Partisipasi PAUD Indonesia Tertinggi di Asia

Artikel, Pendidikan 0
PAUD Indonesia Tertinggi di Asia

PAUD Indonesia Tertinggi di Asia

Partisipasi PAUD Indonesia Tertinggi di Asia – Keikutsertaan anak-anak pada program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) di tanah air memiliki rerata yang cukup tinggi dari negara Asia lainnya. Berdasarkan data UNESCO, partisipasi PAUD di Indonesia mencapai 70,1 persen. Begitu yang dikatakan oleh Mendikbud. Dengan jumlah tersebut, menandakan keikutsertaan anak PAUD Indonesia melebihi rerata Asia. Tercatat, Asia Selatan dan Barat meningkat 55 persen, Asia Timur dan Pasifik menjadi 68 persen. Sementera, keikutsertaan terendah ada di Asia Tengah dengan 12 persen.

Hal ini diungkapkan oleh Mendikbud sangat membahagiakan dan patut disyukuri, karena keikutsertaan PAUD Indonesia melebihi rerata Asia. Ungkapnya dalam seminar internasional yang diikuti 200 perserta dari 8 negara di Asia Pasifik, yakni, Bangladesh, Kemboja, Malaysia, Korea Selatan, Pakistan, dan Vietnam.Seminar tersebut mengusung tema “Meningkatkan Kualitas PAUD untuk Masa Depan yang Lebih Baik: Mengembangkan Kompetensi Orang Dewasa dalam Menangani Anak-Anak”.

Dari data UNESCO juga mencatat sejak tahun 2000, angka partisipasi kasar (APK) pra-sekolah di Indonesia telah meningkat dari 35 persen menjadi 54 persen. Jumlah ini, meningkat hingga dua kali lipat sehingga angka partisipasi kasar (APK) global juga meningkat.

Kemajuan suatu negara sangat ditentukan oleh kualitas penduduknya. Sebagian besar ditentukan oleh kualitas layanan pendidikan dan kesehatan terhadap anak-anak. Lebih dari 90 persen perkembangan otak anak terjadi pada usia lima tahun pertama. Oleh karena itu, ikhtiar meningkatkan kualitas PAUD, disamping orang tua, guru dan penyelenggara, juga memiliki peranan sangat penting.

Dirjen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan Pendidikan Masyarakat, Harris Iskandar, mengatakan, peningkatan jumlah PAUD di tanah air karena adanya pelibatan publik yang sangat baik. Tercatat, 99 persen PAUD yang ada di Indonesia merupakan milik swasta. Selain itu, banyak perusahan yang melakukan CSR dengan meningkatkan layanan PAUD. Peran swasta banyak sekali, seperti perusahan yang mempunyai PAUD yang cukup memadai sarana dan prasarananya. Selain lembaga PAUD, mereka juga berperan dalam kontribusi peningkatan mutu guru.

Kemdikbud memberi dukungan dengan adanya pemberian dana alokasi khusus (DAK) sebagai bentuk kehadiran negara untuk biaya operasional, sedangkan sarana dan prasarana masyarakat yang berperan.

Peningkatan kualitas PUAD telah menjadi komitmen dunia. Agenda anak usia dini telah masuk dalam agenda PBB. Pada 2030, dunia berkomitmen memastikan semua anak perempuan dan laki-laki memperoleh akses terhadap pendidikan lewat perkembangan dan perawatan PAUD yang bermutu hingga masuk ke tahap pendidikan dasar.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply