Hubungan Intertekstual Doa dengan Padamu Jua

Sastra 0
Hubungan Intertekstual Doa dengan Padamu Jua

Hubungan Intertekstual Doa dengan Padamu Jua

Amir Hamzah:        

PADAMU JUA                                                   

 

Habis kikis

Segala cintaku hilang terbang

Pulang kembali aku padamu

Seperti dahulu

 

Kaulah kandil kemerlap

Pelita jendela di malam gelap

Melambai pulang perlahan

Sabar, setia selalu

 

Satu kekasihku

Aku manusia

Rindu rasa

Rindu rupa

 

Di mana engkau

Rupa tiada

Suara sayup

Hanya kata merangkai hati

 

Engkau cemburu

Engkau ganas

Mangsa aku dalam cakarmu

Bertukar tangkap dengan lepas

 

Nanar aku, gila sasar

Sayang berulang padamu jua

Engakau pelik menarik ingin

Serupa dara di balik tirai

 

Kasihmu sunyi

Menunggu seorang diri

Lalu waktu-bukan giliranku

Mati hari-bukan kawanku…..

(Nyanyian Sunyi, 1959: 5)

Chairil Anwar:

DOA

 kepada pemeluk teguh

Tuhanku

Dalam termangu

Aku masih menyebut nama-Mu

 

Biar susah sungguh

mengingat Kau penuh seluruh

 

Caya-Mu panas suci

tinggal kerdip lilin di kelam sunyi

 

Tuhanku

 

aku hilang bentuk

remuk

 

Tuhanku

 

aku mengembara di negeri asing

 

Tuhanku

di pintu-Mu mengetuk

aku tidak bisa berpaling

(Deru Campur Debu, 1959: 13)

Hubungan Intertekstual Doa dengan Padamu JuaPuisi Doa karya Chairil Anwar menunjukkan adanya persamaan dan pertalian dengan puisi Padamu Jua karya Amir Hamzah. Ada gagasan dan ungkapan Chairil Anwar dalam sajak Amir Hamzah. Begitu pula idenya meskipun pengolahannya ada perbedaan yang menyebabkan adanya perbedaan yang menunjukkan kepribadian masing-masing dalam menanggapi permasalahan.

Pada puisi Padamu Jua si aku yang cinta dunianya habis kikis dengan pasti kembali kepada-Mu, Tuhan, meskipun pada awalnya kecewa karena ia merasa dipermainkan oleh Engkau. Namun akhirnya ia tak mau pergi lagi kerena Engkau sebagai dara di balik tirai, menanti si aku seorang diri dengan setia.

Sedangkan dalam puisi Doa si aku yang terasing dalam kebingungannya meskipun pada mulanya termangu, akhirnya ia datang juga kepada Tuhan. Karena Tuhan itu penuh seluruh. Tak ada tempat lain mengadukan keremukkan bentuknya selain Dia. Maka, setelah aku mengetuk pintu kerahmanan dan kerahimannya, si aku tak bisa berpaling lagi.

Amir Hamzah menggambar Tuhan (Engkau) sebagai kandil (lilin) kemerlap. Ini ditramformasikan Cairil Anwar dalam Doa sifat Tuhan sebagai kerdip lilin di kelam sunyi. Aku dalam puisi Amir Hamzah ragu-ragu karena tak dapat menangkap wujud Engkau : Aku manusia/Rindu rasa/Rindu rupa//Di mana Engkau/Rupa tiada/Suara sayup/Hanya kata merangkai hati//. Bahkan si aku merasa dipermainkan: Engkau cwmburu/Engkau ganas/Mangsa aku dalam cakarmu/Bertukar tangkap dengan lepas//.

Hal di atas ditransformasikan oleh Chairil Anwar: Tuhanku/Dalam termangu aku masih menyebut nama-Mu//Biar susah sungguh mengingat Kau penuh seluruh//. Penderitaan si aku dalam puisi Padamu Jua Amir Hamzah pada bait ke-3,4,5 ditransformasikan Cairil Anwar: Tuhanku/Aku hilang bentuk/remuk/…/aku mengembara di negeri asing.

Dengan demikian si aku Amir Hamzah kembali juga kepada Engkau, kekasihnya: Nanar aku, gila sasar/sayang berulang padamu juga/Engkau pelik menarik angin/Serupa dara di balik tirai//Kasihmu sunyi/Menunggu seorang diri/. Larik-larik ini ditransformasikan Chairil Anwar dalam puisi Doa: Tuhanku/aku mengembara di negeri asing//Tuhanku/di pintu-Mu aku mengetuk/aku tidak bisa berpaling.

Walau ada persamaan ide antara kedua puisi atau sajak tersebut, namun dalam pelaksanaannya, yakni pengeksfresiannya berbeda yang menghasilkan suatu hasil yang berbeda pula. Semua itu dikarenakan adanya perbedaan tanggapan terhadap Tuhan.

Amir Hamzah dalam menanggapi wujud Tuhan sebagai kekasih. Tuhan dieujudkan sebagai manusia: kekasih, gadis. Kiasan-kiasannya bersifat personifikasi dan romantis: Pulang kembali aku padamu/Seperti dahulu/ …/Kaulah kandil kemerlap/…/Melambai pulang perlahan/Sabar, setia selalu//…/Engakau pelik menarik ingin/Serupa dara di balik tirai//Kasihmu sunyi/menunggu seorang diri.

Amir Hanzah ingin menangkap wujud Tuhan seperti hal  yang berbentuk wadag: Satu kekasihku/Aku manusia/Rindu rasa/Rindu rupa//. Yang diinginkan Amir Hamzah pertemuan dengan Tuhan seperti halnya nabi Musa: Hanya satu kutunggu hasrat/serupa musa di puncak tursina (Hanya Satu,1959: 7). Tuhan digambarkan sebagi gadis yang pecemburu dan ganas: Engkau cemburu/Engkau ganas/Mangsa aku dalam cakarmu/Bertukar tangkap dengan lepas.

Menurut Chairil Anwar gambaran wujud Tuhan yaitu Antara akau dan Engkau itu tiada jarak. Kekuasaan Tuhan itu mutlak, ada hamba dan Tuhan. Maka seorang Charil Anwar tak memberi-Nya sebagai manusia, melainkan hanya kekuasaan-Nya yang terasa. Tuhan memancarkan cahaya yang panas meskipun juga menerangi hati manusia: caya-Mu panas suci/tinggalkerdip lili di kelam sunyi//.

Dalam puisinya Di Mesjid (KRT, 1978: 28) Kuseru saja Dia/sehingga datang juga//Kami pun bermuka-muka//Seterusnya ia bernyala-nyala dalam dada//Segala daya memadamkannya//Bersimbah peluh diri yang tak bisa diperkuda. Jadi betapa maha kuasanya Tuhan, seperti api yang berkobar menyala-nyala yang membuat sia-sia aku untuk memadamkannya karena tak mungkin. Manusia tak bisa berbuat lain kecuali berserah diri dan mengadukan nasibnya sebab hanya Dia tumpuan keluh kesah dan tangis manusia.: Tuhanku/aku hilang bentuk/remuk//Tuhanku/aku mengembara di negeri asing.

Gaya bahasa Chairil Anwar menggunakan semacam imagisme, yaitu gaya yang mengemukakan pengertian dengan citra-citra, gambaran-gambaran, atau imaji. Tuhanku/aku hilang bentuk/remuk/…/aku mengembara di negeri asing. Maka kata-kata dan kalimatnya ambigu.

Amir Hamzah menggunakan citra-citra juga, tetapi tidak untuk mengemukakan pengertian, melainkan untuk mengkonkritkan tanggapan. Kaulah kandil kemerlap/Pelita jendela di malam gelap/Melambai pulang perlahan/Sabar, setia selalu/ …/Engkau cemburu/Engkau ganas/Mangsa aku dalam cakarmu/Bertukar tangkap dengan lepas.// Kata-kata dan kalimat dalam puisi Amir Hamzah tidak ambigu, bahkan mendekati kepolosan atau bersifat diafan. Demikian artikel tentang Hubungan Intertekstual Doa dengan Padamu Jua semoga bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply