Aliran-aliran Linguistik

Artikel, Bahasa 0
Aliran dalam Linguistik

Aliran dalam Linguistik

Aliran-aliran Linguistik – Keberadaan bahasa merupakan keniscayaan bagi manusia, karena bahasa merupakan salah satu pembeda antara hewan dan manusia. Hal ini dikarenakan, hanya manusialah yang memiliki bahasa. Jadi, sudah seharusnya disyukuri apa yang telah dikaruniakan oleh Sang Pencipta kepada kita, yaitu bahasa. Dalam sejarah perkembangannya, linguistik dipenuhi berbagai aliran dan paham yang dari luar tampaknya sangat ruwet, saling berlawanan dan membingungkan terutama bagi para pemula (Chaer, 2003:332). Sebelum membahas tentang aliran linguistik, akan dibacakan terlebih dahulu tentang tataran yang ada dalam linguistik. Tataran di dalam linguistik dibagi menjadi empat bagian, yaitu :

  1. Fonologi, adalah cabang ilmu linguistik yang mengkaji banyak bahasa, ciri-ciri bahasa, cara terjadinya dan fungsinya sebagai pembeda makna. Kajian fonologi adalah fonem. Fonem adalah satuan bunyi bahasa terkecil yang fungsional atau dapat membedakan makna.
  2. Morfologi, adalah cabang ilmu yang mempelajari seluk-beluk proses pembentukan tata dan perubahan makna kata.
    Morfen adalah bentuk bahasa yang dapat di potong-potong menjadi bagian yang lebih kecil.  Morfologi dibagi 3, yaitu:
    a. Kata adalah satuan gramatikal bebas yang terkecil.
    b. Sistem adalah satuan dramatik yang berdiri sendiri.
    c. Morfem.
  3. Sintaksis, adalah ilmu yang mempelajari tentang tata kalimat yang terdiri dari :

a. Wacana, adalah suatu wacana yang lengkap, merupakan suatu gramatikal tertinggi dalam hierarki gramatikal.

b.Kalimat, adalah suatu sistaksis yang terdiri dari konstitun dasaqr, yang biasanya berupa klausa, dilengkapi dengan konjungsi bila diperlukan dan disertai intonasi final.

c. Klausa, adalah satuan sintaksis berbentuk rangkaian kata-kata yang berkonstruksi predikatif.

d. Frase, adalah satuan gramatikal yang terdiri dari dua kata atau lebih dan tidak mempunyai unsure predikat.

    4. Semantik, adalah ilmu yang mempelajaari makna bahasa.

Sejarah linguistik yang sangat panjang telah melahirkan berbagai aliran-aliran dalam linguistik. Masing-masing aliran tersebut memiliki pandangan yang berbeda-beda tentang bahasa sehingga melahirkan berbagai tata bahasa. Adapun aliran dalam linguistik terdiri dari :

Aliran Tradisional

Aliran tradisional, adalah melahirkan sekumpulan penjelasan dan aturan tata bahasa yang dipakai kurang lebih selama dua ratus (200) tahun lalu. Aliran ini merupakan warisan dari studi preskriptif abad ke-18.

Perkembangan ilmu bahasa di dunia barat dimulai pada abad IV Sebelum Masehi yaitu ketika Plato membagi jenis kata dalam bahasa Yunani Kuno menjadi dua golongan yaitu onoma dan rhema. Onoma merupakan jenis kata yang menjadi pangkal pernyataan atau pembicaraan. Sedangkan rhema merupakan jenis kata yang digunakan mengungkapkan pernyataan atau pembicaraan.

Secara sederhana onoma dapat disejajarkan dengan kata benda dan rhema dapat disejajarkan dengan kata sifat atau kata kerja. Pernyataan yang dibentuk onoma dan rhema dikenal dengan istilah proposisi. Penggolongan kata tersebut kemudian disusul dengan kemunculan tata bahasa Latin karya D yonisisus Thrax dalam bukunya ”Techne Gramaticale” (130 M).

Aliran Struktural

Aliran struktural, adalah aliran linguistik yang berpengaruh sejak tahun 1930-an sampai akhir 1950-an. Teori ini berlandaskan pola pikir behaviouristik. Aliran ini lahir pada awal abad XX yaitu pada tahun 1916. aliran ini lahir bersamaan dengan lahirnya buku ”Course de linguistique Generale” karya Saussure yang juga merupakan pelopor aliran ini. Ia dikenal sebaga Bapak Strukturalisme dan sekaligus Bapak Linguistik Modern.

Aliran Transformasi

Aliran ini muncul menentang aliran strukturalis yang menyatakan bahwa bahasa merupakan kebiasaan. Pelopor aliran ini adalah N. Chomsky dengan karyanya “Syntactic Structure”(1957) dan diikuti oleh tokoh-tokoh seperti Postal, Fodor, Hale, Palmatier, Lyons, Katz, Allen, van Buren, R. D. King, R.A. Jacobs, J. Green, dll. Aliran ini pada mulanya hanya berbicara transformasi pada level kalimat tetapi kemudian diterapkan dalam tataran lain seperti morfologi dan fonologi.

Aliran Praha

Dengan tokohnya Vilem Mathesius, Nikolai S. Trubetskoỷ, Roman Jakobson, dan
Morris Halle, membedakan fonologi (mempelajari bunyi dalam suatu sistem) dan fonetik (mempelajari bunyi itu sendiri). Struktur bunyi dijelaskan dengan kontras atau oposisi. contoh : baku X paku, tepas X tebas.

Aliran ini mengembangkan istilah morfonologi (meneliti perubahan fonologis yang terjadi akibat hubugan morfem dengan morfem.Contoh: kata “jawab” dengan “jawap” bila ditambahi sufiks –an, maka akan terjadi perbedaan. Kalimat dapat dilihat dari struktur formal dan struktur informasinya, Formal (subjek dan predikat), informasi (tema dan rema). Tema adalah apa yang dibicarakan, sedangkan rema adalah apa yang dikatakan mengenai tema.

Aliran Glosematik

Aliran ini lahir di Denmark, dengan tokohnya Louis Hjemslev. Hjemslev menganggap bahasa mengandung segi ekspresi (Signifiant) dan segi isi(signifie). Masing-masing segi mengandung forma dan substansi : forma ekspresi, substansi ekspresi, forma isi, dan substansi isi.

Aliran Firthian

Dengan tokohnya Joh R. Firth (London, 1890-1960). Dikenal dengan teori fonolog  prosodi, yaitu cara menentukan arti pada tataran fonetis.

Aliran Tagmemik

Dipelopori oleh KenAliran Strukturalisme di Amerika. Dalam Linguistik di Amerika mempunyai tiga tokoh yang sangat berperan dalam pengkajian bahasa di benua tersebut. Ketiga tokoh tersebut ialah Franz Boaz, Edward Sapir dan Leonard Bloomfield. Franz Boaz merupakan seorang linguis yang otodidaktik yang telah menyumbangkan peran pada penelitian bahasa-bahasa Indian Amerika. Boaz meneliti bahasa baik di rumpun Indo-Eropa maupun diluar Indo-Eropa.

Aliran London

Pendapat John Ruppert Firthian (1890-1960). Seperti yang diungkapkan Soeparno dalam Dasar-dasar Linguistik Umum, Firthian adalah guru besar pada Universitas London sangat terkenal sebagai pelopor Aliran London. Bila aliran Bloomfieldian  disebut dengan nama strukturalisme Amerika, maka aliran Firthians disebut strukturalisme kontinental. Kaum ini terkenal karena kecenderungannya untuk menerapkan hal-hal yang praktis. Para ahlinya antara lain : John Ruppert Firth, Daniel Jones, Brownislaw Malinowski, dan H.Sweet.

Itulah artikel tentang aliran-aliran linguistik, semoga bermanfaat dan bisa menambah wawasan kita semua.

Tags:
Rate this article!
Aliran-aliran Linguistik,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply