Keterampilan Berbahasa Berbicara

Artikel, Bahasa 0
Keterampilan Berbahasa

Keterampilan Berbahasa

Keterampilan Berbahasa Berbicara – Keterampilan berbahasa itu mencakup empat aspek keterampilan, yaitu keterampilan berbahasa menyimak, berbicara, membaca dan menulis. Keempat keterampilan tersebut saling berkaitan satu dengan lainnya. Sehingga mempelajari satu keterampilan berbahasa maka keterampilan berbahasa yang lainnya juga terlibat.

Dalam memperoleh keterampilan berbahasa biasanya melalui suatu urutan yang teratur mula-mula, pada masa kecil, kita belajar menyimak/mendengarkan bahasa, kemudian berbicara, membaca, dan menulis. Dengan demikian, rangkaian pemerolehan keterampilan berbahasa yaitu keterampilan menyimak, berbicara, membaca, kemudian menulis. Keterampilan menyimak dan berbicara kita pelajari sebelum memasuki sekolah, sedangkan keterampilan membaca dan menulis pada umumnya dipelajari di sekolah. Keempat aspek keterampilan berbahasa berhubungan satu sama lain.

Keterampilan berbahasa berbicara merupakan suatu keterampilan berbahasa yang sangat penting. Karena dengan berbicara kita bisa menyampaikan suatu hal kepada orang lain. Berbicara merupakan salah satu jenis keterampilan berbahasa ragam lisan yang produktif. Keterampilan berbicara itu ada tiga jenis situasi berbicara, yaitu interaktif, semiinteraktif, dan noninteraktif.

Situasi-situasi berbicara interaktif, misalnya percakapan secara tatap muka dan berbicara lewat telepon yang memungkinkan adanya pergantian antara berbicara dan menyimak, dan juga memungkinkan kita meminta klarifikasi, pengulangan atau kita dapat meminta lawan bicara memperlambat tempo bicara dari lawan bicara.

Kemudian, ada pula situasi berbicara yang semiinteraktif, misalnya alam berpidato di hadapan umum secara langsung. Dalam situasi ini, audiens memang tidak dapat melakukan interupsi terhadap pembicaraan, namun pembicara dapat melihat reaksi pendengar dari ekspresi wajah dan bahasa tubuh mereka. Beberapa situasi berbicara dapat dikatakan betul-betul bersifat noninteraktif, misalnya berpidato melalui radio atau televisi.

Ada beberapa keterampilan berbicara mikro yang harus dimiliki dan dikuasai oleh seorang pembicara, yaitu :

  1. mengucapkan bunyi-bunyi yang berbeda dengan jelas sehingga pendengar bisa membedakannya;
  2. menggunakan tekanan, nada, serta intonasi yang jelas dan tepat sehingga pendengar mampu memahami apa yang diucapkan;
  3. menggunakan bentuk kata serta pilihan kata (diksi) yang tepat;
  4. menggunakan ragam bahasa yang sesuai terhadap situasi komunikasi, termasuk sesuai ditinjau dari hubungan antara pembicara dan pendengar;
  5. berupaya agar kalimat-kalimat utama (the main sentence constituents) jelas bagi pendengar;
  6. berupaya mengemukakan ide-ide atau informasi tambahan guna menjelaskan ide-ide utama;
  7. berupaya agar wacana berpautan secara selaras sehingga pendengar mudah mengikuti pembicaraan.

Demikian artikel keterampilan berbahasa berbicara semoga senantiasa bermanfaat bagi semuanya.

Tags:
Rate this article!
author

Author: 

Related Posts

Leave a Reply