Menyolok atau Mencolok?

Artikel, Bahasa 0
KBBI

Menyolok atau Mencolok

Dalam penggunaan atau pemakaian kata terutama dalam menulis kata  banyak yang tidak sesuai dengan kaidah pemakaian bahasa Indonesia. Seperti halnya kita sering ragu mana yang tepat antara menyolok dan mencolok. Kedua kata tersebut sama-sama sering digunakan oleh pemakai bahasa Indonesia. Namun demikian, di antara keduanya hanya satu yang sesuai dengan kaidah pembentukan kata bahasa Indonesia.

Untuk mengetahui bentuk yang benar, maka kita harus tahu kata dasanya dari kata tersebut. Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, ternyata hanya ada kata dasar colok. Semua ini terjadi karena adanya perbedaan pemahaman mengenai proses terjadinya bentukan kata itu.

Kalau dilihat berdasarkan kaidah bahasa, kata dasar yang berawal dengan fonem /c/, seperti cuci, cium, apabila mendapat imbuhan me- , bentukannya menjadi mencuci, dan mencium, bukan menyuci dan menyium, karena fonen /c/ itu pada awal kata dasar tidak dapat luluh.

Dengan demikian, kata dasar colok yang juga sama berawal dengan fonem /c/ jika mendapat imbuhan me- , bentukannya menjadi mencolok, bukan menyolok. Jadi dalam bahasa Indonesia bentuk kata yang baku adalah mencolok bukannya menyolok.

Kata mencolok di samping mempunyai makna  menusukkan benda ke mata , juga dapat bermakna perbedaan yang sangat tajam. Seperti di bawah ini :

1. Dion mencolok mata adiknya dengan lidi.

2. Perbedaan pendapat antara ayah dan ibu sangat mencolok.

Demikian semoga bermanfaat bagi kita semua.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
Menyolok atau Mencolok?,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply