Jumlah Guru Berubah Jadi Alasan Kemendikbud Potong Anggaran Profesi

Pendidikan 0
Alasan Kemendikbud Potong Anggaran Profesi

Alasan Kemendikbud Potong Anggaran Profesi

Jumlah Guru Berubah Jadi Alasan Kemendikbud Potong Anggaran Profesi – Perubahan APBD 2016 dengan pemotongan dana tunjangan profesi guru sebesar Rp23,4 triliun sebagai akibat dari anggaran di pos tersebut mengalami over budgeting.

Menurut Direktur Jenderal (Dirjen) Guru dan Tenaga Kependidikan (GTP) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud)  Sumarna Surapranata menegaskan, over budgeting itu dipicu oleh beberapa hal.

Diantaranya terjadi perubahan data guru yang telah disertifikasi. “Ternyata sebagaian orang (guru) pindah jadi pejabat, pensiun, dan tidak memenuhi syarat, sehingga mereka tidak berhak menerima (tunjangan prifesi guru),” ujar Sumarna saat dikonfirmasi, Sabtu (27/8/2016).

Lebih lanjut dia menambahkan, anggaran yang dipangkas oleh Kemenkeu merupakan usul dari Kemendikbud, seperti merujuk pada surat nomor 33130/A.A1.1/PR/2016 yang berisi tentang permohonan penghentian penyaluran tunjangan profesi guru dan tambahan penghasilan guru tahun anggaran 2016 bagi sebagian daerah.

“Surat tersebut disampaikan ke Kemenkeu berdasarkan hasil rekonsiliasi yang telah dilakukan pada bulan Mei 2016 antara Kemendikbud, Kemenkeu, dan Pemda,” katanya.

Sebelumnya Menteri Keuangan Sri Mulyani memutuskan untuk menunda pengucuran dana transfer ke daerah pada APBNP 2016 sebesar Rp72,9 triliun.

Dari jumlah tersebut, Rp 23,3 triliun merupakan dana tunjangan profesi guru seluruh Indonesia yang merupakan dana transfer khusus (DTK).

Penundaan pengucuran tunjangan profesi guru dilakukan setelah Kemenkeu melakukan penelusuran anggaran atas dana transfer ke daerah tahun anggaran 2016.

Seperti diketahui, pemerintah sedang melakukan penghematan besar-besaran untuk mencegah melebarnya defisit dana anggaran APBN-P 2016.

Dalam APBN-P 2016, total dana anggaran tunjangan profesi guru sebesar Rp69,7 triliun. Namun, setelah ditelusuri, Rp23,3 triliun merupakan dana yang over budget atau berlebih. Sebab, guru yang tersertifikasi ternyata jumlahnya sudah berkurang. (Sumber: JawaPos.com).

Tags:
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply