Langkah Menulis Puisi Lama Pantun

Sastra 0
pantun2

Langkah Menulis Puisi Lama Pantun

Pantun merupakan salah satu jenis puisi lama. Lazimnya pantun terdiri atas empat larik (atau empat baris bila dituliskan), bersajak a-b-a-b. Dua hal tersebut merupakan ciri-ciri pantun. Pantun pada mulanya merupakan sastra lisan. Beredar dari mulut ke mulut, artinya tidak diketahui penulis atau pengarangnya (anonim). Tapi, sekarang dijumpai juga pantun yang tertulis atau ditulis.

Bentuk pantun terdiri atas dua bagian: sampiran dan isi. Ini pun merupakan salah satu ciri pantun dari dua ciri yang telah disebutkan di atas. Sampiran adalah dua baris pertama, kerap kali tentang alam (flora dan fauna), dan biasanya tak punya hubungan dengan bagian kedua yang menyampaikan maksud. Dua baris terakhir merupakan isi, sebagai tujuan dari pantun tersebut.

Menurut Sutan Takdir Alisjahbana fungsi sampiran terutama menyiapkan rima dan irama untuk mempermudah pendengar memahami isi pantun. Ini dapat dipahami karena pantun merupakan sastra lisan. Meskipun pada umumnya sampiran tak berhubungan dengan isi terkadang bentuk sampiran membayangkan isi.

Ccontoh pantun :

Air dalam bertambah dalam

Hujan di hulu belum lagi teduh

Hati dendam bertambah dendam

Dendam dahulu belum lagi sembuh

 Menulis pantun tidaklah sulit sebagai yang dikira. Tinggal memotong perkataanmu menjadi dua bagian. Setelah itu, carilah perkataan yang panjangnya kurang lebih sama, seperti contoh, kamu sedang menunggu ibu pulang dari pasar. Begitu melihat ibu datang, hatimu menjadi senang. Ungkapkan perasaan hati itu dalam perkataan,”Tidak terkata besar hati melihat ibu sudah datang. Nah, potonglah perkataan tersebut menjadi dua bagian.

Tidak terkata besar hati

Melihat ibu sudah datang

Selanjutnya, carilah perkataan yang akan dijadikan sampiran. Ingat, panjang sampiran kurang lebih sama dengan baris isi yang persajakannya akan dibuat sama. Terima kasih semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply