Pendekatan dalam Apresiasi Sastra

Artikel, Sastra 0
Pendekatan dalam Apresiasi Sastra

Pendekatan dalam Apresiasi Sastra

Apresiasi Sastra

Pembicaraan mengenai karya sastra sangatlah menarik dan banyak diberbincangkan oleh berbagai kalangan. Sastra merupakan sarana penuangan ide dan gagasan pengarang dalam membuat suatu karya. Sehingga hasil karya tersebut banya diapresiasi oleh banyak orang.

Dalam mengapresiasi satra tentu saja harus menggunakan berbagai berbagai pendekatan. Pendekatan merupakan suatu prinsip dasar yang digunakan seseorang sewaktu mengapresiasi karya sastra dapat beraneka macam. Keanekaragaman pendekatan yang digunakan itu banyak ditentukan oleh (1) tujuan dan apa yang akan diapresiasi lewat teks sastra yang dibacanya, (2) kelangsungan apresiasi itu terproses lewat kegiatan bagaiman, dan (3) landasan teori yang digunakan dalam mengapresiasi. Pemilihan dan penentuan pendekatan tersebut sangat ditentukan oleh tujuan apresiasi itu sendiri.

Jenis-jenis Pendekatan

Dilihat dari tujuan dan apa yang akan diapresiasi, pembaca dapat menggunakan sejumlah pendekatan yaitu :

1. Pendekatan Paraprastis atau Paraprase

Adalah strategi pemahaman kandungan makna dalam suatu cipta sastra dengan jalan mengungkapkan kembali gagasan yang disampaikan pengarang dengan menggunakan  kata-kata maupun kalimat yang berbeda dengan kata-kata dan kalimat yang digunakan oleh pengarannya.

2. Pendekatan Emotif

Adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan unsur-unsur yang mengajuk emosi atau perasaan pembaca.

3. Pedekatan Analitik

Adalah suatu pendekatan yang berusaha memahami gagasan, cara pengarang menampilkan gagasan atau mengimajinasikan ide-idenya, sikap pengarang dalam menampilkan gagasan-gagasannya, elemen intrinsik dan mekanisme hubungan dari setiap elemen intrinsik sehingga mampu membangun adanya keselarasan dan kesatuan dalam rangka membangun totalitas bentuk maupun totalitas maknanya.

4. Pendekatan Sosiopsikologis

Adalah suatu pendekatan yang berusaha memahami latar belakang kehidupan sosial budaya, kehidupan masyarakat, maupun tanggapan kejiwaan atau sikap penagarang terhadap lingkungan kehidupannya maupun zamannya pada saat cipta sastra itu diciptakan.

5. Pendekatan Historis

Adalah suatu pendekatan yang menekankanpada pemahaman tentang biografipengarang, latar belakang peristiwa kesejarahan yang melatarbelakangi masa-masa terwujudnya cipta sastra yang dibaca.

6. Pendekatan Dikatis

Adalah suatu pendekatan yang berusaha menemukan dan memahami gagasan, tanggapan evaluatif maupun sikap pengarang terhadap kehidupan.

Sementara itu  bila dikaitkan dengan proses kelangsungan apresiasi menurut Olsen terdapat sejumlah pendekatan yaitu (1) pendekatan emotif, (2) pendekatan ekspresif, (3) pendekatan kognitif, (4) pendekatan semantis, (5) pendekatan struktural.

Sedangka apabila dikaitkan dengan  landasan teori yang digunakan, dalam apresiasi sastra terhadap sejumlah teori, meliputi (1) fenomenologo, (2) hermeneutika, (3) formalisme, (4) strukturalisme, (5) semiotika, (6) resepsi, dan (7) psikoanalisis.

Hal ini dimaksudkan untuk manambah informasi sebagai bahan masukan dalam rangka penentuan pemilihan yang berkaitan dengan tujuan dan apa yang akan diapresiasi. Demikan semoga bermanfaat.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply