. Dengan adanya rima dan irama dalam puisi akan membantu keadaan yang lebih nyata dan lebih dapat menimbulkan kesan pada benak pembaca. Menurut jenisnya rima dapat dibedakan menjadi :

a. Berdasarkan bunyinya

1. Asonansi

Adalah rima yang disebabkan oleh adanya unsur vokal yang sama. Contoh kita-lima (i-a), menarik-kemarin (e-a-i) dan sebagainya.

2. Aliterasi

Adalah rima yang disebabkan oleh adanya unsur konsonan yang sama. Contoh bukan beta bijak berperi, burung elang terbang melayang, dan sebagainya.

b. Berdasarkan letaknya dalam kata

1. Rima mutlak

Adalah rima yang apabila seluruh vokal dan konsonannya sama. Contoh mata-mata, kenangan- kenangan, dan sebaginya.

2. Rima sempurna

Adalah rima yang salah satu suku katanya sama. Contoh ketam-dentam, tumpah-tumpul, dan sebagainya.

3. Rima tak sempurna

Adalah rima yang dalam salah satu suku katanya hanya vokal atau konsonan saja yang sama. Contoh rantai-rumbai, manis-tipis, dan sebainya.

c. Berdasarkan letaknya dalam baris

1. Rima awal

Adalah rima yang terdapat pada awal baris. Contoh :

Dari mana datangnya lintah

Dari sawah turun ke padi

Dari mana datangnya cinta

Dari mata turun ke hati

2. Rima tengah

Adalah rima yang terdapat pada tengah baris. Contoh :

Kalau padi kata padi

Jangan saya tampi-tampi

Kalau jadi kata jadi

Jangan saya menanti-nanti

3. Rima akhir

Adalah rima yang terdapat pada akhir baris. Contoh :

Tuan ayuhai mega berarak

Yang meliputi dewangga raya

Berhentilah tuan di atas teratak

Anak Langkat musyafir lata

4. Rima horizontal

Adalah rima yang terdapat pada baris yang sama. Contoh

Kalau padi kata padi

…………………………

Kalau jadi kata jadi

5. Rima vertikal

Adalah rima yang terdapat pada baris yang berlainan. Contoh

Tuan ayuhai mega berarak

………………………………….

Berhentilah tuan di atas teratak

Demikian pembahasan artikel tentang karya sastra puisi dan unsur-unsurnya. Semoga bermanfaat dan dapat menambah wawasan serta pengetahuan.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply