Puisi Gugur : W.S. Rendra

Sastra 0

 

ws rendra

Gugur Puisi W.S.Rendra

GUGUR

Ia merangkak

Di atas bumi yang dicintai

Tiada kuasa lagi menegak

Telah ia lepaskan dengan gemilang

Pelor terakhir dari bedilnya

Ke dada musuh yang merebut kotanya

Ia merangkak

Di atas bumi yang dicintainya

Ia sudah tua

Luka-luka dibadannya

Bagai harimau tua

Susah payah maut menjeratnya

Matanya bagai saga

Menatap musuh pergi dari kotanya

Sesudah pertempuran yang gemilang itu

Lima pemuda mengangkatnya

Diantara anaknya

Ia menolak

Dan tetap merangkak

Menuju kota kesayangannya

Ia merangkak

Di atas bumi yang dicintainya

Belum lagi selusin tindak

Maut pun menghadangnya

Ketika anaknya memegang tangannya

Ia berkata :

“Yang berasal dari tanah

kembali rebah pada tanah”

Tanah Ambarawa yang kucinta

Kita bukanlah anak jadah

Kerna kita punya bumi kecintaan

Bumi yang menyusui kita

Dengan mata airnya

Bumi kita adalah tempat pautan yang syah

Bumi kita adalah kehormatan

Bumi kita adalah jiwa dari jiwa

Ia adalah bumi nenek moyang

Ia adalah bumi waris yang sekarang

Ia adalah bumi waris yang akan datang

Hari pun berangkat malam

Bumi berpeluh dan terbakar

Karena api menyala di kota Ambarawa

Orang tua itu kembali berkata

“Lihatlah hari telah fajar !”

wahai bumi yang indah

kita akan berpelukan buat selamanya

nanti sekali waktu

seorang cucuku

akan menancapkan bajak

di bumi tempatku berkubur

kemudian akan ditanamkan benih

dan tumbuh dengan subur

Maka ia pun akan berkata

Alangkah gemburnya tanah di sini

Hari pun lengkap malam

Ketika ia menutup mata

 

Tags:
Rate this article!
Puisi Gugur : W.S. Rendra,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply