Penciptaan Arti dalam Puisi Tragedi Winka dan Sihka

Artikel, Sastra 0
Sutardji Calzoum Bachri

Sutardji Calzoum Bachri

Penciptaan Arti dalam Puisi Tragedi Winka dan Sihka – Penciptaan arti ini merupakan konvensi kepuitisan dalam bentuk visual tidak mempunyai arti secara linguistik tetapi menimbulkan makna dalam sastra yang dimaksud. Penciptaan arti ini merupakan teks di luar linguistik. Di antaranya adalah pembaitan, enjembement, persajakan (rima), tipografi, dan homologues. Penciptaan arti ini yang akan diterapkan pada puisi Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul “Tragedi Winka & Sihka”

Analisis puisi karya dari  Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul “Tragedi Winka dan Sihka” adalah sebagai berikut :

TRAGEDI WINKA DAN SIHKA

kawin

kawin

kawin

kawin

kawin

ka

win

ka

win

ka

win

ka

win

ka

winka

winka

winka

sihka

sihka

sih

ka

sih

ka

sih

ka

sih

ka

sih

ka

sih

sih

sih

sih

sih

sih

ka

Ku

Sajak karya Sutardji Calzoum Bachri yang berjudul Tradedi Winka Sihka ini, kata kawin dan kasih mengandung konotasi bahwa suatu perkawinan itu menimbulkan angan-angan hidup penuh kebahagiaan, terlebi bila disertai kasih sayang.

Dalam sajak itu kata kawin dideretkan lima kali secara utuh, yang artinya bahwa suatu perkawinan entah lima tahun, lima bulan, lima minggu, atau lima hari masih utuh seperti semula, yaitu kebahagiaan. Kemudian kata kawin diputus-putus, yang berarti perkawinan yang diliputi kebahagiaan itu sudah tidak utuh lagi. Misalnya mulai ada pertengkaran antara suami istri. Bahkan, kata kawin sekarang terbalik menjadi winka. Yang berarti perkawinannya  sudah menjadi “neraka”. Pada akhirnya terjadi tragedi winka dan sihka itu, misalnya terjadi perceraian, istri membunuh suami atau sebaliknya.

Tipografi zig-zig juga mempunyai makna mendalam, yaitu perkawinan yang semula bermakna kebahagiaan, mulai melewati bahaya yang berliku, penuh bahaya, yang akhirnya menimbulkan bencana, yaitu tragedi.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply