Cahaya Maha Cahaya Sebuah Kumpulan Sajak Emha Ainun Nadjib

Sastra 0
Cahaya Maha Cahaya

Kumpulan Sajak Cahaya Maha Cahaya

Cahaya Maha Cahaya Sebuah Kumpulan Sajak Emha Ainun Nadjib – Buku Kumpulan Puisi  Cahaya Maha Cahaya yang ditulis Emha Ainun Nadjib ini terdiri dari 71 halaman dengan 41 judul puisi. Di bawah ini adalah beberapa pilihan puisi Emha Ainun Nadjib dalam “Cahaya Maha Cahaya”

Ajari Aku Tidur

 

tuhan sayang ajari aku tidur

seperti dulu menemuimu di rahim ibu

sesudah lahir menjadi anak kehidupan

sesudah didera tatakrama, pendidikan, politik

dan kebodohan

bisaku cuma tertidur

tertidur

 

tuhan sayang tak kurang-kurang engkau menghibur

tapi setiap kali badan terbujur ruhku bangkit

memekik-mekik!

hidupku jadi ngantuk, luar biasa ngantuk

tanpa pernah bisa sungguh-sungguh tidur

 

di siang dunia berseliweran kecemasan

orang-orang berburu prasangka

menumpuk salah paham terhadap kehidupan

memburu dugaan, bersandar pada bayangan

mengulum batu-batu akik, aku ngantuk

sungguh-sungguh ngantuk

 

di malam segala nina bobo yang menenggelamkan

tak mampu kubaringkan mati kecilku

ajari mati, ya tuhan sayang, ajari aku mati

nasib sejarah menggumpal di jantungku

jantung mengerjat-ngerjat

tapi tak pingsan

 

telah beribu kali

jantung meledak tak mati-mati

tuhan sayang, ya tuhan sayang

rinduku amat tua

dan sakit

 

1986

Membelah Diri

 

sayang, kenapa harus membelah diri

kalau sampai begini sakit

untuk menyatu kembali

 

merekah engkau jadi kita

jadi tuan dan hamba

panjang jarak tak terkira

 

sayang, o sayang

jangan bilang sekedar satu dua hari

jangan katakan hanya sebatas matahari

 

sebab bergulat harus sedemikian nyeri

jatuh bangun mencari

tertunda-tunda ketemu diri sendiri

 

1986

Menertawakan Diri Sendiri

 

Bermakna lebih dari segala ilmu

Ialah menertawakan diri sendiri

Sesudah kegagahan dipacu

Tahu langkah tak sedalam tangis bayi

 

Kelahiran dan maut memain-mainkan

Kita jadi perlu sekeras ini bersitegang

Padahal gua Ibunda tak di masa silam

Dan kematian tak nunggu di usia petang

 

Nyembah puisi, buku dikeloni, sejarah dibongkar

Kemudian sumpeg dan ngerti kita terbongkar sendiri

Maka laron tahu usia tak sampai semalam

Maka kita pilih saat wajah sendiri dilecehkan

 

Membantu malaikat ngerjakan tugas dari Ki Dalang

Melakonkan cilukba wayang pergantian siang malam

Heran kenapa Chairil minta cuma seribu tahun lagi

Padahal jelas jatah kita abadi

 

1985

Tidur hanya Bisa PadaMu

 

Tidur hanya bisa padaMu

Ketika larut badan tak mengada

Sudah khatam segala tangis rindu

Tinggal jiwa kusut dan sebuah lagu

 

Jiwa terajah luka

Bersujud sepanjang masa

Di peradaban yang sakit jiwa

Hanya bisa kupeluk guling rahasia

 

Tidar hanya bisa padaMu

Ya kekasih, tidur hanya bisa padaMu

Kalau tak kau eluskan tangan

Bangunku tetap jua ke dunia

 

Sejak semula telah kuikrarkan

Cuma engkau sajalah yang kudambakan

Dengan sangat kumohonkan tidur abadi

Agar kumasuki bangun yang sejati

 

1986

Tentang Emha Ainun Nadjib :

Muhammad Ainun Nadjib atau biasa dikenal Emha Ainun Nadjib atau Cak Nun dilahirkan di Jombang, Jawa Timur, 27 Mei 1953 adalah seorang tokoh intelektual berkebangsaan Indonesia yang mengusung napas Islami. Beberapa kumpulan puisinya adalah M” Frustasi (1976), Sajak-Sajak Sepanjang Jalan (1978), Sajak-Sajak Cinta (1978), Nyanyian Gelandangan (1982), 99 Untuk Tuhanku (1983), Suluk Pesisiran (1989), Lautan Jilbab (1989), Seribu Masjid Satu Jumlahnya ( 1990), Cahaya Maha Cahaya (1991), Sesobek Buku Harian Indonesia (1993), Abacadabra (1994), Syair-syair Asmaul Husna (1994).

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply