Idul Fitri dalam Sebuah Puisi

Sastra 0
Idul Fitri dalam Sebuah Puisi

Idul Fitri dalam Sebuah Puisi

Idul Fitri dalam Sebuah Puisi – Beragam cara yang dilakukan orang dalam memaknai Idul Fitri, salah satunya dengan puisi. Penyair atau pengarang puisi memiliki pengalaman religius yang beragam untuk dituangkan dalam puisi-puisinya. Para penyair pun mencoba melihat Idul Fitri dari sudut pandang yang beragam dan berbeda. Di bawah ini puisi bertema Idul Fitri dari beberapa penyair terkemuka Indonesia.

1. Malam Lebaran karya Sitor Situmorang

MALAM LEBARAN

 Bulan
di atas kuburan

(1954)

2. Selamat Idul Fitri karya A. Mustofa Bisri

SELAMAT IDUL FITRI

Selamat idul fitri, bumi

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak semena-mena

Kami memperkosamu

 

Selamat idul fitri, langit

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak henti-hentinya

Kami mengelabukanmu

 

Selamat idul fitri, mentari

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak bosan-bosan

Kami mengaburkanmu

Selamat idul fitri, laut

Maafkanlah kami

Selama ini

Kami mengeruhkanmu

Selamat idul fitri, burung-burung

Maafkanlah kami

Selama ini

Memberangusmu

Selamat idul fitri, tetumbuhan

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak puas-puas

Kami menebasmu

Selamat idul fitri, para pemimpin

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak habis-habis

Kami membiarkanmu

Selamat idul fitri, rakyat

Maafkanlah kami

Selama ini

Tidak sudah-sudah

Kami mempergunakanmu.

3. Idul Fitri karya Sutardji Calzoum Bachri

IDUL FITRI

Lihat
Pedang taubat ini menebas-nebas hati
dari masa lampau yang lalai dan sia-sia
Telah kulaksanakan puasa Ramadhanku
telah kutegakkan shalat malam
telah kuuntai wirid tiap malam dan siang
telah kuhamparkan sajadahku
yang tak hanya nuju Ka’bah
tapi ikhlas mencapai hati dan darah
Dan di malam Qadar aku pun menunggu
Namun tak bersua Jibril atau malaikat lainnya

 

Maka aku girang-girangkan hatiku
Aku bilang :
Tardji, rindu yang kau wudhukkan setiap malam
Belumlah cukup untuk menggerakkan Dia datang
namun si bandel Tardji ini sekali merindu
Takkan pernah melupa
Takkan kulupa janjiNya
Bagi yang merindu insya-Allah kan ada mustajab cinta

Maka walau tak jumpa denganNya
shalat dan zikir yang telah membasuh jiwaku ini
Semakin mendekatkan aku padaNya
Dan semakin dekat
Semakin terasa kesiasiaan pada usia lama yang lalai berlupa

 

O lihat Tuhan, kini si bekas pemabuk ini
ngebut
di jalan lurus
Jangan Kau depakkan lagi aku ke trotoir
tempat usia lalaiku menenggak arak di warung dunia
Kini biarkan aku menenggak arak cahayaMu
di ujung sisa usia

O usia lalai yang berkepanjangan
yang menyebabkan aku kini ngebut di jalan lurus
Tuhan jangan Kau depakkan lagi aku di trotoir
tempat dulu aku menenggak arak di warung dunia

Maka pagi ini
kukenakan zirah la ilaha illallah
aku pakai sepatu siratul mustaqiem
akupun lurus menuju lapangan tempat shalat ied
Aku bawa masjid dalam diriku
Kuhamparkan di lapangan
Kutegakkan shalat
dan kurayakan kelahiran kembali
di sana

(Sutardji Calzoum Bachri, 1987)

Demikianlah artikel Idul Fitri dalam Sebuah Puisi karya penyair terkemuka Indonesia yang bisa ditampilkan. Tentunya masih banyak puisi-puisi bertema Idul Fitri atau Lebaran lainnya.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply