Sudah Tepatkah Pemakaian unsur -Isasi?

Artikel, Bahasa 0
isasi

Unsur Serapan -isasi

Salah satu unsur yang tidak diserap ke dalam bahasa Indonesia adalah unsur -isasi. Walaupun sering ada atau digunakan dalam bahasa Indonesia. Unsur -isasi berasal dari bahasa Belanda yaitu -isatie atau dalam bahasa Inggris -ization.

Meskipun demikian, unsur  itu  ada dalam bahasa Indonesia karena diserap secara bersamaan dengan bentuk dasarnya secara utuh, seperti contoh di bawah ini :

  1. modernisatie, modernization menjadi modernisasi
  2. normalisatie, normalization menjadi normalisasi
  3. legalisatie, legalization menjadi legalisasi

Kata modernisasi, tidak dibentuk dari kata modern dan unsur -isasi, tetapi kata itu diserap secara utuh dari kata modernisatie atau modernization. Begitu pula kedua kata yang lain normalisasi dan legalisasi.

Karena akhiran asing -isasi dan -ization tidak bisa diserap ke dalam bahasa Indonesia menjadi -isasi, sebaiknya akhiran itu pun tidak digunakan dalam pembentukan kata baru bahasa Indonesia. Tetapi para pemakai bahasa tidak menyadari atauran itu.

Pada umumnya, pemakai bahasa tetap beranggapan bahwa isasi merupakan akhiran yang dapat digunakan dalam bahasa Indonesia. Yang akibatnya, muncul bentukan baru yang menggunakan unsur itu, seperti turinisasi, lelenisasi,lamtoronisasi, hibridanisasi, dan rayonisasi.

Seiring dengan kebijakan bahasa yang kita anut, unsur asing yan ada padanannya di dalam bahasa kita tidak diserap karena hal itu dapat mengganggu upaya pengembangan bahasa Indonesia.

Sejalan dengan kebijakan itu, sebenarnya dapat menggunakan afiks bahasa Indonesia untuk menghindari pemakaian unsur -isasi, dengan menggunakan afiks pe- … -an atau per- … -an untuk mengganti akhiran asing itu.

Modernisasi, normalisasi, dan legalisasi dapat di indonesiakan menjadi pemodernan, penormalan, dan pelegalan. Dengan cara yang serupa, bentuk kata yang setipe dengan turinisasi dapat diubah menjadi :

  1. turinisasi menjadi perturiam
  2. lamtoronisasi menjadi pelamtoroan
  3. hibridanisasi menjadi perhibridaan
  4. rayonisasi menjadi perayonan
  5. lelenisasi menjadi perlelean

Jika pengimbuhan dengan per- … -an menurut rasa bahasa kita kurang sesuai, dapat memanfaatkan kosa kata bahasa Indonesia yang lain untuk menyatakan pengertian yang sama, misalnya dengan menggunakan istilah pembudidayaan, istilah itu dewasa ini sudah sering digunakan. Dengan demikian kita dapat membentuk istilah pembudidayaan turi,pembudidayaan lamtoro, pembudidayaan lele, pembudidayaan hibrida sebagai pengganti turinisasi, lamtornisasi,lelenisasi, hibridanisasi.

Kata rayonisasi dan setipenya yang tidak termasuk tanaman atau hewan, tidak tepat jika diganti pembudidayaan rayon.  Oleh karena itu, unsur -isasi pada rayonisasi lebih tepat diganti dengan imbuhan pe- … -an sehingga bentukannya menjadiperayonan yang berarti hal merayonkan atau membuat menjadi rayon-rayon.

Dengan menggantikan unsur-unsur bahasa asing seperti -isasi dengan unsur bahasa Indonesia berarti kita telah menanamkan kecintaan kita terhadap bahasa sendiri yakni bahasa Indonesia.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply