Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2016

Artikel, Pendidikan 0
Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2016

Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2016

Ujian Nasional Perbaikan (UNP) 2016 – Pelaksanaan Ujian Nasional Perbaikan (UNP) Tahun 2016,merupakan suatu proyek. Pasalnya, semenjak UN tidak dijadikan penentu kelulusaan dan hanya sebagai pemetaan tidak perlu dilaksanakan UNP karena hanya pemborosan keuangan negara serta membuat tujuan UN sebagai pemetaan menjadi kabur. Begitu yang dikatakan Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Retno Listyarti.

Retno mempertanyakan, hubungan UNP dengan pemetaan, ketika UN harus diperbaiki. “Memang jika siswa mengikuti UNP dan hasilnya bagus, untuk mengukur apa. Wong siswanya uda lulus,”kata Retno.

Dalam menyikapi hal tersebut, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan mengatakan, pemerintah kembali mengadakan Ujian Nasional Perbaikan, untuk mengembalikan hak anak yang selama ini dilanggar. Dia menuturkan, ketika anak sakit pada pelaksanaan UN, banyak sekolah dan guru yang tetap memaksa anak tersebut untuk tetap mengikuti UN. Seharusnya tidak boleh terjadi, karena anak memiliki hak.

Pelaksanaan Ujian Nasional terkadang melanggar hak anak. Anak lagi sakit, seharusnya tidak mengikuti ujian, namun terpaksa tetap ikut. Karena dipaksa oleh sekolah, guru, dan dinas. Untuk mengembalikan hak anak, pemerintah memberikan kesempatan kedua, melalui UNP, karena terkadang ketika UN susulan anak tersebut masih sakit jadi seharusnya tidak perlu dipaksakan. Anak diberi kesempatan maka akan mengerjakan UN mendapatkan hasil yang baik.

Persiapan Ujian Nasional Perbaikan tahun ini jauh lebih baik dari tahun sebelumnya yang terkesan buru-buru. UNP tahun ini lebih maksimal persiapannya agar tujuan dan manfaatnya sama dengan UN. Salah satunya, hasil UNP dapat digunakan anak untuk melanjutkan ke perguruan tinggi (PT) atau jenjang yang lebih tinggi lagi. Sehingga jika animo siswa tinggi untuk mengikuti UNP maka akan tetap dilaksanakan setiap tahun.

Dalam menyikapi pelaksanaan UNP yang hanya berbasis komputer atau UNBK, Mendikbud mengatakan, hal ini terjadi karena belum ada aspirasi dari daerah atas pelaksanaan UNP. Dalam artian jika ada daerah yang menyampaikan aspirasi UNP harus dilaksanakan dengan UNBK dan Ujian Nasional pensil kertas atau UNKP maka akan dilaksanakan.

Kepala Pusat Penilaian Pendidikan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kapuspendik Kemdikbud) Prof Nizam mengatakan, berdasarkan data terakhir, jumlah pendaftar UNP 26.000. Mereka mendaftarkan diri secara online melalui laman http://unp.kemdikbud.go.id. UNP akan dilaksanakan pada 29 Agustus hingga 7 September 2016.

Pendaftara untuk tingkat SMA/SMK dibuka mulai tanggal 1 Juni s.d. 16 Juli 2016. Peserta UNP melakukan pendaftaran ulang di satuan pendidikan pelaksana Ujian Nasional Perbaikan pada 9 s.d. 11 Agustus 2016 untuk mengikuti tahap latihan dan simulasi UNP. Pasalnya UNP akan laksanakan dalam bentuk UNBK, sehingga harus ada pelatihan.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply