Contoh Nara Karya Pramuka

Artikel, Pendidikan 0

C360_2015-02-21-14-09-49-150

Nara Karya Pramuka

Penyelenggaraan Kursus Pembina Pramuka Mahir sebagaimana ditetapkan dalam keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 058 tahun 1980 perlu dirubah untuk disesuaikan dengan kepentingan, kebutuhan, situasi dan kondisi perkembangan masyarakat, khususnya kaum muda, saat ini serta dalam menghadapi tantangan abad ke 21. Salah satu syarat telah selesainya Kursus harus membuat sebuah nara karya. Di bawah ini adalah contoh nara karya pramuka (KMD).

BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Mengapa Nara Karya

Pendidikan Nasional bertujuan untuk meningkatkan kualitas manusia Indonesia seutuhnya, yaitu: manusia yang beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berbudi pekerti luhur, berkepribadian, mandiri, maju, tangguh, cerdas, kreatif, terampil, berdisiplin, memiliki etos kerja yang tinggi, bertanggung jawab, serta sehat jasmani dan rohani.

Tujuan tersebut dapat tercapai melalui kegiatan intrakurikuler dan kegiatan ekstrakurikuler. Kegiatan ekstrakurikuler yang dapat dilakukan di sekolah diantaranya adalah kepramukaan yang dilakukan oleh gerakan pramuka tingkat pengalang untuk tingkat Sekolah Menengah Pertama (SMP). Pendidikan kepramukaan dilaksanakan melalui gugus depan gerakan pramuka yang berpangkalan di sekolah yang bersangkutan.

Kepramukaan adalah proses pendidikan di luar lingkungan sekolah dan di luar lingkungan keluarga dalam bentuk kegiatan menarik, menyenangkan, sehat, teratur, terarah, praktis yang dilakukan di alam terbuka dengan prinsip dasar kepramukaan yang sasaran akhirnya pembentukan watak dan budi pekerti luhur (Lemdikcab 2004:4).

Pelaksanaan kepramukaan merupakan proses pendidikan sepanjang hayat menggunakan tata cara rekreatif dan edukatif dalam mencapai sasaran dan tujuannya. Kegiatan ini harus dapat dirasakan oleh peserta didik sebagai satuan yang menyenangkan, menarik, menantang, dan tidak menjemukan sehingga peserta didik akan berkembang kemampuan mentalnya, fisik, pengetahuan, keterampilan, pengalaman, rasa sosial, spiritual dan emosionalnya.

Kegiatan kepramukaan memiliki fungsi bagi (1) peserta didik yaitu sebagai permainan yang menarik, menyenangkan, dan menantang (2) bagi pembina pramuka adalah sebagai pengabdian atau karya bakti (3) bagi masyarakat sebagai alat pembinaan dan pengembangan generasi muda.

Kegiatan kepramukaan harus memperhatikan tiga pilar kepramukaan yaitu (1) Modern artinya selalu mengikuti perkembangan zaman (2) Azas manfaat yaitu kegiatan kepramukaan itu harus memiliki manfaat bagi peserta didik dan (3) Azas taat pada kode kehormatan sehingga akan mengembangkan watak atau karakter peserta didik.

Dalam memncapai keberhasilan dari fungsi kepramukaan maka peserta didik harus dibimbing, dibina, dilatih sejak dini supaya kelak dapat berguna dan mampu di lingkungan dimana ia berada. Maka untuk mewujudkan keberhasilan peserta didik itu dimulai dari pembinaan, pemberian bekal pengetahuan, keterampilan dan kemampuan kepada para pembina pramuka melalui berbagai pendidikan formal dalam gerakan kepramukaan diantaranya Kursus Mahir Tingkat Dasar.

Berdasarkan uraian di atas, maka pendidikan kepramukaan agar dapat dilaksanakan sebaik – baiknya di sekolah dan dapat menunjang pencapaian tujuan pendidikan nasional.

1.2 Dasar Hukum

Dasar hukum yang digunakan dalam pembuatan Laporan Masa Pengembangan Nara Karya-1 Kursus Pembina Pramuka Mahir Tingkat Dasar (KMD) Gerakan Pramuka Kwartir Ranting Sukadana Kwartir Cabang Ciamis adalah :

  1. UU Nomor 12 Tahun 2010 tentang Gerakan Pramuka
  2. Keputusan Presiden No.24 Tahun 2009 tentang Anggaran Dasar Gerakan Pramuka
  3. Surat Keputusan Kwarnas No. 24 Tahun 2009 tentang Anggaran Rumah Tangga Gerakan Pramuka.
  4. Keputusan Presiden RI Nomor 238 tahun 1961 tentang gerakan pramuka, Juncto keputusan Presiden RI Nomor 57 tahun 1988 tentang pengesahan anggaran dasar gerakan pramuka.
  5. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Nomor 137 tahun1984 tentang petunjuk penyelenggaraan gugus depan gerakan pramuka.
  6. Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 533/C8/U/1995 pada tanggal 7 September 1995 Perihal peningkatan pembinaan kegiatan ekstrakurikuler terutama bidang kepramukaan.
  7. Keputusan Kwartir Nasional Gerakan Pramuka No. 200 tahun 2011 tentang Panduan Kursus Pembina Mahir .

1.3 Maksud dan Tujuan

Adapun maksud dan tujuan pembuatan laporan nara karya ini adalah

  1. Tujuan program kegiatan ektrakurikuler di bidang kepramukaan adalah wadah pembinaan bagi anak-anak dan pemuda Indonesia dengan prinsip-prinsip metode kepramukaan yang pelaksanaannya disesuaikan dengan keadaan kepentingan dan perkembangan bangsa dan negara Indonesia agar:

a. Menjadi manusia yang berkepribadian dan berwatak luhur serta

1. Tinggi mental, moral, budi pekerti, dan kuat keyakinan beragama;

2. Tinggi kecerdasan dan keterampilan;

3. Kuat dan sehat fisiknya.

b. Menjadi warga Negara Indonesia yang ber-Pancasila serta dan patuh kepada Negara kesatuan republik Indonesia.

2. Tujuan pembinaan ekstrakurikuler dibidang kepramukaan di sekolah adalah untuk menunjang kegiatan belajar mengajar, khususnya di bidang pembinaan ke peserta didik dalam pembentukan watak dan kepribadian peserta didik melalui kegiatan kepramukaan.

3. Agar Pembina Pramuka mampu memberikan informasi yang benar tetntang kepramukaan.

4. Pembina pramuka lebih kreatif dan berkualitas dalam membimbing peserta didik dan mengelola satuannya.

5. Agar dalam melaksanakan kegiatan kepramukaan selalu terprogram dan terencana dengan baik

6. Agar peserta didik lebih kreatif dalam kegiatan kepramukaan dan tidak merasa bosan dan jenuh.

BAB II

ISI LAPORAN

2.1  Jenis Kegiatan

Adapun jenis kegiatan yang dilaksanakan di Gudep 26-049 dan 26-050 pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana adalah

A. Latihan Rutin Peserta Didik

    Dalam latihan rutin pramuka bagi peserta didik dilakukan satu kali dalam seminggu yaitu hari Jumat tiap bulan, dengan tujuan untuk

  1. Pencapaian SKU
  2. Meningkatkan latihan pramuka Penggalang dari jenjang Penggalang Rakit dan Penggalang Terap
  3. Pencapaian SKK

B. Lomba Tingkat (LT); Lomba Tingkat (LT) dalah pertemuan pramuka penggalang dalam bentuk perlombaan beregu atau perorangan atas nama regu yang mempertandingkan sejumlah ketrampilan. Lomba tingkat dilaksanakan dalam bentuk perkemahan. Berbeda dengan jambore yang menekankan sifat rekreatif, lomba tingkat lebih berupa perlombaan. Lomba Tingkat terdiri atas:  LT I (tingkat Gugus Depan), LT II (tingkat Kwartir Ranting), LT III (tingkat Kwartir Cabang).

C. Penjelajahan; Penjelajahan adalah pertemuan Pramuka Penggalang berbentuk penjelajahan, dalam rangka mengaplikasikan pengetahuan tentang ilmu medan, peta, kompas dan survival.

D. Perkemahan Bakti (PB); Perkemahan Bakti (PB) adalah kegiatan Pramuka Penggalang dalam rangka bhakti pada masyarakat yang biasanya berwujud peran serta dalam kegiatan pembangunan.

E. Perkemahan;
Berbagai macam perkemahan yang dilakukan sesuai dengan waktu, peserta, dan tujuannya masing-masing.Di Gugus Depan kami melaksanakan Persami (Perkemahan Sabtu dan Minggu).

F. Dian Pinru (Gladian Pemimpin Regu); Gladian Pemimpin Regu (Dianpinru) adalah kegiatan Pramuka Penggalang bagi Pemimpin Regu Utama (Pratama), Pemimpin Regu (Pinru), dan Wakil Pemimpin Regu (Wapinru), yang bertujuan memberikan pengetahuan di bidang manajerial dan kepemimpinan. Dian Pinru diselenggarakan di tingkat gugus depan, kwartir ranting atau kwartir cabang.

2.2 Persiapan dan Rencana

Persiapan dan rencana kegiatan pramuka di pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana selalu terencana dan terprogram agar bisa mencapai sasaran yang diinginkan, oleh sebab itu maka kami dalam setiap kegiatan selalu dibuat program kerjanya.

2.3 Pelaksanaan Kegiatan Menurut Bidang, Waktu Pelaksanaan

1. Latihan Rutin Peserta Didik

Latihan rutin pramuka di Pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana dilaksanakan setiap hari Jumat. Dalam setiap latihan tentu saja memiliki tujuan-tujuan tertentu yaitu

(1) Pencapaian SKU yaitu meningkatkan latihan pramuka Penggalang dari jenjang Penggalang Rakit dan Terap. Waktu pengisian SKU dilaksanakan dalam hampir setiap latihan hari Jumat terutama pada bulan September dan Oktober. (2) Meningkatkan latihan pramuka Penggalang dari jenjang Penggalang Rakit dan Penggalang Terap. Dalam meningkatkan jenjang penggalang tentu saja pelaksanaannya setelah semua SKU tercapai dan kemudian dilantik. Pelaksanaan pelantikan dilakukan pada tiap latihan rutin setiap hari Jumat. (3) Pencapaian SKK yaitu berusaha untuk pencapaian SKK 10 macam meliputi SKK Agama 2, SKK Patriotisme dan Seni Budaya 2, SKK Ketangkasan dan Kesehatan 2, SKK Keterampilan 2, dan SKK Sosial 2. Adapun pelaksanaan pencapaiannya yaitu sama seperti pengisisan SKU.

2. Lomba Tingkat (LT);

Lomba Tingkat di Pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana dilaksanakan dari mulai Lomba Tingkat I yaitu dilaksanakan pada bulan Agustus. Sedangkan untuk Lomba Tingkat 2 Gudep 26-049 dan 26-050  Pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana selalu mengirimkan perwakilannya mengikuti kegiatan tersebut. Yang menjadi wakil yaitu yang mendapat predikat terbaik dari Lomba Tingkat 1 baik putera maupun puteri. Sedangkan pelaksanaan Lomba Tingkat II dilaksanakan pada bulan September ( Periode 2 tahun Sekali). Adapun  kegiatan Lomba Tingkat III  yang dilakukan Kwarcab biasanya dilaksanakan pada bulan Mei, gudep kami mengikuti kegiatan tersebut jika menjadi yang terbaik pada Lomba Tingkat II.

3. Penjelajahan

Pelaksanaan kegiatan penjelajahan dilakukan pada bulan September setelah materi kepramukaaan sebagian besar tersampaikan, kemudian dilakukan lagi penjelajahan yang kedua kalinya yaitu pada bulan Februari setelah semua materi tersampaikan. Tujuannya yaitu untuk mengaplikasikan semua materi yang didapat dipraktekan di lapangan.

4. Perkemahan Bakti (PB)

Kegiatan Perkemahan Bakti atau Bakti Masyarakat ini biasanya Gudep kami melakukannya pada bulan Agustus dalam rangka memperingati Hari Pramuka.

5. Perkemahan

Kegiatan perkemahan di Gugus Depan kami akan melaksanakan Persami (Perkemahan Sabtu dan Minggu) yaitu pelaksanaan dilakukan pada bulan Agustus dalam menyambut Hari Pramuka Nasional.

6. Dian Pinru (Gladian Pemimpin Regu)

Dalam pelaksanaan Gladian Pemimpin Regu Pangkalan kami selalu mengikuti jadwal yang dibuat oleh Kwarcab yang biasanya dilaksanakan pada  Mei dan rencananya pangkalan kami akan melaksanakan  Dian Pinru se-Korsa Bunter yaitu pada bulan Oktober.

2.4  Hasil yang dicapai

Dari kegiatan latihan yang dilakukan di pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana semuanya terlaksana yang tujuan utamanya menghasilkan para peserta memiliki pengetahuan dan keterampilan ilmu kepramukaan. Dan mereka bisa menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Teutama dari hasil latihan ini  pencapaian  target SKU dan SKK terlaksana.

2.5  Kesulitan dan Hambatan yang dihadapi

Kesulitan dan hambatan yang dihadapi ketika melaksanakan latihan rutin pramuka di pangkalan kami banyak diantaranya :

  1. Motivasi peserta didik akan pentingnya pramuka itu sangat kurang.
  2. Sangat jauhnya tempat tinggal peserta didik dari tempat kegiatan latihan yaitu pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana.
  3. Masih banyak peserta didik belum memahami betapa pentingnya kegiatan kepramukaan dalam dunia pendidikan saat ini.
  4. Kurangnya dukungan dari orang tua, mengingat masih terekam dalam benak mereka bahwa pramuka itu merupakan kegiatan berbahaya, seperti materi menjelajah dialam terbuka.

2.6  Kesimpulan dan Penyempurnaan dikegiatan Mendatang

Dari semua kegiatan latihan kepramukaan yang dijabarkan dalam bentuk laporan tertulis ini dapat ditarik suatu kesimpulan untuk penyempurnaan di masa akan datang diantaranya:

  1. Memandang perlu membentuk kepengurusan Gugus Depan untuk masa bakti tertentu agar kinerja tenaga pendidik maupun kependidikan yang terlibat dalam kepengurusan Gugus Depan lebih terorganisir keberadaannya.
  2. Masih kurangnya sarana pendukung dalam kegiatan kepramukaan.
  3. Siswa masih enggan untuk mengikuti kegiatan latihan kepramukaan mingguan karena masih belum memahami arti pentingnya kepramukaan dan penerapannya dalam kehidupan sehari-hari.

BAB III

PENUTUP

Dalam pembuatan Nara Karya 1 ini mengemukakan gambaran umum keadaan Gudep 26-049 dan 26-050 pangkalan SMP Negeri 2 Sukadana yang berisi aktifitas latihan dan melatih pramuka, program kerja,  dan administrasi Gugus Depan.

Sehingga Nara Karya 1 ini dapat disimpulkan bahwa setiap pembina dan pembantu pembina hendaknya selalu membuat program yang tersusun dan terperinci sesuai dengan situasi dan kondisi dan kemampuan peserta. Selain itu pembina dan pembantu pembina hendaknya mempersiapkan diri secara matang baik fisik maupun mental yang penuh disiplin, tanggung jawab, berbudi luhur, berakhlak mulia, sehat, serta tangguh dalam setiap menghadapi tantangan.

Setiap pembina dan pembantu pembina memerlukan ketekunan, ketelitian, dan kesabaran sehingga dapat tercipta suasana yang kondusif dan menyenangkan antara pembina dan peserta latihan.

Pembina Pramuka hendaknya dapat memotivasi peserta latihan supaya dapat mencintai dan melaksanakan kegiatan pramuka dengan baik dan sesuai dengan AD/ART Gerakan Pramuka. Juga harus harus sering diadakan pertemuan-pertemuan yang rutin untuk memperoleh informasi baik di tingkat Kwarran atau Kwarcab.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Contoh Nara Karya Pramuka,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply