Makna Kata Hijrah dan Hijriah

Bahasa 0
hijrah&hijriah

Makna Kata Hijrah dan Hijriah

Kita sering menggunakan kata hijrah seperti dalam kalimat berikut ini: Tahun Baru Hijrah jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016 Masehi dan Tahun 1438 Hijrah akan kita tinggalkan, penggunaan kata-kata tersebut tidak tepat. Dalam Kamus Umum Bahasa Indonesia tidak menemukan kata hijrah dengan makna nama tarikh islam, tetapi yang ditemukan makna (1) pemutusan pertalian Nabi Muhammad saw. dengan suku bangsa di Mekah (Nabi Muhammad saw. meninggalkan Mekah, pindah ke Madinah), dan (2) mengungsi atau berpindah.

Dalam bahasa Arab cara yang digunakan untuk membentuk adjetiva yang bermakna hubungan, barkaitan, bertalian dengan kata dasarnya, adalah dengan menambahkan akhiran –iy (ya nisbah) dan –iyah pada nomina. Jika kata dasarnya berupa nomina  yang tergolong muzakkar atau maskulin, akhiran yang digunakan umumnya akhiran –i. Kata Masih, Malik, dan Iraq apabila diberi akhiran yang menyatakan nisbah, masing-masing menjadi Masihi (Masehi) yang berarti (1) yang mengikuti Isa Almasih, dan (2) perhitungan tanggal yang berdasarkan kelahiran Almasih, Maliki yang berarti pengiku atau mazhab yang didasarkan atas Imam Maliki, Iraqi berarti orang yang berbangsa Irak.

Kata dasar feminim atau muannas dijadikan adjektiva dengan menggunakan imbuhan berupa akhiran –iah. Kata Hijrah menjadi Hijriah yakni nama tarikh islam yang didasarkan pada peristiwa hijrah Nabi Muhammad saw., Fitrah menjadi fitriah yang berhubungan dengan fitrah.

Jadi dengan berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa penggunaan kata hijrah yang mengacu pada penanggalan yang berdasarkan kepindahan Nabi Muhammad saw. tidak tepat. Yang tepat adalah Tahun Baru Hijriah jatuh pada tanggal 2 Oktober 2016 Masehi dan Tahun 1438 Hijriah akan kita tinggalkan. Demikian semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply