Unsur-Unsur Pembentuk Puisi

Artikel, Sastra 0
Unsur-Unsur Pembentuk Puisi

Unsur-Unsur Pembentuk Puisi

Unsur-Unsur Pembentuk Puisi – Banyak pendapat tentang unsur-unsur yang membentuk sebuah puisi. Baik pendapat dari sastrawan luar negeri maupun sastrawan dalam negeri. Dari banyak pendapat tersebut, salah satunya adalah pendapat I. A. Ricard, yang membedakan dua hal yang sangat penting dalam membangun sebuah puisi yaitu hakikat puisi (the nature of poetry), dan metode puisi (the method of poetry).

Hakikat Puisi

Sebagai karya sastra, puisi tetap harus memiliki kemampuan menampung segala unsur yang berkaitan dengan kesastraan. Hakikat puisi itu sendiri terdiri dari empat hal pokok yaitu :

Sense

Sense atau tema adalah merupakan pokok persoalan atau subjek matter yang dikemukakan oleh penyair melalui puisinya. Pokok persoalan yang dikemukan oleh penyair bisa secara langsung maupun secara tidak langsung.

Feeling

Feeling adalah sikap dari penyair terhadap suatu persoalan yang dikemukakan dalam puisinya. Setiap penyair mempunyai pandangan yang berbeda-beda dalam menghadapi suatu persoalan.

Tone

Tone adalah sikap penyair terhadap penikmat puisi atau pembaca terhadap karyanya pada umumnya. Terhadap pembaca penyair itu bisa bersikap rendah hati, angkuh, persuatif, bisa juga bersikap sugestif.

Intention

Intention adalah tujuan dari penyair dalam menciptakan sebuah puisi. Walaupun terkadang tujuan tersebut tidak disadrinya. Setiap penyair tentu memiliki tujan tertentu dalam karyanya. Amanat atau tujuan bergantung dari, pendidikan, pekerjaan, cita-cita, pandangan hidupnya, dan keyakinan yang dianut oleh penyair tersebut.

Metode Puisi

Dalam mencapai tujuan atau maksud tersebut, penyair menggunakan sarana-sarana dalam cipta puisinya. Sarana-sarana tersebut itulah yang dinakan metode puisi. Metode puisi terdiri dari :

Diction

Diction (diksi) adalah pilihan kata yang biasanya yang diusahakan oleh penyair dengan secermat mungkin. Seorang penyair menyeleksi kata-kata baik yang bersifat denotatif maupun yang bersifat konotatif, sehingga dapat mendukung maksud dari puisinya.

Imageri

Imageri (imaji, daya bayang) adalah kemampuan kata-kata yang dipakai oleh penyair dalam mengantarkan pembaca untuk merasakan apa yang dirasakan oleh penyair. Dengan itu penyair menggunakan kemampuan imajinasinya, kemampuan melihat, dan merasakan dalam membuat puisinya.

Imageri juga disebut dengan citraan atau gambaran angan (daya bayang). Ada beberapa citraan yaitu :

a. Citraan penglihatan yaitu citraan yang berhubungan dengan indera penglihatan

b. Citraan pendengaran yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pendengaran

c. Citraan penciuman yaitu citraan yang berhubungan dengan indera penciuman

d. Citraan pencecapan yaitu citraan yang berhubungan dengan indera pencecapan

e. Citraan perasaan yaitu citraan yang berhubungan dengan indera perasaan atau peraba

Selain itu ada pula citraan yang lain yaitu citraan interelektual, gerak, lingkungan, dan citraan kesedihan.

The concrete word

The concrete word (kata-kata kongkret) adalah kata-kata yang dilihat secara denotatif sama, tetapi secara konotatif memiliki arti yang berbeda sesuai dengan situasi dan kondisi pemakainnya.

Figurative Language

Figurative Language adalah cara yang digunakan oleh penyair untuk membangkitkan dan menciptakan imaji dengan menggunakan gaya bahasa, perbandingan, kiasan, perlambangan dan sebagainya.

Irama dan Rima

Irama adalah sesuatu yang menyebabkan aliran perasaan dan konsentrasi sehingga menimbulkan bayangan yang jelas dan hidup. Irama diwujudkan dalam bentuk tekanan-tekanan pada kata yang berupa dinamik, nada dan tempo.

Rima adalaha persamaan bunyi dalam puisi. Dalam rima dikenal peulangan bunyi yang mampu menciptakan suasana. Baik bunyi yang berupa euphony (bunyi yang cerah, ringan,kegembiraan, keceriaan), maupun bunyi cacophony (bunyi yang berat, menekan, kesedihan)

Roman Ingarden mengemukakan bahwa karya sastra didalamnya puisi merupakan struktur yang terdiri dari lapis norma. Lapis norma itu sendiri adalah

a. lapis bunyi (sound stratum)

b. lapis arti (units of meaning)

c. lapis objek (dunia ciptaan)

d. lapis implisit

e. lapis metafisika (metaphysical qualities)

Demikian artikel Unsur-Unsur Pembentuk Puisi, semoga bisa memberikan pencerahan bagi kita semua.

Artikel menarik lainnya :

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply