Dini Hari Musim Semi Abdul Hadi W.M.

Artikel, Sastra 0
Puisi Dini Hari Musim Semi

Puisi Dini Hari Musim Semi

Dini Hari Musim Semi Abdul Hadi W.M. – Abdul Hadi Wiji Muthari (lahir di Sumenep, 24 Juni 1946; umur 70 tahun) adalah salah satu sastrawan, budayawan dan ahli filsafat Indonesia. Ia dikenal melalui karya-karyanya yang bernafaskan sufistik, penelitian-penelitiannya dalam bidang kesusasteraan Melayu Nusantara dan pandangan-pandangannya tentang Islam dan pluralisme.

Sekitar tahun 1970-an, para pengamat menilainya sebagai pencipta puisi sufis. Ia memang menulis tentang kesepian, kematian, dan waktu. Seiring dengan waktu, karya-karyanya kian kuat diwarnai oleh tasawuf Islam. Orang sering membandingkannya dengan sahabat karibnya Taufik Ismail, yang juga berpuisi religius. Namun ia membantah.“Dengan tulisan, saya mengajak orang lain untuk mengalami pengalaman religius yang saya rasakan. Sedang Taufik menekankan sisi moralistisnya.”

Dini Hari Musim Semi

Oleh : Abdul Hadi W.M.

Aku ingin bangun dini hari, melihat fajar putih

memecahkan kulit-kulit kerang yang tertutup —

Menjelang tidur kupahat sinar bulan yang letih itu

yang menyelinap dalam semak-semak salju terakhir

ninabobo yang menentramkan, kupahatkan padanya

sebelum matahari memasang kaca berkilauan

Tapi antara gelap dan terang, ada dan tiada

Waktu selalu melimpahi langit sepi dengan kabut dulu

lalu angin perlahan-lahan dan ribut memancarkan pagi

— burung-burung hai ini, sedang musim dingin yang hanyut

masih abadi seperti hari kemarin yang mengiba

harus memakan beratus-ratus masa lampauku

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply