Kalimat Bernalar

Artikel, Bahasa 0
kalimat bernalar

Kalimat Bernalar

Dalam surat kabar atau bentuk media yang lainya, kita pernah atau bahkan sering menemukan kalimat berita  seperti berikut ini:

(1) Dalam lomba itu Murti Rais dari Jawa Timur keluar sebagai juara pertama. (2) Juara kedua diduduki Nunung manunggal dari DKI.

Sepintas lalu kutipan itu terasa tidak ada yang aneh. Namun, jika kita mengamatinya lebih lanjut, akan muncul pertanyaan seperti ini, “Siapakah juara kedua yang diduduki Nunung itu?”

Artinya, ada sesuatu yang mengganggu nalar berbahasa kita. Dalam kalimat pertama di atas, ada yang bernama Murti Rais yang menjadi juara pertama. Tentu ada orang lain yang menjadi juara kedua. Apakah orang yang menjadi juara kedua itu merupakan tempat duduk bagi Nunung?

Beberapa kalimat berikut ini dapat dijadikan pilihan untuk menggantikan kalimat kedua pada kutipan di atas :

(1) Juara kedua adalah Nunung manunggal dari DKI.

(2) Gelar juara kedua diraih Nunung Manunggal dari DKI.

(3) Tempat kedua diduduki oleh Nunung Manunggal dari DKI.

Alih-alih menggunakan kaliamat (3), kita juga dapat mempertimbangkan penggunaan kalimat berikut ini:

(4) Peringkat kedua diduduki Nunung Manunggal dari DKI.

Jika menggunakan gaya yang sama dengan pernyataan sebelumnya, tentu saja dapat mengubah petikan itu menjadi seperti berikut ini:

Dalam lomba layar itu Murti Rais dari Jawa Timur keluar sebagai juara pertama, sedangkan Nunung Manunggal dari DKI keluar sebagai juara kedua.

Pilihan manapun yang akan dipakai dapat menjadikan lebih bernalar. Demikia semoga bermanfaat.

Tags:
Rate this article!
Kalimat Bernalar,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply