Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia

Artikel, Bahasa 0
Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia

Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia

Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia – Dalam belajar bahasa Indonesia kita mengenal proses morfologis. Proses morfologis merupakan suatu proses pembentukan kata-kata dari satuan lain yang merupakan bentuk dasarnya. Bentuk dasar itu bisa berupa kata, pokok kata, frasa, atau mungkin kata dan kata, kata dan pokok kata, dan mungkin juga berupa pokok kata dan pokok kata.

Berikut ini adalah contohnya :

  • Bentuk dasar berupa kata : terjatuh dari kata jatuh, menggergaji dari kata gergaji, rumah-rumah dari kata rumah , dan lain sebagainya.
  • Bentuk dasar berupa pokok kata : bertemu dibentuk dari pokok kata temu, bersandar dibentuk dari pokok kata sandar, berjuang dari pokok kata juang, mengalir dari pokok kata alir, dll.
  • Bentuk dasar berupa frasa : kata ketidakadilan berasal dari frasa tidak adil, dan kata ketidakmampuan berasal dari kata tidak mampu.
  • Bentuk dasar berupa kata dan kata : rumah makan berasal dari kata rumah dan makan, kata ruang tamu berasal dari kata ruang dan tamu, rumah sakit berasal dari kata rumah dan sakit.
  • Bentuk dasar berupa kata dan pokok kata : kata kolam renang berasal dari kata kolam dan pokok kata renang, pasukan tempur berasal dari kata pasukan dan pokok kata tempur.
  • Bentuk dasar berupa pokok kata dan pokok kata :  lomba tari berasal dari pokok kata lomba dan pokok kata tari, jual beli dibentuk dari pokok kata jual dan pokok kata beli.

Proses morfologis dalam bahasa Indonesia dibedakan menjadi tiga yaitu afiksasi, reduplikasi, dan proses pemajemukan. Selain tiga proses ini, dalam bahasa Indonesia sebenarnya masih ada satu proses lagi yang biasa disebut dengan proses perubahan zero.

Proses perubahan zero hanya meliputi beberapa kata tertentu saja yaitu kata-kata yang merupakan golongan kata verbal transitif seperti makan, minum, minta dan mohon.

Kata verbal transitif ialah kata verbal yang dapat diikuti obyek dan dapat diubah menjadi kata verbal pasif. Seperti contoh di bawah ini :

membeli                              dibeli

memperbaiki                     diperbaiki

menjahit                              dijahit

Kata verbal transitif diatas ditandai dengan adanya tambahan afik meN-. Berbeda dengan kata makan, minum, minta, dan mohon yang merupakan kata verbal transitif tetapi tidak ditandai dengan afiks meN-.

Maka perubahan dari kata makan, minum, minta dan mohon sebagai bentuk dasar menjadi kata makan, minum, minta, dan mohon sebagai kata verbal transitif maka disebut sebagai perubahan zero yang berarti perubahan kosong atau tidak ada perubahan.

Demikian artikel tentang Proses Morfologis dalam Bahasa Indonesia, semoga bermanfaat.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply