Teknik Membaca Cepat

Bahasa 0
membaca cepat

Teknik Membaca Cepat

Dalam kehidupan sehari-hari kita sering melakukan kegiatan membaca yang merupakan suatu keterampilan. Dengan membaca, kita bisa mendapatkan banyak informasi dari berbagai media. Kemampuan membaca setiap orang akan berbeda-beda.

Hal yang perlu kita lakukan adalah meningkatkan kemampuan membaca, khususnya membaca secara cepat dan efektif. Artinya, kita membaca secara cepat dan dapat memahami apa yang kita baca. Kemampuan seperti ini dapat dikuasai dengan melatih Kecepatan Efektif Membaca (KEM).

Di bawah ini adalah teknik membaca untuk mengembangkan Kecepatan Efektif Membaca (KEM) yaitu :

1. Membaca Skimming

Membaca Skimming adalah kegiatan membaca teks secara cepat, menyeluruh untuk memperoleh gambaran umum, bagian penting, dan menyegarkan ingatan akan apa yang pernah kita baca.

2. Membaca Scanning

Membaca Scanning adalah kegiatan membaca cepat, tetapi teliti. Teknik ini bertujuan memperoleh fakta atau informasi tertentu, misalnya katakata tertentu dalam kamus atau nomor telepon.

3. Membaca Selecting

Membaca Selekting adalah memilih teks dan bagian teks yang dibaca berdasarkan kebutuhan. Teknik ini dilakukan sebelum kegiatan membaca, misalnya saat membaca judul-judul berita di surat kabar.

4. Membaca Skipping

Membaca Skipping adalah kegiatan membaca yang mengabaikan atau melompati bagian yang tidak diperlukan atau bagian yang sudah dimengerti.

Setelah mengetahui beberapa teknik membaca, selanjutnya adalah dapat menghitung sendiri KEM dengan rumus sebagai berikut :

Jumlah kata dalam teks  X … % pemahaman = … kpm (kata per menit)

Waktu baca per menit

Contoh:

Jumlah kata dalam teks: 300, waktu baca: 2 menit,

persentase pemahaman 70% (angka 70% ini merupakan

angka untuk pemahaman minimal).

Maka, KEM = 300 : 2 X 70% = 105 kpm

Di bawah ini adalah sebuah wacana tentang belum adanya larangan terbang pesawat Republik Indonesia ke Arab Saudi. Bacalah wacana tersebut dan hitunglah Kecepatan Efektif Membaca (KEM)! Mampukah membaca cepat 200 kata per menit?

Menhub: Belum Ada Larangan Terbang Pesawat RI ke Arab Saudi

(Selasa, 17 Jul 07 15:47 WIB)

Pemerintah Indonesia dalam waktu dekat akan melakukan pertemuan dengan pihak Arab Saudi, untuk membahas larangan terbang dari Uni Eropa terhadap penerbangan Indonesia ke Eropa. Sementara untuk ke Arab Saudi, sampai saat ini belum ada larangan penerbangan dari pihak otoritas penerbangan Arab Saudi terhadap maskapaimaskapai penerbangan Indonesia. Demikian dikatakan Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal kepada pers, di Jakarta, Selasa (17/7). “Tidak ada larangan penerbangan dari pihak Arab Saudi, yang ada adalah pihak Arab Saudi mengirimkan surat kepada Dirjen Perhubungan Udara. Isi surat itu berkaitan dengan larangan terbang dari Uni Eropa. Untuk itu, otoritas penerbangan sipil Arab Saudi menginginkan pertemuan segera dengan otoritas penerbangan sipil Indonesia, ” jelasnya.

Menurutnya, pihak Indonesia merespon positif rencana pertemuan itu, bahkan pertemuan itu diupayakan dapat dilakukan secepatnya. Oleh karena itu, Departemen Perhubungan sudah mengirimkan surat kepada otoritas kerajaan Arab Saudi. Lebih lanjut Jusman mengatakan, pihaknya akan memberikan penjelasan secara terbuka tentang kondisi dan perkembangan penerbangan Indonesia yang terus mengalami perbaikan. Otoritas Arab Saudi juga akan dimintai penjelasannya mengenai langkah-langkah yang telah dan sedang ditempuh pemerintahan untuk meningkatkan keselamatan serta keamanan penerbangan ke Indonesia. “Jika dipandang perlu, kita juga tidak keberatan apabila Arab Saudi akan melakukan penelitian terhadap penerbangan kita, ” imbuhnya.

Menhub menambahkan, keinginan untuk melakukan penelitian terhadap penerbangan Indonesia itu tidak hanya datang dari Arab Saudi. Ada beberapa negara yang telah melakukan pembahasan dan penelitian serupa, yakni Amerika Serikat, Australia, Jepang dan Korea. “Amerika Serikat dalam rekomendasinya mengatakan bahwa penerbangan kita mengalami peningkatan dalam hal tingkat keselamatan dan keamanannya. Mereka menyambut baik, meskipun ada gap atau perbedaan. Akan tetapi, gap tersebut dapat diatasi dengan correction action, “jelasnya.

Jumlah kata: 269

Waktu baca: … detik (… menit)

Persentase pemahaman: 70%

KEM = Jumlah kata/waktu X 70% = ….. kpm

Setelah selesai membaca cepat wacana di atas, kita bisa menyimpulkan isinya. Simpulan wacana di atas adalah berikut ini :

Menteri Perhubungan Jusman Syafii Djamal akan melakukan pertemuan dengan pihak Arab Saudi. Pihaknya akan memberikan penjelasan secara terbuka tentang kondisi dan perkembangan penerbangan Indonesia yang terus mengalami perbaikan. Arab Saudi juga akan dimintai penjelasannya mengenai langkah-langkah yang ditempuh pemerintah untuk meningkatkan keselamatan serta keamanan penerbangan ke Indonesia.

Demikian artikel singkat tentang membaca cepat dan teknik membaca cepat, semoga bermanfaat.

Tags:
Rate this article!
Teknik Membaca Cepat,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply