Tahapan Alur Cerita Prosa

Sastra 0
tahapan alur

Tahapan Alur Cerita

Istilah lain dari alur yaitu plot atau jalan cerita. Di dalam alur merupakan merupakan sarana pengarang menjalin kejadian-kejadian secara beruntun dengan memperhatikan hukum sebab akibat sehingga merupakan kesatuan yang padu, bulat, dan utuh.

Plot atau alur suatu cerita terutama cerita yang berupa prosa biasanya terdiri dari lima bagian, yaitu :

  1. Pemaparan atau pendahuluan (situation) yaitu bagian cerita tempat pengarang mulai melukiskan suatu keadaan yang merupakan awal dari sebuah cerita.
  2. Penggawatan (generating circum stances) yaitu bagian yang melukiskan tokoh-tokoh yang terlibat dalam cerita mulai bergerak. mulai bagian ini secara bertahap terasakan adanya konflik dalam cerita tersebut. Konflik itu dapat terjadi antartokoh, antara tokoh dengan masyarakat sekitarnya atau antara tokoh dengan hati nuraninya sendiri.
  3. Penanjakan (rising action) yaitu bagian cerita yang melukiskan konflik-konflik dalam cerita mulai memuncak.
  4. Puncak (klimaks) yaitu bagian yang melukiskan peristiwa mencapai puncaknya. bagian ini dapat berupa bertemunya dua tokoh yang sebelumnya saling mencari, atau dapat pula berupa terjadinya perkelahian atau perseteruan antara dua tokoh yang sebelumnya digambarkan saling mengancam.
  5. Perelaraian yaitu bagian cerita tempat pengarang memberikan pemecahan dari semua peristiwa yang telah terjadi dalam cerita atau bagian-bagian sebelumnya.

Dengan gambaran di atas kepaduan sebuah alur cerita harus tetap terjaga sehingga perhatian pembaca tidak terpencar-pencar atau terbelah-belah. Jalinan sebuah cerita harus tetap padu, bulat, dan utuh yang terasa sampai sebuah cerita itu berakhir. Demikian artikel tentang tahapan atau bagian-bagian alur sebuah cerita semoga bermanfaat dan menambah wawasan kita.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Tahapan Alur Cerita Prosa,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply