Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Bermain Peran

Artikel, Sastra 0
Hal-hal Dalam Bermain Peran

Hal-hal Dalam Bermain Peran

Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Bermain Peran – Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika akan memerankan atau memainkan sebuah drama. Banyak para ahli yang menjelaskan tentang hal-hal dalam memerankan drama. Semua itu perlu diperhatikan agar karakter tokoh yan diperankan dapat menarik. Aspek-aspek yang harus diperhatikan pemeran drama adalah vokal, intonasi, ekspresi, dan gerak tubuh.

Vokal

Seorang pemeran drama hendaknya memiliki kemampuan untuk mengolah vokal agar lafal yang dihasilkan menjadi baik, jelas, dan mudah untuk dipahami. Seorang pemeran drama harus mempunyai vokal yang kuat agar kata-kata yang diucapkan jelas. Seorang pemeran perlu membaca puisi dengan suara lantang di depan teman-temannya. Manfaatnya, untuk melatih vokal supaya terbiasa melakukan perubahan nada suara sebagai akibat adanya perubahan perasaan  dalam berbagai situasai.

Intonasi

Pemeran drama harus memiliki kewajiban menemukan intonasi yang tepat dari tokoh yang diperankannya. Apakah tokoh itu perempuan, laki-laki, anak-anak, pemuda atau orang tua. Selain itu, perubahan emosi pada dialog tokoh juga menuntut intonasi yang berbeda misalnya, emosi marah, sedih, menyindir, meratap dan lain-lain.

Intonasi sangat penting dikuasai oleh setiap pemeran, karena tidak jarang dialog menjadi janggal dan salah arah disebabkan pegucapan intonasinya tidak tepat. Mengucapkan intonasi yang berbeda dapat merubah arti kata atau kalimat, misalnya kata “panas” atau “dingin” bila diucapkan dengan intonasi yang berbeda-beda akan mengandung arti dan tujuan yang berbeda-beda pula.

Ekspresi

Ekspresi  yaitu mimik seorang pemeran drama menggunakan wajahnya untuk memerankan karakter tertentu. Organ yang ada pada wajah digunakan untuk memperkuat karakter. Organ tersebut seperti mata, hidung, alis, mulut dan lainnya. Misalnya, saat memerankan orang yang marah, maka mata dibuka lebar-lebar atau melotot.

Ekspresi yang ditampilkan pemeran haruslah yang wajar dan tidak dibuat-buat. Untuk dapat mengekspresikan karakter tokoh dengan wajar dan tidak dibuat-buat, seorang pemeran harus menghayati peran yang diperankan dengan cara menelaah peran yang dimainkan kemudian dicamkan benar-benar di alam khayal seorang pemeranagar dapat maksimal dalam menghayatinya.

Gerak Tubuh

Gerak tubuh bisa dikatakan juga gestur, maka seorang pemeran harus menghasilkan gerak di panggung. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa segala perbuatan pemeran drama di panggung termasuk gerak-geriknya, merupakan hasil kerjanya. Pemeran harus mempelajari dan melatih secara berulang-ulang semua gerakan yang sesuai dengan tokoh yang diperankan. Misalnya, makan dengan tangan tanpa sendok dan garpu, duduk santai sambil mengobrol, membaca surat, dan lain-lain.

Penghayatan seperti ini harus dilakukan dengan sungguh-sungguh supaya pemeran dapat melakukannya dengan sempurna seperti yang dikehendaki naskah. Sebab, kalau sudah dipraktikkan di panggung tidak dapat diulang atau diperbaiki.

Hal-hal yang harus diperhatikan dan dilaksanakan oleh pemeran berkaitan dengan gerak tubuh adalah (a) gerakan yang dilakukan harus ada maksud dan tujuan, (b) gerakan harus menarik, (c) gerakan dilakukan secara berurutan, (d) gerakan hanya dilakukan dengan gerak maju, bukan gerakan mundur atau menyamping, kecuali ada alasan tertentu, dan (e) gerakan yang cepar menunjukkan adanya sesuatu yang penting. Sebaliknya, gerakan yang lambat menunjukkan kesedihan, keputusasaan, atau kekhidmatan (Wiyanto 2002:68). 

Itulah Hal-hal yang Harus Diperhatikan dalam Bermain Peran semoga senantiasa dapat bermanfaat.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply