Catatan Dari Pilkades Desa Bunter

Berita, Lokal 0
LOGO PILKADES

Ilustrasi

(Cikancah-Cyber) – Pesta Demokrasi di Desa Bunter telah dilaksanakan pada tanggal 17 April 2016 dalam pemilihan Kepala Desa periode 2016-2022. Dengan lima kandidat Calon Kepala Desa dan berhasil menjadikan Tarso sebagai pemenang dalam Pilkades tersebut, awalnya diprediksi akan menghasilkan selisih angka yang cukup ketat. Tetapi prediksi tersebut meleset melihat dinamika politik yang berjalan menjalang hari pencoblosan.

Ada tiga calon Kepala Desa yang menjadi perhatian di masyarakat dan menjadi pengisi obrolan diwarung-warung, Nomor Urut 1,2 dan 3 sempat ramai dibicarakan karena memiliki masa atau dukungan yang cukup kuat dengan berbagai latar belakang, baik keluarga atau simpatisan. Dari tujuh Dusun yang berada di Desa Bunter memang ketiga calon Kepala Desa tersebut hampir merata kekuatannya terutama dari silsilah keluarga yang dipastikan akan menjadi sumber terhadap dukungan terhadap masing-masing calon kepala desa.

Melihat fenomena tersebut akhirnya para calon kepala desa pun membentuk yang namanya tim sukses untuk masing-masing dusun. Dalam proses menarik simpati warga tentunya dilakukan dengan berbagai cara dan kalau dilihat dan dirasakan dilapangan pola-pola yang digunakan oleh masing-masing tim sukses sebenarnya hampir sama dan cenderung awalnya saling intip kekuatan dengan program-program yang mereka luncurkan kepada masyarakat.

Hal tersebut dapat dilihat dari materi Visi dan Misi yang disampaikan pada saat kampanye bersama dimana didalamnya banyak kesamaan program yang disodorkan kepada masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa para kandidat memang belum seutuhnya mempunyai program yang matang dan dihasilkan dari buah pikir sang kandidat itu sendiri. Dalam prekteknya dilapangan kampanye model tradisional masih menjadi pilihan dari setiap calon kepala desa, misalnya dengan janji pembangunan disetiap dusun  kalau terpilih. Para calon kepala desa belum memanfaatkan teknologi atau media sosial lainnya dalam berkampanye, dan masih memilih cara-cara lama yang efektifitasnya memang masih terasa di masyarakat.

Tanggapan masyarakat sendiri masih terlihat datar dan masih jauh dari sikap kritis terhadap Visi dan Misi yang disodorkan, hal tersebut tergambar pada saat kampanye dialogis dan panitia memberikan lima kesempatan kepada warga masyarakat untuk mengajukan pertanyaan atau berinteraksi secara langsung dengan lima calon Kepala Desa Bunter.

Setelah pemilihan berlalu cerita tentang pemimpin desa pun seakan hilang begitu saja, tidak ada lagi cerita tentang figur dan program-program yang selama ini selalu menghiasi hampir di setiap materi obrolan para warga desa Bunter. Seakan mereka lupa justru tugas berat yang harus diemban Kepala Desa sebenarnya baru dimulai. Disini peran aktif seluruh elemen masyarakat justru dibutuhkan, baik berupa suport atau dukungan bahkan dari segi pengawasan atas jalannya pemerintahan Desa Bunter kedepannya.

Masyarakat diharapkan dapat membantu dan saling bahu membahu membangun desa Bunter dengan pemimpin barunya, terlebih sekarang sebuah Desa dipantau lansung kinerjanya karena di Kabupaten Ciamis sendiri sekarang Desa dibagi menjadi 3 (tiga) kelompok yakni Desa Swadaya, Desa Swakarya dan Desa Swasembada. Menurut Camat Sukadana dalam suatu kesempatan mengungkapkan bahwa desa-desa yang berada di zona Swadaya untuk tahun 2017 nanti harus naik kelas minimal berstatus Desa Swakarya.

Dan kalau tidak bisa memenuhi syarat tersebut nantinya desa yang masih berada di zona Desa Swadaya kemungkinan akan keseulitan dalam mengembangkan daerahnya karena akan ada sanksi berupa pengurangan perangkat desa dan dari segi anggaran. Maka dari itu Camat Sukadana Dede Suparman menghimbau kepada seluruh Kepala Desa dan aparaturnya agar bersungguh-sungguh dalam meningkatkan  pembangunan di desanya masing-masing sehingga dapat memenuhi kriteria minimal sebagai desa Swakarya.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply