Apa Kata Mendikbud Tentang Sanksi Fisik Bagi Siswa?

Artikel, Berita, Pendidikan 0
Apa Kata Mendikbud  Tentang Sanksi Fisik Bagi Siswa?

Apa Kata Mendikbud Tentang Sanksi Fisik Bagi Siswa?

(Cikancah-Cyber) Apa Kata Mendikbud  Tentang Sanksi Fisik Bagi Siswa? – Tindakan penganiayan yang terjadi kepada guru tidak bisa ditoleransi. Pasalnya, tindakan tersebut melanggar HAM. Begitu yang dikatakan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy. Mendikbud Muhadjir menyebutkan, tindakan kekerasan memang dilarang namun dalam batas tertentu.

Sebab pendidikan bukan hanya tentang kasih sayang namun pembentukan keperibadian agar anak tahan banting, maka tidak bisa terwujud tanpa pendidikan yang keras. Maka orangtua harus dapat membedakan kekerasan pendidikan dan pendidikan dalam kekerasan.

Mendikbud mengatakan, yang dimaksud dengan sanksi fisik bagi siswa di sekolah adalah saksi yang terukur, bukan berupa pemukulan. “Bukan berarti sanksi fisik seperti ditempeleng, atau dipukul. Guru bisa mengukur sejauh mana sanksi fisik bisa ditolerir untuk dikenakan kepada siswa.”

“Ya mungkin sekarang itu banyak yang salah paham dalam pemahaman HAM, Jadi tentang HAM melarang tindakan kekerasan itu setuju tapi dalam batas tertentu, sanksi fisik bisa ditoleransi dalam pendidikan,” kata Mendikbud di Gedung Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), Jakarta, Kamis, (11/8).

Disebutkan Muhadjir, tentara merupakan hasil pelatihan dalam kekerasan agar tangguh. Maka, orangtua harus memiliki kebiasaan pandangan tindakan guru dalam batas-batas tertentu. Menurut Muhadjir, orangtua akan rugi jika sanksi fisik sudah dianggap kekerasan. Mendatang, guru akan tidak leluasa mengunakan metode mendidik untuk membesarkan anak. Tentu orangtua dan anak akan rugi jika anak tidak dididik dengan baik karena guru takut akan sanksi.

Mendikbud Muhadjir mengimbau, masyarakat agar memahami peranan guru. Guru ada saatnya mengunakan tindakan kekerasan demi kebaikan anak. Kesalahpahaman orangtua dan guru sebaiknya dibicarakan. Pasalnya, di sekolah ada orang ketiga sebagai penghubung seperti komite dan kepala sekolah. Dengan tujuan tidak melakukan tindakan sendiri. Salah satu alternatif yang mungkin mengfungsikan komite gotong royong sekolah untuk menjadi wadah orang tua dan masayarakat termasuk tokoh untuk memikirkan sekolah itu.

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply