Puisi Balada Pengemis

Artikel, Sastra 0
pengemis

Puisi Balada Pengemis

Kaku memandang bagai seuntai debu

Nanar menatap penuh dengan kelu

Senyum mu menghilangkan lelah itu

Tak sedikitpun ku berpaling menatap sisi hidupmu

Sejenak ku tegak berdiri

Termenung menyadari akan sebuah arti

Tersentuh mengiringi perasaan hati

Sejauh mengarungi lautan tak bertepi

Sengatan mentari tak kau rasakan

Cibiran orang tak kau hiraukan

Kau bergeming di depan lampu stopan

Menunggu rasa iba pengguna jalan

Berbekal kaleng rombeng yang digunakan

Kau tampung uang-uang recehan

Kau pakai penyambung kehidupan

Agar tetap berjalan

Melangkah gontai kau bernyanyi

Yang tak pernah letih setiap hari

Menyembunyikan perut pedih yang tak pernah sepi

Agar tetap kau berdiri

Kasihan Tuan … ! kasihan … !

Dari pagi menyingsing ku belum makan

Itulah yang selalu kau ucapkan

Tuk menggugah perasaan

Baju lusuh di tubuhmu

Ciri khas keseharianmu

Sandal lepas dari mata kakimu

Begitulah kebiasaanmu

Wahai manusia berpayung awan

Wahai manusia penunggu jalanan

Mampukah melawan tajamnya kehidupan

Tuk perubahan masa depan

Jika malam tlah tiba

Rembulan kau ajak bercerita

Gemintang kau ajak bercanda

Tanpa rasa menderita

Tags:
Rate this article!
Puisi Balada Pengemis,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply