Petunjuk Melakukan Sesuatu

Bahasa 0
petunjuk

Petunjuk Melakukan Sesuatu

Petunjuk adalah wacana yang berisi penjelasan tentang suatu proses pembuatan sesuatu atau penggunaan sesuatu. Petenjuk merupakan suatu wacana eksposisi proses yang menggunakan pilihan kata yang konkret (dengan ukuran, arah, batas yang jelas) dan struktur kalimat perintah. Sedangkan urutan petunjuk harus jelas, logis, dan mudah diikuti.

Adapun langkah-langkah yang harus dilakukan dalam penyusunan sebuah petunjuk adalah (1) Menentukan barang atau makanan yang akan dibuat atau kegiatan yang dijelaskan, (2) Menentukan urutan pembuatan atau urutan menggunakan secara garis besar, (3) Menentukan kata konkret sebagai batas, arah, atau ukuran yang memudahkan atau mengkonkretkan apa yang akan dijelaskan, dan (4) Mengembangkan kalimat perintah sesuai dengan urutan yang telah ditetapkan.

Biasanya petunjuk itu dipakai dalam berbagai hal di antaranya dipakai dalam obat-obatan, barang-barang bergerak, piranti dapur, cara memelihara tanaman, dan sebagainya.

Petunjuk dapat dibagi menjadi dua jenis, yaitu :

1. Petunjuk Negatif

Petunjuk yang negatif bersifat melarang orang melakukan sesuatu. Petunjuk tersebut ditandai oleh kata dilarang, jangan, dan tidak boleh.

Petunjuk yang memakai kata dilarang digunakan sebagai petunjuk untuk teguran keras agar tidak dilakukan seperti apa yang tertulis pada petunjuk itu.

Contoh :

  1. Dilarang menebangi pohon di kawasan margasatwa ini.
  2. Dilarang merokok di dalam ruangan ini.
  3. Dilarang menginjak rumput di dalam taman ini.
  4. Dilarang membuang sampah di sembarangan tempat.

Petunjuk yang memakai kata jangan digunakan sebagai petunjuk yang agak keras yang nuansa maknanya hampir sama dengan kata dilarang.

Contoh :

  1. Jangan pergi ke sungai itu karena di situ banyak buaya.
  2. Jangan memberi makanan pada burung-burung yang ada di dalam taman ini.
  3. Jangan mencoret dinding sekolah.
  4. Jangan berbicara terlalu keras di studio.

Petunjuk yang memakai kata tidak boleh dapat dilihat pada contoh berikut ini. Kalau kita memakai kata tidak boleh dianjurkan untuk menambahkan subjek pada kalimat itu, seperti kata Anda, pengunjung, penumpang, dan sebagainya.

      Contoh :

  1. Pengunjung tidak boleh mandi di pantai ini karena ombaknya besar.
  2. Penumpang tiodak boleh menjulurkan tangan ke luar jendela ketika kereta api sedang berjalan.
  3. Anda tidak boleh membawa gunting ke dalam kabin pesawat.
  4. Hak cipta buku ini dilindungi undang-undang. Oleh sebab itu, seluruh atau sebagaian isi buku tidak boleh dikutip tanpa izin dari pengarang.

2. Petunjuk Positif

Petunjuk yang positif bersifat menyuruh atau menganjurkan orang melakukannya. ditandai oleh kata-kata yang berpartikel –lah atau dengan akhiran –an. Petunjuk positif lebih banyak bersifat perintah sehingga partikel lah dan akhiran -an atau -kan sangat berfungsi dalam membentuk petunjuk itu.

      Contoh :

  1. Jagalah kebersihan ruangan ini !
  1. Pakailah jembatan penyeberangan !
  2. Kenakan sabuk pengaman ketika Anda mengendarai mobil !
  3. Peliharalah taman bunga ini !

Di bawah ini adalah cotoh melakukan sesuatu :

  1. Larutkan 1 sendok the sabun cair ke dalam mangkuk yang berisi setengah gelas air. Masukkan spons ke dalam larutan sabun cair tersebut, lalu bersihkan semua bekas lemak dan kotoran pada peralatan makanan.Bilaslah peralatan itu sampai bersih dengan air.
  2. Masukkan kartu Anda ke dalam lubang yang telah ditentukan. Tulislah nomor PIN Anda dengan benar. Ketikkan jumlah uang yang hendak Anda ambil. Tariklah kartu Anda kembali jika Anda telah selesai.

Demikian artikel tentang petunjuk melakukan sesuatu, semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply