Sosialisasi Advokasi Berbagai PP Bidang Pendidikan

Artikel, Pendidikan 0
sosialisasi advokasi

Sosialisasi Advokasi PP Bidang Pendidikan

Bebagai Peraturan Pemerintah dalam bidang Pendidikan sedang gencar-gencarnya disosialisasikan dalam berbagai kesempatan. Sosialisasi itu dimaksudkan dalam rangka penerapan Peraturan Pemerintah tersebut dalam dunia pendidikan. Kegiatan sosialisasi advokasi berbagai Peraturan Pemerintah di bidang Pendidikan tahun 2016 diprakarsai oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis. Pelaksanaanya yakni pada tanggal 19  April 2016 bertempat di Graha Ayu Ciamis.

Para peserta sosialisasi sangat antusias mengikuti kegiatan tersebut. Peserta yang hadir mrrupakan undangan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis yakni para PKS Kesiswaan tiap SMP, perwakilan dari MKKS, pengawas dari UPTD Dinas Pendidikan.  Dalam Kegiatan sosialisasi tersebut banyak hal yang disampaikan dari berbagai nara sumber yang kompeten di bidangnya. Bagi dunia pendidika hal tersebut sangatlah bermanfaat yang nantinya akan dosialisasikan lagi di sekolah masing-masing.

Nara sumber atau pemateri yang pertama adalah dari Kanit PPA Polres Ciamis  Hendriana, yang menyampaikan materi tentang Gerakan Nasional Anti Kekerasan dan Seksual terhadap Anak. Beliau menjelaskan tentang Instruksi Presiden Nomor 5 Tahun 2014. Selain itu beliau mengatakan bahwa kekerasan terhadap anak itu terjadi karena (1) ketimpangan gender, (2) ketimpangan sosial, pendidikan, dan keluarga. Beliau juga berpesan agar di dalam dunia pendidikan khususnya di sekolah hari berhati-hati dalam memperlakukan anak didik.

Pemateri yang kedua adalah Kepala BNNK Ciamis Drs. Dedi Mudyana, M.Si., dengan materi yang disampaikan adalah Bahaya Penyalahgunaan Narkoba bagi Anak Sekolah. Beliau menyoroti tentang Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika. Dalam UU tersebut beliau menjelas tentang berbagai macam jenis narkotika dalam berbagai golongan. Yang tak kalah pentingnya Kepala BNNK tersebut berbicara tentang 6 Instruksi untuk memberantas narkoba. Keenam instruksi tersebut adalah (1) tingkatkan intensitas dan ekstensitas pemberantasan pencegahan penyalahgunaan dan perdagangan gelap narkoba. Jangan menunggu hari esok mulai, (2) tingkatkan kerjasama regional dan internasional dalam pemberantasan sindikat narkoba, (3) para pendidik, orang tua, pemuka agama, dan semua pihak untuk lebih aktif dalam membimbing, menyadarkan masyarakat kita utamanya generasi muda agar tidak tersesat di jalan yang salah dalam dunia narkoba, (4)  aparat penegak hukum lebih aktif membongkar, mengadili para pelaku kejahatan narkoba, (5)  imbauan kepada masyarakat tidak boleh terjadi ada sebuah rumah yang dijadikan pabrik narkoba, dan (6) membangun pusat-pusat rehabilitasi korban narkoba agar mereka bisa kembali ke masyarakat normal.

Beliau juga menyebutkan bahwa kejahatan dan penyalahgunaan narkoba masih menjadi ancaman serius. Selama ini telah banyak yang dilakukan untuk memberantas narkoba. Namun, hasilnya belum memuaskan. Tindakan yang sudah dilakukan oleh aparat penegak hukum juga belum maksimal. Selain itu beliau meyampaikan sebagai orang yang berkecimpung di dunia pendidikan khususnya di sekolah agar selalu mengawasi dan memberikan penerangan terhadap anak didik tentang bahaya dari penyalahgunaan narkotika tersebut.

Sedangkan nara sumber yang ketiga adalah Dandim Ciamis berbicara tentang Bela Negara dalam menghadapi bahaya terorisme terhadap Ketahanan Negara. Beliau mengatakan tengtang bahaya Proxy War yaitu perang dengan menggunakan pihak ke-3 yang akan membahayakan IPOLEKSOSBUD.

Dan narasumber terakhir yaitu dari Kejaksaan Kabupaten Ciamis membicarakan tentang korupsi. Dimana korupsi sudah merajalela di segala sektor. Korupsi itu bisa dilakukan secara perorangan ataupun secara kelompok.

Demikian artikel tentang berbagai Peraturan Pemerintah dalam bidang Pendidikan, semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply