Aplikasi Untuk Siswa Disleksia dan Disgrafia

Artikel, Pendidikan 0
Aplikasi Untuk Siswa Disleksia dan Disgrafia

Aplikasi Untuk Siswa Disleksia dan Disgrafia

Aplikasi Untuk Siswa Disleksia dan Disgrafia – Saat ini sudah ada satu aplikasi bagi siswa yang mengalami gangguan belajar, yang tidak bisa menulis (disgrafia) maupun membaca (disleksia) yang terkadang menyulitkan. Baik bagi siswa itu sendiri maupun guru sebagai pengajar.

Aplikasi tersebut buatan mahasiswa teknik informatika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), agar pembelajaran bisa lebih mudah dilakukan. Nama aplikasinya adalah Nulis dan Baca Yuk! berbasis Android karya Peni Sriwahyu Natasari dan Maulina Nur Istiqomah memang untuk membantu siswa disgrafia dan disleksia.

Siapa pun bias menggunakan baik guru, siswa, bahkan orang tua dapat mengaksesnya melalui smartphone mereka. Aplikasi yang diperuntukkan siswa disgrafia memiliki beberapa fitur menarik yang membuat pembelajaran semakin menyenangkan.

Dalam aplikasi ini, siswa bisa menulis banyak kosakata yang disertai dengan gambar warna-warni. Untuk siswa pemula usia 2 hingga 10 tahun, aplikasi tersebut sangat membantu bagi yang masih meraba-raba huruf serta membentuk kata.

Disgrafia adalah tidak bisa mengoordinasikan motorik halusnya (tangan) untuk menulis. Dalam hal ini merasa kesulitan dalam membedakan tulisan besar maupun kecil. Aplikasi yang didanai Kemenristekdikti untuk PKM Pengabdian Masyarakat itu juga sangat bermanfaat bagi guru dan orang tua.

Memang selama ini belum ada aplikasi bagi siswa yang bermasalah dalam menulis yang menyimpan serangkaian aktivitas siswa secara lengkap. Di aplikasi ini disediakan database yang dapat merekap seluruh aktivitas siswa sehingga dapat dilihat perkembangan siswa itu dari hari ke hari. Ini berguna untuk penanganan permasalahan,begitu yang dikatan pembuat aplikasi tersebut.

Kelebihan lainnya, aplikasi tersebut dapat menghemat kertas. Berdasar riset, Peni melihat, di sekolah para guru mengajarkan siswa disgrafia dengan berlembar-lembar kertas. Jadi, kalau tulisan salah, diganti. Salah sedikit, ambil kertas baru. Ini jelas boros,” tuturnya.

Sementara itu, pada aplikasi Nulis dan Baca Yuk!, siswa dapat mempelajari 12 aktivitas yang didesain fresh dan menyenangkan. Misalnya, pembelajaran tentang suku kata melalui teka-teki. Juga ada teka-teki dengan permainan memori serta bermain kata dengan rima.

Sedangkan disleksia, permasalahannya yang dihadapi adalah sering bingung dan keliru dengan beberapa bentuk huruf. Misalnya, huruf B dibilang huruf D.Pada aplikasi tersebut, siswa juga belajar warna serta kosakata dari visual. Ini juga bisa diulang-ulang pembelajarannya sehingga siswa cepat belajar.

Untuk ke depannya aplikasi tersebut akan dikembangkan lebih lanjut. Misalnya, dengan menambahkan audio pada aplikasi.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply