Menulis Buku Harian

Bahasa 0
buku harian

Buku Harian

Buku harian merupakan suatu bentuk tulisan pribadi. Dalam buku harian itu, dapat mengungkapkan pikiran dan perasaan secara jujur. Buku harian berguna untuk mencurahkan isi hati. Pemikiran tentang berbagai hal dapat diungkapkan pula di dalam buku harian. Berbagai perasaan; rasa senang, rasa sayang, rasa hormat, atau rasa kesal juga dapat dituliskan dalam buku harian.

Buku harian yang ditulis pada usia remaja disebut buku harian masa remaja. Sebagian remaja menyebut buku harian dengan diary. Biasanya, buku harian masa remaja lebih banyak mengungkapkan petualangan menemukan sesuatu yang menggugah perasaan atau juga indahnya cinta remaja.

Semua orang pasti pernah menulis buku harian. Apakah sudah pernah menulis buku harian atau belum? Jika jawabannya belum pernah, mulailah menulis dalam buku harian. Banyak sekali manfaat dari menulis buku harian seperti (1) melatih keterampilan menulis, (2) mengagendakan peristiwa yang pernah dialami, dan (3) dapat membantu mengatasi  berbagai masalah.

Ada beberapa unsur yang harus ada dalam tulisan di buku harian. Unsur-unsur itu adalah (1) waktu, (2) tempat, (3) peristiwa, dan (4) suasana.

 Perhatikan contoh kutipan dalam buku harian seperti berikut :

Malam minggu bertaburan bintang, 4 Januari …

Duh, kamu … membuatku sulit tidur malam ini. Matamu itu, saat memandangku …

Bak malam minggu bertaburan bintang. Suerrr, kerlap-kerlipnya menembus jantungku. Aku jadi rindu selalu padamu. Rinduku terobati ketika tadi sore kau ajak aku jalan-jalan ke Blok B. Kita beli es krim vanilla satu cup untuk bedua, Kita nikmati bersama.

Buku harian itu merupakan tempat mengungkapkan pikiran, perasaan, atau  pengalaman. Semua itu dapat diungkapkan secara efektif dengan menggunakan kalimat ekspresif. Kalimat ekspresif adalah kalimat yang mampu mengungkapkan gambaran, maksud, gagasan, dan perasaan. Hal ini berarti bahwa kalimat yang diungkapkan secara ekspresif tidak sekadar menceritakan, tetapi juga melukiskan sesuatu.

Perhatikan contoh berikut :

Menceritakan

Ia benar-benar marah. “Keluar!” teriaknya. Saya tahu apa yang harus saya lakukan, yaitu meninggalkannya.

Melukiskan

Sepasang alisnya yang tebal menyatu. Keningnya berkerut-kusut. Matanya merah menyala memandang ke arah saya. Suaranya lirih serak menekan. “Keluar!” giginya menggegat. Saya pun segera lari keluar seperti seekor tikus yang menghindari terkaman kucing. Demikian semoga bermanfaat.

Tags:
Rate this article!
Menulis Buku Harian,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply