Hakikat Bahasa

Artikel, Bahasa 0
Hakikat Bahasa Indonesia

Hakikat Bahasa

Hakikat Bahasa – Bahasa adalah ujaran yang bermakna. Sedangkan hakikat bahasa adalah ujaran yang sebenarnya yang dihasilkan oleh alat ucap manusia. Bahasa adalah alat yang sistematis untuk menyampaikan gagasan atau perasaan dengan memakai tanda-tanda, bunyi-bunyi, gesture yang berkaitan dengan mimik atau tanda-tanda yang disepakati dan mengandung makna yang dapat dipahami.

Adapun hakikat bahasa adalah sebagai berikut :

Bahasa sebagai system
Bahasa sebagai system maksudnya adalah bahwa bahasa terdiri dari unsur-unsur atau komponen-komponen teratur dan menurut pola tertentu.
Contohnya : bersistematis yaitu tersusun oleh polanya.
Saya = sistematis dan memiliki makna
Yasa = tidak sistematis dan tidak memiliki makna
Aasy = tidak sistematis dan tidak memiliki makna
Bahasa sebagai lambang
Bahasa sebagai lambang maksudnya adalah lambang-lambang bahasa diwujudkan dalam bentuk bunyi, yang berupa satuan-satuan bahasa seperti kata / gabungan kata.
Contohnya : Bendera merah putih
Merah = berani
Putih  = suci
Bahasa adalah bunyi
Maksudnya adalah sistem bahasa itu berupa lambang yang diwujudkan berupa bunyi. Yang dimaksud dengan bunyi pada bahasa / termasuk lambang bahasa adalah bunyi yang bukan dihasilkan alat ucap manusia tidak termasuk bunyi bahasa.
Contohnya : Bunyi teriakan, bersin, batuk, dan  lain-lain.
Bahasa itu bermakna
Telah dibicarakan tadi bahwa bahasa itu adalah system lambang , oleh karena itu lambang-lambang itu mengacu pada suatu konsep , ide, atau pikiran, maka dapat dikatakan bahwa bahasa itu mempunyai makna.
Contohnya : kuda = berkaki empat binatang peliharaan sebagai alat transportasi.
Bahasa itu Arbitrer
Maksud arbitrer adalah sembarang, sewenang-wenang, maka suka, berubah-ubah. Maksudnya adalah tidak ada hubungan wajib antara lambang bahasa dengan konsep atau pengertian yang dimaksud lambang tersebut misalnya kita tidak bisa menjelaskan hubungan antara lambang bunyi (air) dengan benda yang dilambangkan  yaitu benda cair yang diapakai.
Contohnya : kuda yang disebut oleh orang
Bahasa itu Konvensional
Telah kita bahas sebelumnya bahwa hubungan antara lambang bunyi dengan yang dilambangkan bersifat, arbitrer, tetapi penggunaan lambang tersebut untuk suatu konsep tertentu bersifat konvensional.
Contohnya: Semua masyarakat jawa menyebut pesawat dengan sebutan kapal terbang.
Bahasa itu Produktif
Bahasa itu bersifat produktif maksudnya adalah walaupun unsur-unsur bahasa itu terbatas, tetapi dengan unsur-unsur yang jumlahnya terbatas itu dapat dibuat satuan-satuan bahasa yang jumlahnya tak terbatas, meski secara relattif, sesuai dengan yang berlaku pada basa itu.
Contoh; Galau,alay lebay
Bahasa itu Unik
Bahasa itu unik artinya mempunyai ciri khas yang spesifik yang tidak dimiliki oleh orang lain. Artinya setiap bahasa mempunyai ciri khas tertentu yang tidak dimiliki bahasa lain.
Contoh; Bahasa Banjar berbeda dengan bahasa Jawa.
Bahasa itu Universal
Artinya ada ciri yang sama dimiliki oleh setiap bahasa di dunia. Karena bahasa itu berupa ujaran, maka ciri universal dari bahasa yang paling umum adalah bahwa bahasa itu mempunyai bunyi bahsa yang mempunyai bunyi bahasa yang terdiri dari vocal dan konsonan.
Contoh; I love you dengan aishiteru
Bahasa itu Dinamis
Karena keterkaitan bahasa itu dengan manusia, sedangkan dalam kehidupan bermasyrakat kegiatan itu tidak tetap dan selalu berubah, maka bahasa itu juga ikut berbah, menjadi tidak tetap , menjadi tidak statis. Karena itulah bahasa itu disebut dinamis.
Contoh; download dan upload berubah menjadi unduh dan unggah
Bahasa itu Bervariasi
Anggota suatu masyrakat beraneka ragam , ada yang berpendidikan ada yang juga yang tidak, ada yang berpropesi sebagai dokter, petani,nelayan, dan sebagainya. Oleh karena latar belakang dan lingkungan yang tidak sama maka bahasa yang mereka gunakan bervariasi atau beragam.
Contoh; pedagang sate Madura dengan pedagang sate Banjar menyebutkan kata satenya berbeda. Pedagang Madura (Te-Satte), sedangkan pedagang Banjar (Sate).
Bahasa itu Manusiawi
Bahasa itu manusiawi maksudnya adalah bahwa alat komunikasi manusia yang namanya bahasa adalah bersifat manusiawi, dalam arti hanya milik  manusia dan hanya dapat digunakan oleh manusia.
Contohnya : hanya di miliki oleh manusia.
Demikian artikel tentang hakikat bahasa, semoga senantiasa bisa bermanfaat.
Tags:
Rate this article!
Hakikat Bahasa,5 / 5 ( 1votes )
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply